Campaka Mulya, Cianjur

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Campaka Mulya
Kecamatan
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Barat
Kabupaten Cianjur
Pemerintahan
 • Camat ARIS HARYANTO, AP., M.Si. (30 Januari 2015 s.d. sekarang)
Luas - km²
Jumlah penduduk 25.293 Jiwa
Kepadatan - jiwa/km²
Desa/kelurahan 5

Campaka Mulya adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, Indonesia.

Kelurahan/desa[sunting | sunting sumber]

  1. Campakamulya
  2. Campakawarna
  3. Cibanggala
  4. Sukabungah
  5. Sukasirna

SEJARAH CIBANGGALA MENJADI KECAMATAN CAMPAKA MULYA

Sejarah Cibanggala ini masih terus dikembangkan, admin masih terus mencari dan meneliti sejarah Cibanggala ini dengan menghubungi tokoh-tokoh masyarakat di Kecamatan Campakamulya. Penulisan sejarah ini bertujuan untuk memperkenalkan keberadaan Cibanggala yang sekarang telah menjadi Kecamatan Campakamulya. Penulisan sejarah ini akan dituliskan asli dari sumbernya tanpa mengembangkan atau menyatukannya dari berbagai sumber tersebut. Mudah-mudahan setelah penulisan ini akan ada berbagai penelitian dan penulisan sejarah secara resmi. terima kasih dan mohon bantuannya.

Bagi kawan-kawan yang mengetahui sejarahnya atau mengetahui orang-orang yang bisa memberikan informasi tentang sejarah cibanggala, silahkan untuk memberikan komentar di Box Komentar atau email ke denyoktoriyana@yahoo.com. atau ke deniwildan80@gmail.com

1. Sumber: Arsip Surat Kepala Perwakilan Kamantren Campakamulya,

                 Nomor: 474/141/Pm/1984 tanggal 2 Juni 1984 Perihal: Usul Nama Kecamatan

Memperhatikan usulan dari beberapa tokoh yang ditunjang pula oleh masyarakat banyak dan memperhatikan pula historis Desa Cibanggala kini telah menjadi 5 desa dan merupakan 1 kamantren yaitu Kamantren Campakamulya Perwakilan Kecamatan Campaka.

berdasarkan data-data yang dapat kami kumpulkan dan disusun merupakan sejarah Desa Cibanggala, adalah sebagai berikut:

syahdan pada Tahun 1813 terjadi krisis keluarga di Kerajaan Sukapura karena ulah sang raja yang akan kawin memadu seorang putri dari Keluarga Kerajaan Sumedang. dengan adanya ulah Sang Raja tersebut, maka salah saeorang dari lingkungan keluarga kerajaan yang tidak menyettujui maksud raja bernama Rd. Surasadana, dengan dibekali kebulatan hati dan penuh nekad dia pergi meninggalkan Keraton Kerajaan Sukapura untuk berkelana tanpa tempat tujuan disertai ikrar untuk meninggalkan segala hubungan yang ada kaitannya dengan urusan kerajaan dan bertekad untuk menghilangkan kaitannya sebagai keturunan raja (bangsawan kerajaan) yaitu akan mengalihkan profesinya dari keturunan raja menjadi petani.

sehingga tujuan dia adalah tempat yang cocok untuk dijadikan pertanian, setelah beberapa tahun lamanya Rd. Suradana berkelana dengan berpindah-pindah tempat akhirnya dia sampailah di Daerah Cibanggala.

Setelah berada di Cibanggala, sesuai dengan niatnya Rd. Surasadana terus menyingsingkan lengan baju untuk memulai membuka tanah baru guna dujadikan sawah dan ladang. Segala Ilmu Pertanian yang dimilikinya dipraktikannya bersama-sama dengan masyarakat setempat. Meskipun pada waktu itu cara-cara mengolah tanah tidak seperti zaman modern sekarang, yaitu dengan berpindah-pindah lokasi dan tanpa adanya pengairan yang teratur namun meskipun mereka cara bertani sedemikian rupa, namun hasilnya cukup melimpah, maklum tanah yang baru digarap masih sangat subur dan jumlah penduduk yang masih sedikit.

