Malam bebas kendaraan bermotor

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Car free night)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Peta lokasi Car Free Night Solo 2012

Malam bebas kendaraan bermotor (car free night) adalah perayaan di sepanjang jalan utama kota di malam hari, dengan menutup akses kendaraan bermotor. Dengan demikian, dihasilkan perayaan yang lebih sedikit polusi dengan akses yang adil bagi masyarakat yang memiliki maupun tidak memiliki kendaraan. Car free night adalah bentuk lain dari car free day, tetapi dengan aktivitas dan frekuensi penyelenggaraan berbeda. Jika car free night lebih mengarah kepada perayaan pada tahun baru, maka car free day lebih banyak diisi aktivitas olahraga regular tiap akhir bulan. Ide ini dipopulerkan oleh Jokowi pada masa awal kepemimpinannya di Jakarta untuk merayakan Tahun Baru 2013, walaupun sebenarnya telah lebih dahulu diwujudkan di Solo pada tahun 2011.[1]

Car Free Night Solo 2011[sunting | sunting sumber]

Car Free Night Solo dilakukan setelah suksesnya perayaan Car Free Day. Pada tanggal 31 Desember 2011, Pemerintah Kota Solo menutup akses kendaraan bermotor di sepanjang jalan Slamet Riyadi, sepanjang 4,2 kilometer. Untuk mempermudah transportasi menuju tempat penyelenggaraan, disediakan 32 kantong parker di sekitar jalan tersebut serta pengalihan arus 15 ruas jalan. Perayaan diisi dengan atraksi seni Tionghoa, pagelaran musik Jazz, tari tradisional, karawitan, keroncong, perkusi, wayang, serta musik religi. Acara dimulai dari pukul 9 malam hingga pukul 1 pagi keesokan harinya. Puncak acara berupa penyulutan kembang api tahun baru di Pasar Pon. Pengamanan dilakukan dengan mengerahkan 200 polisi bersepeda.[2], dan total 2.600 personel yang terdiri dari unsur TNI, Polri, dan masyarakat [1]

Car Free Night Solo 2012[sunting | sunting sumber]

Car Free Night Solo 2012

Setelah sukses dengan Car Free Night 2011, Solo mengadakan perayaan serupa di penghujung tahun 2012. Seperti tahun sebelumnya, akses kendaraan bermotor di jalan utama Slamet Riyadi ditutup selama acara berlangsung, ditambah Jalan Jendral Sudirman. Pertunjukan yang cukup menonjol adalah Jaran Kepang kolosal yang melibatkan 2.013 penari cilik. Pada perayaan ini, Pemerintah Kota Solo memberlakukan larangan penjualan kembang api dan petasan, sehingga menimbulkan keluhan pedagang. Hal ini dilakukan untuk mematuhi UU Darurat No 12 Tahun 1954 tentang kepemilikan dan peredaran barang berbahaya.[3]

Car Free Night Jakarta 2012[sunting | sunting sumber]

Dengan terpilihnya Jokowi, sebelumnya wali kota Solo, sebagai Gubernur DKI Jakarta, maka Jakarta melakukan perayaan serupa di penghujung tahun 2012. Perayaan ini dilakukan dengan menutup jalan Jendral Sudirman hingga Jalan MH Thamrin, atau kawasan Bundaran Senayan hingga Silang Monas, sepanjang 6,6 kilometer. Car Free Night 2012 dimulai dari 31 Desember 2012 pukul 9 malam hingga 2 pagi keesokan harinya.[4] Car Free Night diadakan dengan tujuan mengurangi kemacetan yang biasanya terjadi pada malam tahun baru di Jakarta serta menyebar titik perayaan yang biasanya menumpuk di Ancol. Perayaan ini menyediakan 16 panggung, yang diisi oleh pertunjukan musik seperti keroncong, pop, jazz, melayu, hingga gambus. Karnaval digelar di sepanjang jalan dengan diikuti oleh 1.000 peserta.[5] Untuk mempermudah transportasi menuju tempat perayaan, disediakan 5 titik parkir, antara lain lapangan Parkir Timur Senayan, lapangan IRTI Monas, gedung-gedung perkantoran, dan hotel di sepanjang jalur Car Free Night.[6]

Car Free Night Ancol[sunting | sunting sumber]

PT Pembangunan Jaya Ancol juga membatasi mobil yang masuk pada perayaan tahun baru 2013. Mulai dari 31 Desember 2012 pukul 6 sore hingga pukul 2 pagi keesokan harinya. Untuk mengantisipasi melonjaknya pengunjung yang diperkirakan akan berjumlah 300 ribu orang, disediakan kantong parkir berkapasitas 15 ribu mobil dan 50 ribu motor. Ancol juga menyiapkan 13 bus untuk melayani pengunjung serta 2.000 personil bantuan pengamanan dari Satpol PP, TNI, dan Polri.[7]

Kritik atas Car Free Night Jakarta 2012[sunting | sunting sumber]

Beberapa kritik bermunculan atas penyelenggaraan Car Free Night, yang antara lain datang dari Ketua dan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Ferrial Sofyan dan Triwisaksana, berkaitan waktu penyelenggaraan. Hal ini mengingat banyaknya pekerja yang baru pulang pada jam tersebut atau harus menjalankan ibadah namun bisa terjebak di tengah perayaan karena adanya aturan pelarangan membawa kendaraan.[8][9] Beberapa fasilitas taman juga rusak dan sampah bertebaran hingga mencapai 600 ton, atau melonjak hingga 10 persen dari rata-rata sampah harian di Jakarta.[10]

Car Free Night Bali 2012[sunting | sunting sumber]

Bali juga mengadakan perayaan serupa dengan menutup 73 titik menuju Jalan Legian dan Pantai Kuta. Perayaan dimulai dari pukul 4 sore WITA hingga pergantian tahun, diawali dengan melakukan pembersihan parkir di sepanjang Jalan Raya Legian, Jalan Pantai Kuta, Jalan Melasti dan Kuta Square. Untuk pengamanan, disiagakan 212 personel dari TNI dan Polri.[11]

Car Free Night Bandung 2012[sunting | sunting sumber]

Bandung juga tercatat melakukan perayaan Car Free Night dengan menutup Jalan Juanda hingga Jalan Merdeka pada 31 Desember 2012, mulai dari pukul 9 malam hingga pukul 3 pagi keesokan harinya.[12] Pemberlakuan Car Free Night tercatat menurunkan kecelakaan selama malam tahun baru menjadi hanya lima kecelekaan ringan.[13]

Dengan berbagai dampak positif yang ditimbulkan, Bandung merencanakan akan menyelenggarakan kembali Car Free Night pada tahun berikutnya.[14]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]