Gangren

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Gangrene
GangreneFoot.JPG
Gangren kering menjangkiti empat jari kaki kanan seorang penderita diabetes.
Klasifikasi dan rujukan luar
Bidang Kardiologi
ICD-10 R02., I70.2, E10.2, I73.9
ICD-9-CM 040.0, 785.4
DiseasesDB 19273
MedlinePlus 007218
eMedicine article/217943 article/782709 article/214992 article/438994 article/2028899 article/2051157
Patient UK Gangren
MeSH D005734

Gangren adalah kondisi serius yang muncul ketika banyak jaringan tubuh mengalami nekrosis atau mati.[1][2] Kondisi ini terjadi setelah seseorang mengalami luka, infeksi, atau masalah kesehatan kronis yang memengaruhi sirkulasi darah.[2] Penyebab utama gangren adalah berkurangnya suplai darah ke jaringan yang terjangkit gangren, sehingga mengakibatkan kematian sel.[3] Diabetes dan merokok jangka panjang turut menambah risiko gangren.[2][3]

Ada berbagai jenis gangren dengan gejala-gejala yang berbeda pula, seperti gangren kering, gangren basah, gangren gas, gangren dalam, dan necrotising fasciitis.[1][2] Gangren dapat ditangani dengan cara penyiangan (jika parah diamputasi) terhadap bagian tubuh yang terjangkit, antibiotik, bedah vaskuler, terapi belatung, atau terapi oksigen hiperbarik.[4]

Perawatan[sunting | sunting sumber]

Perawatan tergantung dari lokasi gangren dan banyaknya bagian tersebut yang tergerus. Cara terbaik adalah mengembalikan kelancaran aliran darah (revascularization) dari organ terkait, yang mana dapat mengembalikan gerusan (necrosis) dan menyembuhkannya. Perawatan lainnya termasuk penggunaan antibiotik, perlindungan luka, perepihan (debriment) dan amputasi.

"Kebanyakan amputasi terjadi karena penyumbatan pembuluh-pembuluh darah kecil (Iskemi) pada bagian bawah anggota badan. Pada amputasi Dysvascular, 15-28 persen pasien akan kehilangan kakinya dalam 3 tahun. Pada manula yang menjalani amputasi, 50 persen akan tetap hidup dalam 3 tahun pertama."[5]

Di Amerika serikat 30.000-40.000 amputasi dilakukan setiap tahunnya. Penggunaan antibiotik saja tidak efektif, karena antibiotik tidak cukup menembus bagian yang terinfeksi.[6] Terapi tekanan tinggi oksigen (Hyperbaric oxygen therapy) digunakan untuk mengobati gangren bersifat gas. Metode ini meningkatkan tekanan udara secara perlahan, sehingga darah akan membawa lebih banyak oksigen dan menghambat pertumbuhan dan reproduksi organisme anaerobik.[7] Sebuah terapi regenerasi telah dikembangkan oleh Dr. Peter DeMarco untuk merawat gangren menggunakan procaine dan PVP. Ia mengaplikasikan terapinya untuk mencegah terjadinya amputasi. Zat-zat pertumbuhan, hormon-hormon, dan cangkok kulit juga telah digunakan untuk mempercepat penyembuhan gangren dan luka kronis lainnya.[butuh rujukan]Angioplasty atau melancarkan pembuluh darah dengan kateter harus dipertimbangkan, jika penyumbatan yang berat terjadi pada pembuluh darah kaki bawah (tibial and peroneal artery) yang menyebabkan gangren.[8]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Porth, Carol (2007). Essentials of pathophysiology. Lippincott Williams & Wilkins. p. 41. ISBN 978-0-7817-7087-3. Diakses tanggal 2010-06-15. 
  2. ^ a b c d "Gangrene – Introduction". NHS Health A–Z. NHS. Diakses tanggal 2010-06-15. 
  3. ^ a b "Gangrene – Causes". NHS Health A–Z. National Health Service (England). Diakses tanggal 2010-06-15. 
  4. ^ "Gangrene – Treatment". NHS Health A–Z. National Health Service (England). Diakses tanggal 2010-06-15. 
  5. ^ Amputations of the Lower Extremity di eMedicine
  6. ^ Lipsky BA (December 1999). "Evidence-based antibiotic therapy of diabetic foot infections". FEMS Immunol. Med. Microbiol. 26 (3-4): 267–76. doi:10.1016/s0928-8244(99)00143-1. PMID 10575138. 
  7. ^ Slack WK (May 1976). "Hyperbaric oxygen therapy in anaerobic infections: gas gangrene". Proceedings of the Royal Society of Medicine 69 (5): 326–7. PMC 1864235. PMID 1273078. 
  8. ^ "Angioplasty and stent placement - peripheral arteries". Diakses tanggal July 24, 2013.