Danau Vembanad

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Danau Vembanad
  • വേമ്പനാട്ട് കായല്‍
  • Vēmpanāṭṭ Kāyal
Kerala Water Transport DS.jpg
Sarana transportasi air di Danau Vembanad
Location of Vembanad Lake
Location of Vembanad Lake
Danau Vembanad
Koordinat9°35′N 76°25′E / 9.583°N 76.417°E / 9.583; 76.417Koordinat: 9°35′N 76°25′E / 9.583°N 76.417°E / 9.583; 76.417
Aliran masuk utamaSungai Achenkovil, Manimala, Meenachil, Muvattupuzha, Sungai PambaPamba, Periyar
Aliran keluar utamabeberapa kanal
Terletak di negaraIndia
Panjang maks.96,5 km (60,0 mi)
Lebar maksimal14 km (8,7 mi)
Area permukaan2033 km2 (785 sq mi)
Kedalaman maks.12 m (39 ft)
Ketinggian permukaan0 m (0 ft)
KepulauanPathiramanal, Perumbalam, Pallippuram
PermukimanKottayam, Alappuzha, Kochi, Cherthala
Nama resmi: Vembanad-Kol Wetland
Ditetapkan:19 August 2002

Danau Vembanad adalah danau terpanjang di India,[1] sekaligus danau terbesar di Kerala. Dengan area seluas 2.033,02 km² dan panjang maksimal 96.5 km, danau ini merupakan salah satu situs Ramsar terbesar India. Beberapa daerah di sekitar danau ini memiliki ketinggian rata-rata lebih rendah dari permukaan laut, khususnya daerah di sekitar Kuttanad yang memiliki lahan pertanian produktif di bawah permukaan laut.[2][3][4]

Geografi dan hidrologi[sunting | sunting sumber]

Lokasi danau di Kerala

Ekosistem lahan basah yang didukung oleh Danau Vembanad meliputi area seluas 2.033,02 km².[5] Danau ini serta ekosistem lahan basah di sekitar danau dibagi ke dalam tiga distrik, yaitu Alapuzzha, Ernakulam, dan Kottayam.

Danau ini berada di daerah pesisir Kerala dan dipisahkan dari Laut Lakadewa oleh pulau penghalang yang sempit. Terdapat kanal yang menyambungkan danau ini dengan beberapa danau pesisir lain baik ke arah utara maupun selatan. Lebar maksimum danau ini adalah 14 km. Danau ini disuplai oleh aliran dari 10 buah sungai, termasuk enam sungai utama di Kerala Tengah, yaitu Sungai Achenkovil, Manimala, Meenachil, Muvattupuzha, Pamba, dan Periyar. Kesepuluh sungai yang mengalir ke danau ini turut membentuk daerah basin yang subur dengan luas 15.770 km², sekitar 40% dari seluruh wilayah Kerala.[6]

Demografi[sunting | sunting sumber]

Lebih dari 1,6 juta jiwa hidup di sekitar danau ini dan menggantungkan diri pada danau ini, baik secara langsung maupun tidak langsung.[7]

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Sisi danau di daerah Kumarkom
Rumah perahu di Danau Vembanad

Danau Vembanad berada di jantung perairan tenang Kerala dan merupakan salah satu destinasi wisata yang populer di daerah itu. Wilayah Vembanad adalah ekosistem lahan basah yang luas yang berisi banyak habitat yang lebih kecil. Keanekaragaman hayati yang kaya di kawasan ini menarik wisatawan dari seluruh dunia.[8]

Terdapat banyak resor di tepian danau. Para wisatawan dapat pula menyewa kettuvallam atau rumah perahu. Daerah ini secara umum merupakan kawasan yang aman bagi wisatawan dan tercatat hanya memiliki satu kasus gangguan terhadap turis, yaitu pada tahun 2004, yang dilaporkan oleh The Times of India.[9]

Nilai penting ekologi[sunting | sunting sumber]

Salah satu pemandangan Danau Vembanad

Danau ini memiliki nilai penting sebagai lahan basah, sebagaimana yang didefinisikan pada Konvensi Ramsar tentang konservasi dan pemanfaatkan lahan basah yang berlanjutan.[10]

Ekologi satwa[sunting | sunting sumber]

Vembanad dan lahan basah di sekitarnya memiliki kekayaan hayati yang beragam. Terdapat berbagai macam satwa, mulai dari jenis-jenis burung, termasuk burung migrasi, hingga beragam jenis ikan, udang, dan moluska.[8]

Vembanad disebut sebagai rumah bagi lebih dari 20.000 ekor anseriformes pada musim dingin, terbesar ketiga di India.[11][12] Beberapa spesies anseriformes yang terancam punah yang bermigrasi ke danau ini antara lain pelikan (Pelicanus philippensis), pecuk-ular asia (Anlinga melanogaster), burung ayam-ayaman (Galliere cincera), and dara-laut (Sterna malnogaster). Total spesies burung migrasi (termasuk anseriformes) tiap tahunnya sebanyak 50 spesies[12] Selain kelompok burung migrasi, tercatat ada 91 spesies yang menetap. Jumlah ini terbilang fluktuatif, tetapi jauh lebih besar dari jumlah spesies yang tercatat pada 1994-1996. Pada tahun 1994 tercatat ada 27 spesies burung dengan populasi sebesar 29.991 ekor; 33 spesies dengan populasi 21.416 ekor pada 1995; dan 35 spesies dengan populasi 21.724 ekor pada 1996.[12]

