Dezhou

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Dezhou

德州市

Tehchow
Dezhou6.jpg
ChinaShandongDezhou.png
NegaraRepublik Rakyat Tiongkok
ProvinsiShandong
Setingkat kabupaten11
Tempat munisipalDuistrik Decheng
(37°26′N 116°16′E / 37.433°N 116.267°E / 37.433; 116.267)
Pemerintahan
 • Sekretaris PKTWu Cuiyun (吴翠云)
 • Wali kotaChen Fei
Luas
 • Total10.356 km2 (3,998 sq mi)
Populasi
 (2010)[1]
 • Total5.586.200
 • KepadatanBad rounding here540/km2 (Bad rounding here1,400/sq mi)
Zona waktuUTC+08:00 (Standar Tiongkok)
Kode area0534
ISO 3166 codeCN-SD-14
Awalan Pelat Nomor鲁N
Situs webdz.gov.cn

Dezhou (Hanzi: 德州; Pinyin: Dézhōu) adalah suatu kota setingkat prefektur di barat laut Provinsi Shandong, Republik Rakyat Tiongkok. Kota ini berbatasan dengan ibu kota provinsi Jinan di tenggara, Liaocheng di barat daya, Binzhou di timur laut, dan Provinsi Hebei di utara.

Administrasi[sunting | sunting sumber]

Munisipalitas Dezhou terdiri atas tiga belas pemerintahan setingkat kabupaten:[2]

Distrik
  • Distrik Decheng (德城区). Pemerintah kota setingkat prefektur berada di distrik ini.
  • Distrik Lingcheng (陵城区)
Kota

Kota (县级市 xianji shi) di bawah pemerintahan Dezhou adalah:

  • Leling (乐陵市)
  • Yucheng (禹城市)
Kabupaten

Kabupaten (县 xian) yang dikelola Dezhou adalah:

  • Pingyuan (平原县)
  • Xiajin (夏津县)
  • Wucheng (武城县)
  • Qihe (齐河县)
  • Linyi (临邑县)
  • Ningjin (宁津县)
  • Qingyun (庆云县)

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Historis[sunting | sunting sumber]

Sungai Kuning dan Kanal Besar mengalir melalui Dezhou dan menjadi pusat transit kargo yang penting sejak zaman dahulu. Pusat transit kargo ini digambarkan sebagai "Persimpangan Sembilan Arteri"(九达天衢)dan "Portal Ibu Kota"(神京门户).

Era modern[sunting | sunting sumber]

Dezhou terhubung dengan daerah lain melalui jalur kereta api Shijiazhuang-Dezhou, Shijiazhuang-Ji'nan HSR, kereta api Beijing-Shanghai, dan Beijing-Shanghai HSR . Satu jalur kereta api trek tunggal kecil juga menghubungkan Dezhou dengan kota Dongying.

Jalan bebas hambatan utama yang melewati Dezhou adalah Jalan Tol G3 Beijing-Taipei, terbentang dari utara ke selatan, terhubung dengan jalan tol provinsi lainnya dan Jalan Raya Nasional 104 dan 105.

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Daya tarik historis Dezhou yang terbesar adalah makam Sultan Paduka Pahala dari Sulu (Filipina), yang meninggal di Dezhou dalam perjalanan pulang dari kunjungan ke Kaisar Yongle pada tahun 1417. Makam itu terpelihara dengan baik dan telah dinyatakan sebagai situs warisan nasional. Kaum muslim keturunan sultan hingga saat ini masih tinggal di Dezhou dan diklasifikasikan sebagai minoritas Hui.

