Fondasionalisme

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Fondasionalisme adalah pandangan yang menyatakan bahwa terdapat keyakinan yang mendasar dan menjadi landasan utama bagi semua pengetahuan yang dibangun di atasnya.[1] Hal ini berhubungan dengan epistemologi. Fondasionalisme ini menjadi salah satu ciri utama filsafat modern sejak Descartes.[2][1] Tugas pokok filsafat modern adalah mencari fondasi segala pengetahuan (fondasionalisme).[2]

Rene Descartes, pelopor modernisme

Tugas para filsuf, menurut paham ini, adalah mengesahkan pernyataan ilmiah dari disiplin-disiplin ilmu yang ada dengan cara menemukan fondasi atau dasar utamanya.[1] Hal tersebut berkaitan dengan asumsi modernitas bahwa ilmu pengetahuan semestinya bergerak dalam garis lurus hingga mencapai satu titik aksiomatis, di mana pengetahuan tidak membutuhkan pembenaran apapun lagi.[1] Rasio dipandang sebagai satu-satunya alat yang mampu mengerjakan hal tersebut.[1] Di sinilah, tampak warisan dari Rene Descartes yang memusatkan filsafat pada rasio manusia dengan slogan 'aku berpikir maka aku ada' (cogito ergo sum).[1] Dengan demikian, menurut paham fondasionalisme, kebenaran adalah persesuaian antara sesuatu dengan fondasinya dan sekaligus persesuaian antara akal dan kenyataan yang teramati.[1]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e f g Joas Adiprasetya. 2002. Mencari Dasar Bersama. Jakarta: UPI STT Jakarta & BPK Gunung Mulia. 16-17.
  2. ^ a b Bambang Sugiharto. 1996. Postmodernisme:Tantangan bagi Filsafat. Yogyakarta:Kanisius. 33.