Lompat ke isi

Gaya penulisan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Dalam sastra, gaya penulisan adalah cara mengungkapkan pikiran dalam karakteristik bahasa: individu, periode, sekolah, atau bangsa.[1] Selain unsur-unsur penting berisi ejaan, tata bahasa, dan tanda baca, gaya penulisan merupakan pilihan kata-kata, struktur kalimat, dan struktur paragraf, yang digunakan untuk menyampaikan makna secara efektif.[2] Kelompok unsur pertama disebut sebagai aturan, elemen, hal penting, mekanika, atau pedoman; sedangkan kelompok berikutnya, yakni yang disebut sebagai gaya, atau retorika.[3] Kelompok unsur pertama merupakan aturan-aturan, yakni mengenai apa yang ditulis penulis; sedangkan kelompok unsur kedua, gaya, yakni mengenai bagaimana yang ditulis penulis. Ketika mengikuti aturan-aturan dari pemakaian tatabahasa, penulis memiliki fleksibilitas yang besar dalam cara mengungkapkan suatu konsep.[4] Titik penting gaya penulisan yang baik ialah untuk

  • mengekspresikan pesan-pesan kepada pembaca secara sederhana, jelas, dan meyakinkan;[5][6][7][8]
  • menjaga perhatian dan keikutsertaan pembaca, serta menarik;[9][10]

tidak

  • menampilkan segi kepribadian penulis;[11]
  • menunjukkan pengetahuan, keterampilan, atau kemampuan menulis penulis;[12][13]

meskipun hal-hal tersebut biasanya tetap terlihat, dan hal tersebut merupakan sesuatu yang oleh para ahli dianggap sebagai gaya individu penulis.[14][15]

Pilihan kata-kata

[sunting | sunting sumber]

Diksi atau pilihan kata, sangat jelas merupakan elemen sentral bagi setiap penulis. Meskipun diksi yang baik sebagian merupakan masalah mencoba-coba (trial and error) dengan kalimat hingga terdengar benar/sesuai, di samping itu, diksi juga merupakan masalah preferensi umum tertentu yang diikuti oleh pembaca hati-hati (careful readers) dan para penulis.[16]

Beberapa metode penggunaan diksi secara efektif dalam menulis:

  • Menggunakan kamus dan tesaurus[17][18]
  • Mencari diksi pada tingkat menengah[19][20]
  • Menyebut sesuatu dengan nama-nama mereka[21]
  • Menghindari redundansi dan kalimat yang berbelit-belit[22][23][24]
  • Menghindari klise[25][26][27]
  • Menghindari jargon[28][29]
  • Menghindari kata-kata yang usang, kuno, atau kata-kata temuan[30]
  • Menghindari bahasa gaul, ekspresi kedaerahan, dan bahasa yang tidak baku[31][32]
  • Menghindari kata-kata ubahan (qualifier)[33][34]
  • Menghindari kata-kata opini[35][36]
  • Menggunakan kata-kata dalam arti sebenarnya[37]
  • Menghindari kata-kata menyinggung atau bahasa yang mendiskriminasi[38][39]
  • Mengatakan tidak lebih dari yang dimaksud[40]
  • Menggunakan istilah dengan logika yang tepat[41][42][43]
  • Menggunakan kata-kata sejelas makna yang dikandungnya[44]
  • Menempatkan pernyataan dalam bentuk positif[45][46][47]
  • Membuat metafora yang jelas dan tepat[48][49]
  • Menggunakan kata benda yang jelas dan kata kerja aktif untuk kata sifat dan kata keterangan[50][51][52]
  1. (Webster 1969)
  2. (Sebranek et al. 2006, hlm. 111)
  3. (Crews 1977, hlm. 100,129,156)
  4. (Strunk & White 1979, hlm. 66)
  5. (Hacker 1991, hlm. 78)
  6. (Ross-Larson 1991, hlm. 17)
  7. (Sebranek et al. 2006, hlm. 85,99,112)
  8. (Strunk & White 1979, hlm. 69,79,81)
  9. (Ross-Larson 1991, hlm. 18–19)
  10. (Sebranek et al. 2006, hlm. 21,26,112)
  11. (Gardner 1991, hlm. 163)
  12. (Sebranek et al. 2006, hlm. 112)
  13. (Strunk & White 1979, hlm. 69)
  14. (Ross-Larson 1999, hlm. 18)
  15. (Strunk & White 1979, hlm. 66,68)
  16. (Crews 1977, hlm. 100)
  17. (Crews 1977, hlm. 100–105)
  18. (Hacker 1991, hlm. 187–189,191)
  19. (Crews 1977, hlm. 105–106)
  20. (Hacker 1991, hlm. 176–178,181–182)
  21. (Crews 1977, hlm. 106–107)
  22. (Crews 1977, hlm. 107–108)
  23. (Hacker 1991, hlm. 166–172)
  24. (Lamb 2008, hlm. 225–226)
  25. (Crews 1977, hlm. 108–109)
  26. (Hacker 1991, hlm. 194–196)
  27. (Strunk & White 1979, hlm. 80–81)
  28. (Crews 1977, hlm. 109–111)
  29. (Hacker 1991, hlm. 175–176)
  30. (Hacker 1991, hlm. 179)
  31. (Hacker 1991, hlm. 180–181,192–193)
  32. (Strunk & White 1979, hlm. 75–76,81–84)
  33. (Lamb 2008, hlm. 225)
  34. (Strunk & White 1979, hlm. 73)
  35. (Lamb 2008, hlm. 227)
  36. (Strunk & White 1979, hlm. 76–78)
  37. (Crews 1977, hlm. 111–112)
  38. (Crews 1977, hlm. 112–113)
  39. (Hacker 1991, hlm. 183–185)
  40. (Crews 1977, hlm. 114)
  41. (Crews 1977, hlm. 114–116)
  42. (Hacker 1991, hlm. 190–191)
  43. (Strunk & White 1979, hlm. 21–23)
  44. (Crews 1977, hlm. 116)
  45. (Crews 1977, hlm. 116–117)
  46. (Lamb 2008, hlm. 228–229)
  47. (Strunk & White 1979, hlm. 19)
  48. (Crews 1977, hlm. 117–121)
  49. (Lamb 2008, hlm. 229)
  50. (Hacker 1991, hlm. 151–152)
  51. (Lamb 2008, hlm. 224)
  52. (Strunk & White 1979, hlm. 71–72)