Dengan adanya Rd. Surasadana sebagai pelopor pembaharuan di segala aspek kehidupan dengan hasil yang nyata, maka nama dia telah dikenal luas oleh masyarakat disekitarnya. Rd Surasadana telah berhasil menciptakan suatu perubahan kehidupan masyarakat ke arah kemajuan di bidang pertanian khususnya dan di bidang kehidupan lain pada umumnya. Akhirnya timbullah keinginan masyarakat untuk lebih meningkatkan lagi keberhasilan kehidupan masyarakat ke arah yang lebih maju secara terkoordinir dengan membentuk pemerintahan desa. Secara otomatis jelas Rd. Surasadana lah yang diangkat menjadi kepala Desa, hal ini dapat dipahami, sebab di samping dia telah menunjukan kepemimpinannya yang berhasil, juga masyarakat telah mengetahui bahwa dia itu adalah seorang keturunan bangsawan kerajaan.

Pada tanggal dan bulan yang tidak diperoleh keterangan yang jelas du Tahun 1835 seluruh masyarakat Cibanggala meresmikan Cibanggala sebagai Desa yang sekaligus menunjuk dan mengangkat Rd. Surasadan secara aklamasi sebagai kepala desa yang pertama.

PENGAMBILAN NAMA CIBANGGALA SEBAGAI NAMA DESA Cibanggala ditetapkan sebagai nama desa. Seperti yang telah diceritakan bahwa cara mengolah sawah pada waktu itu berbeda dengan cara sekarang waktu itu tiap musim swah yang diolah selalu berpindah tempat. Namun setelah diketemukannya sumber air yang dapat disalurkan dengan teratur, maka sistem penggarapan tersebut mulai ditingalkan.

Sungai Cibanggala lah (sungai kecil yang telah dikenal lama oleh masyarakat) yang sekarang menjadi sumber air pertama yang mereka temukan untuk mengairi sawah-sawah secara teratur di kawasan itu. Berkat air dari sungai Cibanggala yang dapat disalurkan secara teratur ke sawah-sawah, hasil pertanian semakin meningkat, sehingga hasilnya saja hanya untuk mencukupi kebutuhan masyarakat setempat, tetapi juga dapat dikirim ke luar daerah untuk dituka-tukarkan dengan segala kebutuhan lainnya.

Hakekatnya Allah SWT dengan disertai sareatnya Sungai Cibanggala telah mendatangkan kemakmuran penduduk setempat, maka desa yang pertama didirikan itu diberi nama Desa Cibanggala.

Urutan kepala desa dari Tahun 1835, adalah sbb: 1 Tahun 1835 – 1844 = R. Surasadana 2. Tahun 1844 – 1851 = Anggawiria 3. Tahun 1851 – 1876 = Raksamanggala (H. Durachman) 4. Tahun 1876 – 1896 = Sutadipura (H. Gopur) 5. Tahun 1896 – 1912 = Surya Wiria 6. Tahun 1912 – 1913 = Sutamanggal (H. Gojali) 7. Tahun 1913 – 1938 = H. Nawawi 8. Tahun 1938 – 1941 = Wijaya Brata 9. Tahun 1941 – 1949 = O. Surajaya 10. Tahun 1946 – 1949 = Hariwijaya (recomba) Penjajah 11. Tahun 1949 – 1957 = O. Hasanudin 12. Tahun 1957 – 1973 = H. Ach. Hasanudin 13. Tahun 1973 – 1976 = O. Mustopa (Cibanggala) 14. Tahun 1976 terjadi pemekaran desa

Desa Campakawarna Tahun 1976 Amir Suhanda Tahun 1979/1980 dimekarkan menjadi 5 Desa 1. Desa Cibanggala M. Aehudin 2. Desa Campakawarna A. Suhanda 3. Desa Campakamulya M. Mustopa 4. Desa Sukabungah Z. Kosasih 5. Desa Sukasirna O. Mustopa

Tanggal 21 Mei 1983 terbentuk Perwakilan Kecamatan Campaka, diresmikan oleh Bapak Camat Moch. N. Sopandi disaksikan oleh Tripida, Kepala Dinas, Jawatan dan instansi, Darma Wanita, Pertiwi KecamatanCampaka, dihadapan masyarakat 5 desa bertempat di Lapang Rawabeureum dan sekaligus dan sekaligus Bapak Camat Sukanagara Burdah Atori, B.A., bersama Tripida dan para Kepala Dinas, Jawatan, Instansi Dharma Wanita Pertiwi Kecamatan Sukanagara, meyerahkan MPP Kamantren Campakamulya.

