Buseoksa

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Buseoksa
부석사
부석사 무량수전.jpg
Buseoksa berlokasi di Korea Selatan
Buseoksa
Lokasi di Korea Selatan
Informasi umum
Koordinat geografi36°59′56″N 128°41′15″E / 36.99889°N 128.68750°E / 36.99889; 128.68750Koordinat: 36°59′56″N 128°41′15″E / 36.99889°N 128.68750°E / 36.99889; 128.68750
Afiliasi agamaBuddhisme Korea
NegaraKorea Selatan
Situs Warisan Dunia UNESCO
LokasiYeongju, Republik Korea
KriteriaKultural: iii
Referensi1562-2
Pengukuhan2018 (Sesi ke-42)
Buseoksa
Bangunan Muryangsujeon Kuil Buseok, No.18 Pusaka Nasional Korea Selatan.
Nama Korea
Hangeul부석사
Hanja
Alih Aksara yang DisempurnakanBuseoksa
McCune–ReischauerBuseoksa

Kuil Buseoksa (Hangul: 부석사, Hanja: 浮石寺) adalah sebuah kuil Buddhis yang terletak di dekat Gunung Bonghwang di Buseok-myeon, Kota Yeongju, Gyeongsangbuk-do, didirikan oleh cendekiawan biksu terkemuka Uisang pada tahun 676, tahun ke-16 Munmu dari Silla. Kuil Buseoksa juga dikenal sebagai "Kuil Batu Apung".

Aliran Huayan Korea sangat dimuliakan di sini melalui ceramah-ceramah Uisang, yang kemudian disebut cendekiawan Buseok yang disegani dan kemudian aliran ini juga mendapatkan nama aliran Buseok.[1] Kuil ini terdapat Muryangsujeon, yang merupakan bangunan kayu tertua kedua yang berdiri di Korea Selatan, dibangun kembali pada tahun 1376.

Pada tahun 1372, sejumlah besar ruang tambahan dibangun kembali oleh biksu agung Won-eung pada saat itu di bawah pemerintahan Raja Gongmin pada tahun 1376.[2] Beberapa bangunan selama era Goryeo (abad ke-9 hingga akhir abad ke-14) tetap bertahan sampai sekarang, salah satunya adalah balairung utama bernama Muryangsujeon yang terletak di tingkat tertinggi, tempat arca Amitabha diletakkan.

Legenda[sunting | sunting sumber]

Menurut Samgukyusa, yang merupakan catatan sejarah tertua yang tersisa untuk wilayah ini, ada seorang wanita Tiongkok bernama Sunmyo yang mengagumi Uisang saat studinya di Tiongkok Tang. Uisang harus meninggalkan Tang setelah menyelesaikan studinya, dan Sunmyo mendedikasikan dirinya begitu dalam dan akhirnya mengubah dirinya menjadi naga untuk membantu Uisang mengatasi tantangan dalam perjalanan kembali ke Shilla.

Konon Sunmyo mengusir kejahatan yang menghalangi Uisang dari membangun kuil di tempatnya saat ini. Sunmyo menggantung batu-batu besar tinggi di langit di atas kepala si jahat. Ada sebuah batu sangat besar yang "mengambang" tepat di sebelah Muryangsujeon (Buseok berarti 'batu apung' dalam bahasa Korea).

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Di era Uisang ada beberapa konflik di antara norma-norma agama Buddha. Dia ingin mencapai nilai-nilai yang harmonis antara berbagai denominasi dan di antara masyarakat dalam konteks sosial.[3] Konflik tersebut merupakan dampak penyatuan Silla setelah perang yang panjang dengan Tiongkok Tang. Untuk mengharmonikskan rakyat taklukan, kekuasaan kerajaan diperlukan untuk membangun pusat kekuatan spiritual, salah satunya adalah membangun kuil berdasarkan aliran Huayan Uisang. Dengan cara ini, setiap daerah pusat pada akhirnya memiliki sebuah kuil Huayan, yang membawa keluar dari kekacauan sosial dan ketidakstabilan politik pada akhir abad ke-7.[4]

Selama Dinasti Goryeo, kuil itu disebut sebagai kuil Seondal atau Heunggyo. Pada tahun 1916, kertas berwarna ditemukan untuk memberitahu bahwa bangunan Muryangsujeon telah dibangun kembali pada tahun-tahun awal Goryeo sedangkan ada pembakaran musuh pada tahun 1358. Kuil Muryangsujeon dan Josadong dibangun masing-masing pada tahun 1376 dan 1377.

Arsitektur[sunting | sunting sumber]

Buseoksa pada Mei 2018

Orang Korea memandang kemampuan untuk menyelaraskan bangunan dengan alam sebagai esensi arsitektur, Kuil Buseok terletak di sebuah gunung yang curam.[5] Arsitek kuno berusaha mengatur bangunan dengan cara yang memungkinkan dimaksimalkannya tanah yang bersebelahan, daripada menggali dan mengubah tanah miring menjadi suatu dataran, mereka lebih suka membuat dataran dengan membangun tembok batu di sepanjang lereng gunung dan kemudian mengatur bangunan sesuai dengannya.[6] Total terdapat sembilan tembok batu di halaman kuil. Orang Korea menganggap sembilan set tangga yang terhubung ke tembok batu ini mewakili sembilan tangga menuju Mandala atau sembilan tangga yang harus dilintasi seseorang untuk mencapai Nirvana.[6]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "부석사". mahan.wonkwang.ac.kr. 
  2. ^ "부석사(영주)". korean.visitkorea.or.kr. [pranala nonaktif permanen]
  3. ^ Yeongju info for children Diarsipkan November 29, 2014, di Wayback Machine.
  4. ^ KOCCA
  5. ^ Yoo, Myeong-jong (2009). Temples of Korea (dalam bahasa English). Myeong-jong. hlm. 33. 
  6. ^ a b Yoo, Myeong-jong (2009). Temples of Korea (dalam bahasa English). Myeong-jong. hlm. 34. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]