Ganra, Soppeng

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Ganra
Kecamatan
Negara Indonesia
ProvinsiSulawesi Selatan
KabupatenSoppeng
Pemerintahan
 • CamatMuh. Idrus, S.Sos.
Luas- km²
Kepadatan- jiwa/km²
Desa/kelurahan4 desa

Ganra adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, Indonesia. Kecamatan Ganra terdiri atas 4 (empat) desa, diantaranya ; Desa Ganra, Desa Belo, Desa Lompulle dan Desa Enrekeng. Dengan ibu kota kecamatan di Desa Ganra.

Ganra menurut tokoh lokal H. Badaruddin Andi Abd. Rahman yaitu berasal dari kata Anra, dalam bahasa bugis yang bermakna "umpan untuk ayam hutan", menurutnya Ganra dulu merupakan hutan belantara. Olehnya itu anak Arung Ganra saat itu sering memanfaatkannya sebagai suatu kegemaran untuk menangkap ayam-ayam hutan dengan cara memasang Anra tersebut.

Pendapat lain mengatakan bahwa Ganra sebenarnya berasal dari kata Ganra itu sendiri, dalam bahasa bugis kuno Ganra diartikan sebagai alat pemintal benang yang berbentuk melingkar. hal tersebut dibenarkan karena secara teritorial desa Ganra memang terlihat seperti lingkaran.

Masjid Kebanggan Masyarakat Desa Ganra (Masjid Besar Taqwa Ganra)

Ganra memiliki tokoh patriotik seperti Petta TellariE yang telah berjuang mempertahankan wilayah teritorial kerajaan pada saat terjadinya perang saudara antara Arung Ganra dengan Datu Mari-Mari atau yang umum disebut Musu Belo (Perang Belo). Selain itu Tokoh kharismatik yang religius seperti Wali H. Katu, seorang penyebar agama Islam yang pernah menetap di Ganra, beliau dikenal sebagai seorang Ulama yang pertama melakukan pengajian di Masjid Tua Ganra.

Ganra saat ini dikenal sebagai suatu wilayah pedesaan yang sangat kental akan pengetahuan agamanya, sering juga disebut sebagai "serambi mekah" di Kabupaten Soppeng. beberapa ulama yang pernah lahir di daerah ini. seperti AG. KH. Yusuf Usman (Cikal Bakal Ulama di Ganra), AG. KH. Muin, AG. KH. Muh. Said, AG. KH. Abd. Rahman P, AG. K. Muh. Amin Battang, AG. KH. Muh. Natsir.

Masjid Taqwa Ganra dan Yayasan Perguruan Islam Ganra (YPIG) merupakan media utama pengembangan pengetahuan agama tersebut. Masjid Taqwa Ganra sejak dulu digunakan sebagai tempat pengajian oleh para Anre Gurutta untuk pengembangan ilmu agama. sedangkan Yayasan Perguruan Islam Ganra (YPIG) merupakan lembaga pendidikan bentukan masyarakat yang sangat berperan terhadap pengembangan ilmu agama dan ilmu formal lainnya

Yayasan Perguruan Islam Ganra (YPIG/Pergis)

Berdirinya YPIG tak bisa dilepaskan dari jasa beberapa tokoh masa itu diantaranya; Andi Hasan (Sulowatang Ganra), H. Ahmad Andi Adam (Imam Lompo Ganra) dan Muh Aras (Tokoh Masyarakat). Dalam lembaga pendidikan ini terdapat Pondok Pesantren YPIG yang secara khusus membina santri dan santriwati terhadap pengembangan ilmu agama seperti pelajaran kitab kuning, tafsir dan hafidz al-Qur'an.

YPIG telah menelorkan beberapa alumni yang berprestasi diantaranya KH. Muh. Naim (Mantan Imam Besar Almarkas Makassar), Prof. Dr. Abd. Rahim Yunus, MA (Guru Besar UIN Alauddin dan Sekjen MUI SUL-SEL) dan Prof. Dr. Jalaluddin Rahman, MA (Guru Besar UIN Alauddin Makassar).

Dari pemaparan di atas dapat diasumsikan bahwa Ganra merupakan suatu wilayah pedesaan yang kaya akan nilai historis, filosofis dan religius, yang secara nyata telah banyak memberikan kontribusinya terhadap perkembangan pendidikan baik dalam bidang agama maupun dalam bidang pengetahuan umum di Indonesia secara umum dan di Kabupaten Soppeng secara khusus.