Salah satu daerah setingkat kabupaten di Dezhou, yaitu Lingxian, dahulu dalam sejarah adalah kabupaten besar di Tiongkok ketika masih bernama Kabupaten Pingyuan. Saat ini bagian dari tembok kota kuno Dinasti Tang masih ada di selatan Lingxian. Sebelum Tiga Negara terbentuk, salah satu dari tiga kaisar bernama Liu Bei pernah menjadi kepala kabupaten ini, bersama-sama rekannya, Guan Yu dan Zhang Fei. Selain itu, daerah ini adalah kampung halaman Dongfang Shuo (东方朔), penasihat paling terkenal dalam masa kekuasaan Kaisar Wu dari Han. Masa Dinasti Tang, Yan Zhenqing, seorang artis kaligrafi Tiongkok besar, pernah menjabat administrator kabupaten ini. Saat ini, sebuah balai memorial untuk kedua tokoh sejarah di atas telah dibangun di Taman Rakyat Lingxian. Di sana tersimpan banyak benda-benda Dongfang Shuo dan inskripsi batu Yan Zhenqing.

Di Kabupaten Qingyun terdapat satu kuil terkenal, yaitu Kuil Haidao Jinshan. Kuil itu adalah salah satu pusat Agama Buddha terbesar di Tiongkok Utara. Atraksi paling menarik adalah lorong bawah tanahnya tempat potret neraka disajikan dengan menggunakan teknologi tinggi.

Industri[sunting | sunting sumber]

Suatu kawasan yang disebut sebagai "Lembah Surya" ("Solar Valley") dibangun di Dezhou. Sumber energi operasional kawasan itu hampir seluruhnya berasal dari tenaga surya.

Saat ini salah satu industri terbesar dan terkenal di Dezhou adalah industri energi surya, termasuk dua korporasi utama, yaitu Grup Himin (皇 明 集团) dan mitranya Grup Ecco Solar (亿 家 能 集团). Reputasi internasional Dezhou meningkat ketika terpilih menjadi tuan rumah Kongres Kota Surya Internasional tahun 2010.[3]

Greenpeace Tiongkok pada Mei 2009 menyebutkan Dezhou sebagai contoh menunjukkan energi terbarukan dapat menjadi kenyataan yang lebih umum di seluruh dunia.[4]

Proyek "Lembah Surya" dimulai sejak tahun 2006 oleh Huang Ming, seorang pengusaha dan insinyur. Dibangun dengan model kota, dalam kawasan itu dibangun laboratorium riset, pabrik, kampus, hotel, dan pusat pertemuan bertenaga surya. Konsep ini seiring dengan kebijakan pemerintah yang mengarahkan perubahan dari sumber energi batu bara menjadi energi terbarukan. Tahun 2016 Tiongkok menjadi investor terbesar dalam energi terbarukan di dunia.[5][6]

Orang-orang terkemuka[sunting | sunting sumber]

  • Dongfang Shuo (154-93 SM, Dinasti Han Barat), penulis dan penyair
  • Yan Zhenqing (709-784, Dinasti Tang), seniman kaligrafi, penyair
  • Zhang Yuqi (1986), aktris Tiongkok
  • Ma Tianyu (1986), aktor Tiongkok

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "德州市2010年第六次全国人口普查主要数据公报" [Buletin data utama sensus nasional keenam di Kota Dezhou pada tahun 2010]. luqyu.cn (dalam bahasa Tionghoa). 08-06-2011. Diarsipkan dari versi asli tanggal 06-04-2012. Diakses tanggal 13-11-2019. 
  2. ^ "Political divisions of Dezhou City" (dalam bahasa Tionghoa). Diarsipkan dari versi asli tanggal 23-07-2011. Diakses tanggal 08-06-2011. 
  3. ^ "Previous congresses". Internatonal Solar Cities Initiative (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 26-07-2011. Diakses tanggal 13-08-2010. 
  4. ^ "On the sunny side of the street". Greenpeace (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 07-02-2010. Diakses tanggal 14-11-2019. 
  5. ^ "China's Solar Valley - 'Solar everything'". ABC RN (dalam bahasa Inggris). 04-06-2016. Diakses tanggal 14-11-2019. 
  6. ^ Kostka, Genia; Mol, Arthur P. (Maret 2013). "Implementation and Participation in China's Local Environmental Politics: Challenges and Innovations". Journal of Environmental Policy and Planning. 15 (1): 7. doi:10.1080/1523908X.2013.763629. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]