Celuk, Sukawati, Gianyar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Koordinat: 8°35′59″S 115°16′15″E / 8.599833°S 115.270716°E / -8.599833; 115.270716

Celuk
Negara Indonesia
ProvinsiBali
KabupatenGianyar
KecamatanSukawati
Kodepos
80582
Kode Kemendagri51.04.01.2005
Luas2,88 km²[1]
Jumlah penduduk5.129 jiwa (2014)[1]
4.645 jiwa (2010)[2]
Kepadatan1.613 jiwa/km²(2010)
Jumlah KK1.283 KK[1]

Desa Celuk adalah salah satu desa di kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, provinsi Bali, Indonesia.[3]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Desa ini terletak di sebelah barat daya kota Gianyar dengan jarak ke kota kecamatan sekitar 2 km, jarak ke kota kabupaten 16 km, dan jarak ke kota provinsi 12 km. Luas desa ini sekitar 246,66 Ha (2,47 km2) yang terdiri dari persawahan, tegalan, pemukiman penduduk dan toko kerajinan. Dataran desa ini berbentuk landai, tidak berbukit dan terletak kurang lebih 72 meter dari permukaan laut. Tanahnya subur dengan sumber air dari sungai Wos.

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Sungai Wos (Desa Batuan)
Timur Sungai Wos (Desa Sukawati)
Selatan Jalan Tempekan Cakra (Desa Guwang dan Desa Batubulan Kangin)
Barat Desa Singapadu dan Desa Batubulan

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Pembagian wilayah[sunting | sunting sumber]

Desa Celuk sebagai desa dinas terdiri dari tiga desa adat yang sekaligus masing-masing desa adat merupakan banjar dinas dan bajar adat, yakni:

  1. Desa adat Camenggaon, pada masanya merupakan daerah pemukiman keluarga Arya Cameng, yang kemudian pindah ke Peguyangan, Badung. Wilayahnya kemudian diberi nama Camenggaon. "Cameng" dari nama Arya Cameng dan "Gaon" dari kata mekaon (Bahasa Bali: pindah). Di banjar ini terdiri dari 3 tempekan: Tempekan Mengaling (berbatasan dengan desa adat Tangsub), Tempekan Tangluk Mas (wilayahnya ditengah-tengah desa), dan Tempekan Cakra (berbatasan dengan desa adat Guwang). Desa adat ini merupakan pemekaran desa Guwang kira-kira dasawarsa 1960-an. Di desa inilah lahir maestro sastra wariga dan kalender Bali, I Ketut Bangbang Gde Rawi, yang kemudian dilanjutkan oleh putranya, Made Bambang Suartha.
  2. Desa adat Tangsub, pedukuhan ini terletak di sebelah barat Camenggaon. Disana pernah tinggal dalang wayang Bali, I Binder, yang dijuluki "Dalang Tangsub" karena berasal dari desa adat ini.
  3. Desa adat Celuk,

Demografi[sunting | sunting sumber]

Penduduk desa Celuk sampai dengan tahun 2014 (proyeksi BPS) berjumlah 5.129 jiwa terdiri dari 2.562 laki-laki dan 2.567 perempuan dengan sex rasio 99,81.[1]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d "Kecamatan Sukawati dalam Angka 2016". Badan Pusat Statistik Indonesia. 2016. Diakses tanggal 16 Desember 2018. 
  2. ^ "Penduduk Indonesia Menurut Desa 2010" (PDF). Badan Pusat Statistik. 2010. hlm. 132. Diakses tanggal 14 Juni 2019. 
  3. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]