Danau Tazawa

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Danau Tazawa
田沢湖
Statue of Tatsuko with misty Lake Tazawa.jpg
Patung Tatsuko dekat Danau Tazawa
Danau Tazawa  田沢湖 berlokasi di Jepang
Danau Tazawa  田沢湖
Danau Tazawa
田沢湖
Lokasi Semboku, Prefektur Akita
Koordinat 39°43′30″LU 140°39′41″BT / 39,725°LU 140,66139°BT / 39.72500; 140.66139
Jenis badan air Danau kawah
Aliran masuk utama Tidak ada yang alami
Aliran keluar utama Tidak ada yang alami
Terletak di negara Jepang
Area permukaan 25.9 km2 (10.0 sq mi)
Kedalaman rata-rata 280.0 m (918.6 ft)
Kedalaman maks. 423.4 m (1,389 ft)
Volume air 7,20 km3
Panjang pantai1 20 kilometer (12 mi)
Ketinggian permukaan 290 m (950 ft)
1 Pantai pantai merupakan perkiraan.

Danau Tazawa (田沢湖 Tazawa-ko?) adalah danau kawah di Semboku, Prefektur Akita, utara Jepang. Danau ini adalah danau terdalam di Jepang (kedalaman maksimum 423,4 m). Kedalaman danau menyebabkan permukaan air danau tidak pernah membeku di musim dingin.

Sejarah alami[sunting | sunting sumber]

Hingga tahun 1940, spesies ikan penghuni asli Danau Tazawa adalah kunimasu (Oncorhynchus nerka kawamurae), salmon merah, Tribolodon hakonensis, trout Jepang, char, karper, Siluriformes, dan sidat. Tetapi, setelah terjadi perubahan tingkat keasaman air danau tahun 1940, hampir semua organisme di danau ini punah, termasuk kunimasu. Ikan yang dapat bertahan hidup hanya Tribolodon hakonensis.[1] Meskipun demikian, sembilan spesimen ikan kunimasu ditemukan di Danau Saiko, Prefektur Yamanashi pada bulan Maret dan April 2010.[2]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Diduga danau ini mulai diberikan nama pada Zaman Meiji ketika manusia mulai menempati kaki-kaki bukit di sekitarnya. Tetapi, danau ini telah dikenal sebelumnya oleh Suku Ainu dan nama “Tazawa” diperkirakan berasal dari kata dalam bahasa Ainu Tapukopu, yang artinya "bukit dengan puncak melingkar ke atas".

Danau ini juga dihubungkan dengan legenda Putri Tatsuko, yang tidak diketahui asal mulanya. Di tepi barat Tazawa terdapat patung Tatsuko berwarna emas yang terbuat dari perunggu hasil karya Yasutake Funakoshi. Tatsuko, yang mendambakan keabadian dan kecantikan, dalam legenda disebutkan berubah menjadi dewi danau.[3][4]

Legenda[sunting | sunting sumber]

Di desa pinggir Danau Tazawa hidup seorang gadis sangat cantik bernama Tatsuko. Ia sadar bahwa kecantikannya tidak akan bertahan lama. Selama 100 malam berturut-turut Tatsuko berdoa kepada Buddha Welas Asih agar diberi kecantikan abadi.

Buddha akhirnya mengabulkan permintaannya. Dia disuruh untuk meminum air dari mata air di tengah gunung. Tatsuko menemukan mata air itu dan meminumnya. Namun semakin diminum, ia semakin merasa haus. Tanpa disadari tubuhnya telah berubah menjadi seekor naga. Setelah menyesali perbuatannya, Tatsuko menceburkan diri ke dalam Danau Tawada dan hidup sebagai naga di danau.

Ibu Tatsuko cemas dengan putrinya yang pergi ke gunung dan tidak kunjung pulang. Ia akhirnya bertemu dengan Tatsuko di pinggir danau. Tatsuko awalnya menghampiri ibunya dalam wujud seorang gadis. Namun berubahnya Tatsuko menjadi seekor naga akhirnya diketahui juga oleh ibunya. Ibunya menjadi sangat sedih dan lalu melemparkan obor yang dipegangnya ke dalam air. Obor berubah menjadi ikan misterius yang disebut kunimasu.

Di daerah pesisir, sebelah utara Danau Tazawa terdapat danau bernama Hachirōgata. Di danau itu hidup seekor naga bernama Hachitarō yang dulunya berwujud manusia. Ia tahu tentang keberadaan Tatsuko, dan pergi ke Danau Tazawa untuk menjumpainya. Hachitarō lalu jatuh cinta kepada Tatsuko dan tinggal bersamanya di Danau Tazawa. Setelah kehilangan penghuninya, Danau Hachirōgata dari tahun ke tahun semakin dangkal. Sebaliknya setelah penghuninya bertambah, Danau Tazawa menjadi semakin dalam dan hangat sehingga tidak pernah membeku selama musim dingin.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Kawanabe, Hiroya; Masahide Yuma, Izumi Nakamura, Kurt D. Fausch (1998). Fish Biology in Japan: An Anthology in Honour of Hiroya Kawanabe (dalam bahasa Inggris). Springer. p. 102. ISBN 0-792-351-266. 
  2. ^ Tetsuji Nakabo (22-02-2011). "田沢湖で絶滅した固有種クニマス(サケ科)の山梨県西湖での発見" (dalam bahasa Jepang). Universitas Kyoto. Diakses tanggal 07-05-2012. 
  3. ^ "Funakoshi Yasutake". Iwate Museum of Art (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 22-04-2013. 
  4. ^ "Sightseeing Spots: Tazawako Area: Statue of Tatsuko". Situs resmi Kota Semboku (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 22-04-2013. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]