Giripurwo, Purwosari, Gunung Kidul

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Giripurwo
Desa
Negara Indonesia
ProvinsiDaerah Istimewa Yogyakarta
KabupatenGunung Kidul
KecamatanPurwosari

Giripurwo (bahasa Jawa: Giripurwa) adalah desa di kecamatan Purwosari, Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Kondisi Geografis adalah sangat strategis untuk tempat refreshing khususnya yang punya hobi memancing. Desa ini berbatasan lansung dengan pantai selatan dan banyak para pengunjung yang suka memancing di daerah ini. Kebetulan banyak karang-karang dipantai selatan tersebut. Komoditas laut yang terkenal dari daerah Giripurwo adalah lobster. Biasanya, para pemancing lobster melakukan aksinya di malam hari di Tebing Bekah, Dusun Temon, Desa Giripurwo. Sayangnya, para pemancing lobster sampai artikel ini ditulis belum ada yang menginisiasi untuk melakukan pemeliharan dan budidaya terlebih dahulu sebelum menjual lobster hasil pancingan.

Mayoritas penduduk di Desa ini adalah sebagai petani dan pengrajin kayu. Salah satu keunikan Desa Giripurwo adalah suasana hawa dingin sewaktu malam tiba yang sangat menyenangkan bagi yang belum pernah merasakan udara dingin di malam hari. Hal ini tak lepas dari posisi Desa Giripurwo yang berada di Gunungkidul.

Masalah yang selalu melanda warga Desa Giripurwo dari tahun ke tahun adalah sulitnya pasokan air yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Akan tetapi, perlahan-lahan problem ini hilang dengan adanya pembangunan baik dari pihak masyarakat desa maupun instansi-instansi eksternal seperti Pesantren DS Gunungkidul[1] dan sebagainya.

Program Bina Desa Eksternal[sunting | sunting sumber]

Kuliah Kerja Nyata (KKN)[sunting | sunting sumber]

Sejak tahun 1949, Universitas Gadjah Mada menginisiasi adanya Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang menjadi contoh nyata bagi mahasiswa untuk berkontribusi bagi negeri. Hal ini kemudian ditularkan dalam bentuk positif ke perguruan tinggi lainnya di Indonesia, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa Giripurwo sendiri merupakan salah satu desitnasi KKN favorit dalam lingkup D.I. Yogyakarta. Terhitung lebih dari 2 (dua) universitas di Yogyakarta yang telah mengutus tim KKN ke desa ini. Beberapa universitas tersebut adalah Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Suka), Universitas Islam Indonesia (UII), dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Kuliah Kerja Nyata - Pengabdian Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM UGM)[2][sunting | sunting sumber]

Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta berusaha untuk menuntaskan masalah kekeringan yang sudah puluh tahun melanda Desa Giripurwo, Purwosari, Gunungkidul, dengan menerjunkan mahasiswa-mahasiswa terbaiknya di Desa Giripurwo selama hampir 5 (lima) tahun berturut-turut.[3]

Ustadz Wildan Salsabila, Koordinator Mahasiswa Unit GK02 2016, dan Kanjeng Reza, pengasuh Padepokan Nggengge[4], menjelaskan keadaan warga Desa Giripurwo selalu mengalami kesulitan air setiap tahun. Ia mengatakan sumber air di desa tersebut begitu terbatas dan struktur tanah karts/kapur membuat tanah tidak bisa menahan air sehingga langsung mengalir menuju sungai bawah tanah yang kedalamannya hingga mencapai 100 meter.[5]

Pada tahun 2016 lalu, KKN-PPM UGM yang dibentuk UGM dalam Unit 16T-GK02 mengangkat tema resmi dar Universitas Gadjah Mada, "Pengelolaan Dan Konservasi Sumber Daya Air Berbasis Masyarakat Sebagai Upaya Mitigasi Terhadap Bencana Kekeringan Serta Mewujudkan Desa Tangguh Bencana".[6] Program utama dari Unit ini adalah "Water Project 2016: Menuju Giripurwo Tangguh Kekeringan".[7]

Adapun, program KKN-PPM UGM yang dijalankan di Desa Giripurwo telah dimulai sejak tahun lima silam yang melibatkan enam angkatan mahasiswa. Tim dosen yang terlibat dalam kegiatan tersebut adalah Dr. Sudaryanto. M.Si.; Iswari Nur Hidayati, M.Sc.; Ari Cahyono, M.Sc.; Totok Wahyu Wibowo, M.Sc.; yang semua dosen berasal dari Fakultas Geografi UGM Jurusan Sains Informasi Geografis Prodi Kartografi dan Penginderaan Jauh.[8][9]

Program terbesar dari KKN UGM pada tahun 2017 adalah pengawasan tidak langsung pembangunan pengangkatan air dari sumber air bawah laut Tebing Bekah.[10]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Terus Tebar Air Bersih - Darush Sholihin". Darush Sholihin (dalam bahasa Inggris). 2015-11-09. Diakses tanggal 2016-10-14. 
  2. ^ "Universitas Gadjah Mada: Water Project, Solution to Drought in Gunung Kidul Regency". ugm.ac.id. Diakses tanggal 2016-10-14. 
  3. ^ "Universitas Gadjah Mada: Water Project, Solusi Kekeringan di Gunungkidul". ugm.ac.id. Diakses tanggal 2016-10-14. 
  4. ^ "Bakti Giripurwo 2016 – Water Project: Menuju Giripurwo Tangguh Kekeringan". baktigiripurwo.tk. Diakses tanggal 2016-10-08. 
  5. ^ "Mahasiswa UGM Pasang Bak dan Pipa Air | suaramerdeka.com". berita.suaramerdeka.com. Diakses tanggal 2016-10-14. 
  6. ^ "Sumber Informasi Seputar SBMPTN dan SNMPTN: Patut Di Contoh : Water Project Mahasiswa UGM Atasi Kekeringan Parah". Sumber Informasi Seputar SBMPTN dan SNMPTN (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2016-10-14. 
  7. ^ "DAFTAR TEMA KKN-PPM ANTAR SEMESTER 2016 | Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UGM". lppm.ugm.ac.id. Diakses tanggal 2016-10-08. 
  8. ^ "Menuntaskan Masalah Kekeringan di Desa Giripurwo - Warta Ekonomi". wartaekonomi.co.id. Diakses tanggal 2016-10-08. 
  9. ^ TheBellz95 (2016-08-22), Water Project! - Announcement Trailer [SQ] (2016) | 30 detik Indonesia* | KKN-PPM UGM 2016 GK02, diakses tanggal 2016-10-08 
  10. ^ "Water Project Bantu Entaskan Kesulitan Air di Gunungkidul | Republika Online". Republika Online. Diakses tanggal 2016-10-14.