Danau Vembanad dan lahan basah di sekitarnya adalah habitat yang ideal bagi udang, dengan hasil tangkapan yang tinggi.[13] Namun, banjir Kerala tahun 2018 menyebabkan penurunan populasi udang.[14] Tercatat adalah tiga spesies udang, 150 spesies ikan, dan empat spesies moluska.[8] Ikan resmi Kerala, karimeen dapat ditemui di daerah ini, bersama dengan makhluk air lainnya seperti ular air, labi-labi, ikan mas, ikan gabus, serta spesies lainnya.[12]

Ekologi tumbuhan[sunting | sunting sumber]

Di pinggiran danau di daerah Kuttanad, umumnya tumbuh subur pepohonan mangga dengan beragam varietasnya. Hutan bakau pun tumbuh meluas di daerah yang agak jauh dari permukiman. Akar-akar bakau membantu menahan tanah dan mencegah erosi, serta menyediakan habitat dan sumber makanan bagi berbagai macam hewan kecil yang ada. Tanah di hutan bakau umumnya lembab dan berawa, bahkan ada yang tertutup air hampir sepanjang tahun. Di wilayah hutan bakau pula dapat kita temui spesies tumbuhan terendam, seperti Ceratophyllum, Utricularia, Chara, alga hijau (Nitella), Hydrilla, dan Potamogetonaceae.[8]

Ancaman[sunting | sunting sumber]

Tumbuhnya eceng gondok (Eichornia crassipes) menjadi masalah utama di sebagian wilayah di danau Vembanad, khususnya di sekitar Kuttanad.[8] Permukaan danau dipenuhi oleh eceng gondok yang tumbuh secara massif (cepat dan meluas), yang mengakibatkan terganggunya transportasi masyarakat yang bergantung pada perahu. Pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali pun menimbulkan masalah baru berupa bau busuk akibat air yang tergenang.[8] Para peneliti di Kerala tengah mempelajari kemungkinan untuk membuat pakan ternak dari bahan eceng gondok kering. Namun, hingga saat ini belum ada berita mengenai keberhasilan salah satu usaha untuk meredam invasi eceng gondok tersebut.[8]

Permasalahan lain yang mengancam kelestarian danau terpanjang di India ini adalah pengerukan tanah yang tidak direncanakan secara matang. Menurut salah satu berita pada kanal Mathrubhumi, sisi utara danau Vembanad mengalami sedimentasi parah, yang mengakibatkan perahu nelayan kesulitan untuk bergerak, jaring atau pukat milik mereka hilang ditelan lumpur, dan tangkapan ikan terus menurun. Penurunan hasil tangkapan diduga karena ikan air payau yang menghuni danau perlahan punah karena sedimentasi serta tercemarnya danau dengan limbah.[15]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Ayub & George 2007, hlm. 48.
  2. ^ Sen 2019, hlm. 381.
  3. ^ Press Trust of India (1 Juni 2020). "Kerala Boat Ferries Lone Passenger To Help Her Take Exam". NDTV. Diakses tanggal 17 November 2021. 
  4. ^ Suchitra, M. (2003-08-13). "Thirst below sea level". The Hindu. Diarsipkan dari versi asli tanggal 22 September 2019. Diakses tanggal 17 November 2021. 
  5. ^ "Vembanad - Kol Wetland" (PDF). R. Gopakumar and Kaoru Takara, Pusat Pengembangan dan Manajemen Sumber Daya Air, Kozhikode. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 21 Juli 2011. Diakses tanggal 7 Februari 2011. 
  6. ^ "Ramsar Sites In Kerala" (PDF). ENVIS Centre, Kerala. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 21 Juli 2011. Diakses tanggal 7 Februari 2011. 
  7. ^ "Vembanad Wetland Conservation Program". Ashoka Trust for Research in Ecology and the Environment. Diakses tanggal 22 November 2021. 
  8. ^ a b c d e f g Varghese 2019, hlm. 169.
  9. ^ "Boat driver held for misbehaving with tourist". The Times of India. Diarsipkan dari versi asli tanggal 25 Oktober 2013. 
  10. ^ "The List of Wetlands of International Importances" (PDF). The Secretariat of the Convention on Wetlands (Ramsar, Iran, 1971) Rue Mauverney 28, CH-1196 Gland, Switzerland. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2 Januari 2008. Diakses tanggal 7 Januari 2008. 
  11. ^ Suja & Mohammed 2010, hlm. 49.
  12. ^ a b c d Varghese 2019, hlm. 170.
  13. ^ "Vembanad - Kol Wetland". World Wildlife Fund. 24 Mei 2006. Diarsipkan dari versi asli tanggal 17 Februari 2008. Diakses tanggal 23 Januari 2008. 
  14. ^ "Flood affects prawns population in Vembanad lake, improves 'Karimeen' count". Mathrubhumi. Kozhikode. 8 September 2021. Diakses tanggal 17 November 2021. 
  15. ^ "Who will save the Vembanad lake?". Mathrubumi. Kozhikode. 18 Mei 2017. Diakses tanggal 17 November 2021. 

Daftar Pustaka[sunting | sunting sumber]

Buku[sunting | sunting sumber]

Jurnal[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]