Daya guna

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Seseorang mencoba sebuah produk.

Daya guna, nilai guna atau utilitas dalam bidang ekonomi adalah nilai kepuasan atau manfaat yang diterima seorang konsumen dari suatu barang atau jasa yang ia konsumsi. Jika tingkat kepuasan yang semakin tinggi, maka semakin tinggi pula daya guna suatu barang atas jasa tersebut. Daya guna dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu daya guna total dan daya guna marginal. Daya guna total merupakan jumlah daya guna yang didapatkan konsumen dalam mengonsumsi suatu barang atau jasa, sedangkan daya guna marginal merupakan daya guna tambahan yang didapatkan konsumen akibat penambahan konsumsi suatu barang atau jasa.[1][2]

Fungsi[sunting | sunting sumber]

Dalam analisis ekonomi, daya guna sering digunakan untuk menggambarkan urutan preferensi sekelompok barang, contohnya seorang konsumen bernama Bambang merasa lebih puas membeli 3 buah buku jika dibandingkan dengan membeli satu baju, hal ini berarti buku-buku tersebut memberikan daya guna yang lebih besar dibandingkan dengan baju tadi. Fungsi daya guna dapat ditunjukkan dengan sekumpulan kurva indiferensi, yang masing-masing mempunyai indikator numerik.

Jenis[sunting | sunting sumber]

Daya guna dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yakni sebagai berikut:[3][4]

Daya guna waktu[sunting | sunting sumber]

Daya guna waktu adalah ketika suatu barang atau jasa disediakan dalam waktu yang paling tepat atau waktu paling diinginkan konsumen. Perusahaan dapat memaksimalkan daya guna waktu suatu barang atau jasa dengan menyesuaikan kinerja proses produksi, logistik dan pengantaran. Sebagai contoh, menyewakan payung ketika hujan tiba.

Daya guna tempat[sunting | sunting sumber]

Daya guna tempat berpusat pada penyediaan barang atau jasa supaya konsumen potensial dapat dengan mudah mengaksesnya. Sebagai contoh, pasir di sungai akan memiliki daya guna ketika dikirimkan ke kota untuk keperluan pembangunan.

Daya guna bentuk[sunting | sunting sumber]

Daya guna bentuk merujuk pada seberapa bagus barang atau jasa berhasil memuaskan konsumen. Misalnya, sebuah perusahaan melakukan riset fitur-fitur apa saja yang diinginkan pembeli, sehingga kemudian perusahaan menambahkan fitur-fitur tersebut ke produknya.

Daya guna kepemilikan[sunting | sunting sumber]

Daya guna kepimilikan adalah seluruh daya guna yang dirasakan dari memiliki suatu barang atau jasa, bahkan di luar kegunaan utama barang tersebut diproduksi. Sebagai contoh, seseorang membeli ember untuk mengambil air, tetapi di saat yang lain, ember juga bisa digunakan sebagai wadah mainan anak.

Lihat juga[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Konsep Daya Guna". web-suplemen.ut.ac.id. Diakses tanggal 2021-01-07. 
  2. ^ iwannafre (2014-07-31). "Teori Nilai Guna atau Utility". Siswapedia. Diakses tanggal 2021-01-07. 
  3. ^ Maverick, J. B. "What Are the Four Types of Economic Utility?". Investopedia (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-01-07. 
  4. ^ "Nilai Guna Kelas X Ekonomi | Zenius Education". zenius.net. Diakses tanggal 2021-01-07.