Daftar metode pemurnian dalam ilmu kimia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Pemurnian dalam konteks kimia adalah pemisahan fisik bahan kimia yang diinginkan dari bahan asing atau pencemar. Hasil murni dari proses pemurnian yang berhasil disebut isolat. Berikut adalah daftar metode pemurnian kimia yang belum dapat dikatakan lengkap.

  • Pemurnian afinitas digunakan untuk memurnikan protein dengan menahan mereka dalam sebuah kolom memanfaatkan afinitas mereka terhadap antibodi, enzim atau reseptor yang telah diimobilisasi pada kolom.
  • Filtrasi adalah metode mekanis untuk memisahkan padatan dari cairan atau gas dengan mengalirkan input melalui lembaran berpori seperti kain atau membran, yang akan menahan padatan dan membiarkan cairan melaluinya.
  • Sentrifugasi adalah sebuah proses di mana partikel ringan direvolus dengan kecepatan tinggi menggunakan bantuan motor listrik sehingga partikel halus yang tidak mengendap akan mengendap.
  • Evaporasi digunakan untuk menghilangkan cairan volatil dari solut non-volatil yang tidak dapat dilakukan melalui filtrasi karena kecilnya ukuran zat.
  • Ekstraksi cair–cair menghilangkan ketakmurnian (impurity) atau memulihkan produk yang diinginkan dengan melarutkan bahan mentah ke dalam pelarut di mana komponen lain dari bahan mentah mudah larut.
  • Kristalisasi memisahkan produk dari aliran cairan input, sering kali dalam kondisi ekstrem murni, dengan cara mendinginkan aliran atau menambahkan presipitan (pengendap) yang mempunyai kelarutan yang lebih rendah daripada produk yang diinginkan sehingga membentuk kristal. Kristal padat murni kemudian dipisahkan dari cairan lainnya menggunakan teknik filtrasi atau sentrifugasi.
  • Rekristalisasi: dalam kimia analitik dan sintesis kimia, pereaksi yang dibeli dengan kemurnian yang meragukan dapat direkristalisasi, misalnya dilarutkan dalam pelarut yang sangat murni, dan kemudian dikristalisasi, kemudian kristal dipulihkan untuk meningkatkan dan/atau memverifikasi kemurniannya.
  • Adsorpsi menghilangkan ketakmurnian terlarut dari aliran input dengan menjebaknya pada permukaan bahan padat seperti karbon aktif yang membentuk ikatan non-kovalen yang kuat dengan ketakmurnian. Kromatografi menerapkan adsorpsi dan desorpsi dalam padatan terkemas untuk memurnikan beberapa komponen sekaligus dalam sekali jalan.
  • Peleburan digunakan untuk menghasilkan logam dari bijih logam, dan melibatkan penambahan bahan kimia pada bijih dan memanaskannya hingga titik lebur logam.
  • Pengilangan terutama digunakan dalam industri minyak bumi, di mana minyak mentah dipanaskan dan dipisahkan ke dalam beberapa fraksi sesuai titik kondensasi komponen-komponennya.
  • Distilasi, banyak digunakan dalam pengilangan minyak bumi dan dalam pemurnian etanol, memisahkan cairan volatil berdasarkan volatilitas relatifnya.
  • Pemurnian air menggabungkan sejumlah metode untuk menghasilkan air bersih atau air minum.
  • Pengolahan hilir merujuk pada pemurnian bahan kimia, farmasi dan bahan pangan yang dihasilkan dari fermentasi atau disintesis oleh jaringan tumbuhan dan hewan, misalnya antibiotika, asam sitrat, vitamin E, dan insulin.
  • Fraksionasi merujuk pada strategi pemurnian progresif yang menyatukan beberapa metode pemurnian yang relatif tidak efisien berulang kali diaplikasikan.
  • Elektrolisis mengacu pada pemecahan zat menggunakan arus listrik. Teknik ini menghilangkan ketakmurnian dalam suatu zat yang dialiri arus listrik.
  • Sublimasi adalah proses perubahan zat (biasanya pada pemanasan) dari padat ke gas (atau dari gas ke padat) tanpa melalui fase cair.
  • Bioleaching adalah ekstraksi logam dari bijihnya melalui penggunaan organisme hidup.
  • Bioleaching is the extraction of metals from their ores through the use of living organisms.
  • Triturasi oleh sistem pelarut.

Lihat juga[sunting | sunting sumber]

Proses pemisahan