Gambas

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Gambas
Luffa acutangula Edit nilai pada Wikidata

Edit nilai pada Wikidata
Taksonomi
DivisiTracheophyta
SubdivisiSpermatophytes
KladAngiospermae
Kladmesangiosperms
Kladeudicots
Kladcore eudicots
KladSuperrosidae
Kladrosids
Kladfabids
OrdoCucurbitales
FamiliCucurbitaceae
TribusSicyoeae
GenusLuffa
SpesiesLuffa acutangula Edit nilai pada Wikidata
Roxb., 1832
Tata nama
BasionimCucumis acutangulus (en) Terjemahkan Edit nilai pada Wikidata

Gambas atau oyong (Luffa acutangula, suku labu-labuan atau Cucurbitaceae), adalah komoditas sayuran minor. Penanamannya biasanya dilakukan di pekarangan atau bagian ladang yang tidak digunakan untuk tanaman lain. Oyong dipanen buahnya ketika masih muda dan diolah sebagai sayur.

Oyong masih sekerabat dengan belustru (Luffa aegyptiaca).

Habitat[sunting | sunting sumber]

Oyong pada dasarnya mudah hidup di mana saja. Tanaman ini termasuk tanaman merambat, yang membutuhkan iklim panas, dengan ketersediaan air yang cukup sepanjang musim. Lingkungan tumbuh yang ideal bagi tanaman oyong adalah di daerah yang bersuhu 18–24 °C, dan kelembapan 50–60%.

Cara menanam tanaman oyong adalah tanam langsung dengan memasukan 2 biji ke dalam lubang sedalam 1–2 cm kemudian ditimbun tanah. Panen mulai usia 3 bulan dan diulangi setiap seminggu sekali. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, tanaman ini membutuhkan tanah yang subur, gembur, banyak mengandung humus, beraerasi dan berdrainase baik, serta mempunyai pH 5,5–6,8. Tanah yang paling ideal bagi budi daya oyong adalah jenis tanah liat berpasir, misalnya tanah latosol, aluvial, dan podsolik merah kuning.[1]

Oyong rentan terhadap serangan hama kumbang daun, ulat grayak, ulat tanah, lalat buah, busuk daun, embun tepung, antraknos, layu bakteri, dan virus mosaik.[1]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Budidaya Oyong di Cariu, Bogor. Diarsipkan 2013-10-15 di Wayback Machine. Diakses dari situs Kementrian Pertanian pada 15 Oktober 2013.