Brigade infanteri 6

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Brigade Infanteri Mekanis 6/Trisakti Baladaya
Gambar Brigade Infanteri 6.png
Lambang Brigis 6/TB
Dibentuk 17 Oktober 1945
Negara Indonesia
Cabang TNI Angkatan Darat
Tipe unit Satuan Tempur Infanteri
Moto Trisakti Baladaya
Situs web www.brigif6kostrad.blogspot.com

Brigade Infanteri Mekanis 6/Trisakti Baladaya adalah Brigade Infanteri Mekanis di bawah kendali Divisi Infanteri 2/Kostrad yang bermarkas besar di Palur, Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Brigif-6/Trisakti Baladaya bermarkas di Benteng Vastenberg. Cikal bakal terbentuknya Brigade Infanteri-6 tak lepas dari terbentuknya satuan dengan nama Resimen 26 pada masa perang kemerdekaan.[1]

Adapun batalyon yang tergabung ke dalam brigade ini adalah :

Masa 1945-1950[sunting | sunting sumber]

Sejarah Brigif-6 diawali dengan penyusunan Komando Tentara Keamanan Rakyat (TKR) di Surakarta pada tanggal 17 Oktober 1945 oleh GPH Poerbonegoro dengan nama Divisi Istimewa TKR. Divisi ini kemudian menggunakan nama lagi sebagai Divisi X TKR. Pada tanggal 24 Januari 1946 Divisi X TKR diganti namanya menjadi Divisi IV/Panembahan Senopati dengan kekuatan 4 Resimen TRI termasuk Resimen-26 dan 6 Resimen dari Badan-badan Perjuangan. Komandan adalah Jenderal Mayor Soetarto.

Resimen-Resimen dalam Divisi IV/Panembahan Senopati[sunting | sunting sumber]

A. Resimen dari TRI[sunting | sunting sumber]

  1. Resimen 23 – Komandan: Sutedjo Haryoko
  2. Resimen 24 – Komandan: S Sudiarto
  3. Resimen 25 – Komandan: A.Fadjar
  4. Resimen 26 – Komandan: Suadi
Khusus Resimen 26 dipimpin Letkol Suadi, adapun susunannya :
  1. Batalyon Soeharto di Beteng Solo
  2. Batalyon Koesmanto di Panasan
  3. Batalyon Soenitiyoso di Klaten
  4. Batalyon Slamet Riyadi di Pacitan

B. Resimen dari Badan Perjuangan[sunting | sunting sumber]

  1. Resimen 1 Laskar Rakyat - Letkol Soebandi (sering dipanggil dg sebutan Jendrale Solo)
  2. Resimen 2 Barisan Banteng Republik Indonesia-Anwar santoso
  3. Resimen 3 BBRI- Gunardjo
  4. Resimen 4 Laskar Merah-Budihardjo
  5. Resimen 5 BPRI-Mardjuki
  6. Resimen 6 Hizzbullah-Munawar

Komando Pertempuran Panembahan Senopati[sunting | sunting sumber]

Bulan Mei 1948 dibentuk Komando Pertempuran Panembahan Senopati atau KPPS yang berkekuatan 5 Brigade meliputi:

  1. Brigade V/KPPS (d/h Resimen 26) dengan komandan Letnan Kolonel Suadi Suromihardjo
    1. Batalyon Soeharto
    2. Batalyon Sudigdo
    3. Batalyon Slamet Riyadi
    4. Batalyon Soenitiyoso
  2. Brigade VI dengan komandan Letnan Kolonel Sudiarto
    1. Batalyon Purnawi
    2. Batalyon Koesmanto
    3. Batalyon Yusmin Singomenggolo
    4. Batalyon Sutarno
  3. Brigade VII dengan komandan Letnan Kolonel Jadau
    1. Batalyon Maryono
    2. Batalyon Sutarno
    3. Batalyon Suyadi
    4. Batalyon Esmoro Sugeng
  4. Brigade VIII dengan komandan Letnan Kolonel Iskandar
    1. Batalyon Munawar
    2. Batalyon Djalimin
    3. Batalyon Suwitoyo
    4. Batalyon Sudlajat
  5. Brigade IX dengan komandan Letnan Kolonel Suyoto, belum tersusun dan didominasi satuan TLRI di Purwodadi.

Masa 1950-1960[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 1 Januari 1950, Komandan Brigade V Divisi II diserahkan ke Letkol Slamet Riyadi (gugur di Ambon dalam penumpasan RMS 1950). Dalam penumpasan tersebut juga diikutkan satu Batalyon yaitu Batalyon 352 (Bn Soeradji). Susunan dari Brigade V saat itu:

  1. Batalyon 351
  2. Batalyon 352
  3. Batalyon 353
  4. Batalyon 354

Pada tanggal 2 September 1950 diganti lagi namanya menjadi Brigade Panembahan Senopati Divisi Diponegoro. Susunannya:

  1. Batalyon-415
  2. Batalyon-416
  3. Batalyon-417
  4. Batalyon-418
  5. Batalyon-419

Pada tanggal 20 Februari 1952 dilakukan penataaan organisasi dari bentuk Brigade ke dalam Resimen. Sehingga menjadi Resimen Infanteri-15/Sub Terr XV/Diponegoro. Susunannya:

  1. Batalyon-444
  2. Batalyon-445
  3. Batalyon-445
  4. Batalyon-446

Masa 1960-1977[sunting | sunting sumber]

Tahun 1961 Resimen Infanteri-15 dilikuidasi berdasar SK Pangdam VII Diponegoro No 258/9/1961 dan SK Kasad No.5/1958 yang mengakibatkan terbentuknya:

  1. Korem 072 untuk satuan territorial
  2. Brigade Infanteri-6 untuk satuan tempur

Serah terima jabatan dari Komandan Resimen Infanteri-15 dilakukan pada tanggal 5 Oktober 1961 kepada Komandan Korem-072 dan Komandan Brigade Infanteri-6.