Sehubungan dengan itulah saya atas nama warga masyarakat Kamantren Campakamulya mengusulkan kepada Bapak, seandainya Kamantren Campakamulya dijadikan Kecamatan, nama Kecamatan termaksud supaya Kecamatan CIBANGGALA

Surat ditandatangani oleh Kepala Perwakilan Kamantren Campakamulya E. Kosasih NIP. 010024326 di cap dan ditandatangani

2. Camat Campakamulya dari masa ke masa 1. SIDDIK SUMADISASTRA, B.A. 2. R. NUNUNG RAHMAT (2006 - 2008) 3. YADI HAENURYADIN, B.A. (2008 s.d. Agustus 2011) 4. PUJO NUGROHO, AP. M.Si.(Agustus 2011 s.d. Desember 2012) 5. Drs. SUGENG SUPRIYATNO (Desember 2012 s.d. sekarang)

3. Menurut Ketua PKBM Cibanggala, Abidin, S.Pd.I., M.Si. Cibanggala berasal dari Cimanggala, asal katanya Manggala, seorang keturunan dari Kerajaan Panjalu yang mengembara mencari daerah pertanian baru di daerah lain. Manggala bernama lengkap Rd. Suryamanggala. Daerah yang dipilih dan dibuka sebagai perkampungan dan pertanian baru adalah sebuah daerah bukit kecil di daerah pegunungan Pasir jambe (bisa dilihat di Peta, klik disini) yang dialiri oleh sungai kecil bernama Cibayongbong. Kebiasaan di daerah sunda, apabila menamai daerah suka diiringi “Ci” yang berarti aliran air di sungai yang berada didekatnya.

Cibanggala asalanya bernama Cimanggala, sesuai dengan nama akhir pimpinan pembuka lahan baru tersebut. Namun, kebiasaan orang sunda dan lama kelamaan huruf M berganti menjadi huruf B.

Cibanggala sekarang merupakan sebuah perkampungan kecil di RT 01 RW 01 Desa Cibanggala Kecamatan Campakamulya Kabupaten Cianjur 43269. Di Kampung ini berdiri dua buah Pesantren, yaitu: Pesantren yang dipimpin oleh H. Murtado dan satu buah lagi yang dipimpin oleh Aang Jamjar.

Kekhasan dari daerah ini adalah Kue Kelontong, Anyaman Bambu, Gula Aren dan Beras Hitam.

Abidin yang merupakan salah satu keturunan dari Rd. Suryamanggala menuturkan keturunan Rd. Suryamanggala: Rd. Jayasantika (Kerajaan Panjalu) ----> Rd. Suryamanggala-----> Rd. Suryawidadaha (mbah beregud)

Abidin pun menuturkan bahwa Desa Cibanggala dulunya meliputi: Kecamatan Campakamulya, Desa Sukadana (Kecamatan Campaka), Desa Wangunjaya (Kecamatan Campaka) dan Desa Campaka (Kecamatan Campaka). Pemekaran terjadi beberapa kali yaitu: Dimekarkan menjadi Desa Cibanggala dan Desa Campaka (Kecamatan Campaka) Dimekarkan lagi menjadi Desa Cibanggala, Desa Sukadana dan Desa Wangunjaya (Kecamatan Campaka) Dimekarkan lagi menjadi Desa Cibanggala dan Desa Campakawarna (Kecamatan Campakamulya sekarang) Dimekarkan lagi menjadi lima desa sekarang yang berada di Kecamatan Campakamulya

Sumber: http://cibanggalanet.blogspot.com