Candi Kethek

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Candi Kethek.

Candi Kethek (baca: keţè´, simbol IPA:kəʈɛʔ ) adalah sebuah situs bekas bangunan candi dengan empat teras bertingkat yang menghadap ke arah barat. Masing-masing teras itu dihubungkan dengan undakan batu. Di sisi kanan candi terdapat jalan setapak sebagai alternatif untuk menuju ke teras paling atas. Kethek dalam bahasa Jawa berarti kera, nama yang diberikan oleh penduduk setempat kepada candi ini karena dahulu ada banyak ditemukan kera di daerah ini.

Lokasi Candi Kethek berada di sebelah timur laut Candi Ceto, di lahan milik Perum Perhutani. Candi ini berada di lereng barat laut Gunung Lawu, dan masuk wilayah Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Untuk mencapai tempat ini, pengunjung harus berjalan kaki melewati jalan setapak sejauh sekitar 300 m dari Candi Ceto, searah dengan jalur jalan menuju ke Puri Taman Saraswati.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Keberadaan candi ini sudah dilaporkan sejak tahun 1842, tetapi ekskavasi/penggalian oleh Badan Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah bekerja sama dengan Jurusan Arkeologi Universitas Gadjah Mada dan Pemerintah Kabupaten Karanganyar baru dilakukan pada 2005.

Ekskavasi tersebut menghasilkan kesimpulan bahwa Candi Kethek merupakan candi Hindu. Hal ini didasarkan pada temuan arca kura-kura pada undakan paling bawah di teras pertama yang merupakan jelmaan Dewa Wisnu, salah satu dewa dalam ajaran agama Hindu, yang menopang Mandaragiri dalam pengadukan laut oleh para dewa dan raksasa untuk mendapatkan Tirta Amrta dalam kisah Samudramanthana. Dengan adanya kisah Samudramanthana ini menunjukkan fungsi Candi Kethek sebagai tempat peruwatan untuk membersihkan dan membebaskan seseorang dari kesalahan atau dosa.

Hingga saat ini, penelitian mengenai Candi Kethek masih terus dilakukan, terutama untuk mencari prasasti atau artefak yang memberikan informasi mengenai tata letak dan riwayat candi.

Tata Ruang[sunting | sunting sumber]

Candi ini memiliki struktur tata ruang serupa dengan Candi Ceto dan Candi Sukuh yang berada di satu kawasan, yaitu punden berundak, yang dianggap sebagai ciri khas bangunan warisan budaya Megalit di Nusantara. Dari kemiripan ini, waktu pendiriannya pun diperkirakan hampir sama dengan kedua candi tersebut, yaitu pada sekitar abad XV - XVI Masehi.

Pada teras pertama candi terdapat struktur bangunan di sisi timur laut. Teras kedua dan ketiga masing-masing terdapat dua struktur bangunan di sisi utara dan selatan. Sedangkan teras keempat, teras teratas, diperkirakan merupakan tempat berdirinya bangunan induk candi, yang sekarang didirikan sebuah stana kecil dengan kemuncak mahkota berwarna keemasan, dibalut Kain Poleng khas Bali.

Koordinat: 7°35′39″LU 111°9′28″BT / 7,59417°LS 111,15778°BT / -7.59417; 111.15778

Pranala luar[sunting | sunting sumber]