Adapun Kekuatan dari Brigade Infanteri-6 meliputi:

  1. Batalyon Infanteri-K
  2. Batalyon Infanteri-L
  3. Batalyon Infanteri-M

Ketika pada tanggal 7 Februari 1966, terjadi perubahan nama batalyon dari huruf ke angka, maka terjadi perubahan sebagai berikut:

  1. Batalyon Infanteri-K menjadi Yonif-411
  2. Batalyon Infanteri-L menjadi Yonif-412
  3. Batalyon Infanteri-M menjadi Yonif-413

Masa 1977-Sekarang[sunting | sunting sumber]

Bergabung ke Kostrad[sunting | sunting sumber]

Atas keputusan KASAD, maka terhitung mulai 16 November 1977 secara resmi Brigade Infanteri-6 bergabung ke Kostrad yang meliputi :

  1. Detasemen Markas Brigade
  2. Detasemen Bantuan Administrasi Brigade
  3. Batalyon Infanteri-411
  4. Batalyon Infanteri-412
  5. Batalyon Infanteri-413

Sehingga namanya berubah dari Brigif-6 Kodam Diponegoro menjadi Brigif-6 Kostrad. Kemudian tanggal 7 Agustus 1985, Brigif-6 Kostrad dilikuidasi menjadi Brigif-6 Divisi Infanteri-2 Kostrad.

Kekuatan saat ini[sunting | sunting sumber]

Saat ini kekuatan Brigade Infateri 6/Trisakti Balajaya, Divisi Infanteri 2, Kostrad terdiri atas:

  1. Markas Brigade, menempati desa Turen, Mojolaban, Sukoharjo
  2. Yonif 411/Raider di Salatiga
  3. Yonif 412/Raider di Purworejo
  4. Yonif Mekanis 413/Bremoro di Sukoharjo

Pengabdian Brigif-6[sunting | sunting sumber]

Lahir pada masa kemerdekaan membuat Brigif 6 sadar bahwa NKRI sebagai buah dari kemerdekaan harus terus dipertahankan. Dimulai dengan pertempuran merebut Ambarawa tanggal 15 Desember 1945, perjalanan Brigif menegakkan NKRI juga dikonsentrasikan pada Operasi Seroja di Timor Timur mulai tahun 1977 hingga 1996. Brigif 6 juga ambil bagian dalam penumpasan Gerakan Pengacau Keamanan (GPK)/Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Irian Jaya dari tahun 1994 hingga 2004. Kesatuan ini juga mengerahkan personelnya dalam menjaga stabilitas keamanan di Aceh serta daerah rawan konflik di Sambas Kalimantan Barat, Ambon, Sampit Kalimantan Tengah dan lain sebagainya. Selain di dalam negeri, Brigif 6/2 Kostrad juga ikut ambil bagian dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dengan kekuatan 850 personel, pada tahun 1992/1993 Yonif 411/6/2 Kostrad berangkat ke Kamboja dan bergabung dengan pasukan Perdamaian Konga XII di bawah pimpinan Letkol Inf Darmawi Chaidir.

Saat ini Staf 2/Operasional Brigif 6/2 Kostrad dipimpin oleh Kapten Inf Eko Handono yang beranggotakan 2 Perwira, 3 Bintara, 1 Bintara BP, 1 Tamtama dan 1 PNS yaitu Kapten Inf Bonny Vidri A, Kapten Inf Anggun Wuriyanto, Serka Joko Wibowo, Sertu Adib Wisnu Yunarko, Sertu Hendra PT, Serda R. Sukoco S.W, Praka Hariyanto dan PNS Lamono.

Daftar Komandan[sunting | sunting sumber]

  1. Kolonel Inf Soeharto
  2. Kolonel Inf GRM. Suryo Sutejo
  3. Kolonel Inf Kivlan Zen
  4. Kolonel Inf Getson Manurung (1995-1997)
  5. Kolonel Inf Burhanuddin Amin (1997-1998)
  6. Kolonel Inf Hotman Sibarani (1998-2000)
  7. Kolonel Inf Tri Soewandono (2010-2012)
  8. Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo (2012-2013)
  9. Kolonel Inf Agung Pambudi (2013-2014)
  10. Kolonel Inf Erwin Subekti (2014-2015)
  11. Kolonel Inf Anhar Permana, S.E. (2015-2017)
  12. Kolonel Inf Rudy Saladin (2017-Sekarang)[2]

Referensi[sunting | sunting sumber]