Biometrik

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Biometrik (berasal dari bahasa Yunani bios yang artinya hidup dan metron yang artinya mengukur) secara umum adalah studi tentang karakteristik biologi yang terukur. Dalam dunia teknologi informasi, biometrik relevan dengan teknologi yang digunakan untuk menganalisa fisik dan kelakuan manusia dalam autentifikasi.

Pengidentifikasi biometrik sangat khas, karakteristik yang terukur digunakan untuk mengidentifikasi individu. Dua kategori pengidentifikasi biometrik meliputi karakteristik fisiologis dan perilaku. Karakteristik fisiologis berhubungan dengan bentuk tubuh, dan termasuk tetapi tidak terbatas pada: sidik jari, pengenalan wajah, DNA, telapak tangan, geometri tangan, pengenalan iris (yang sebagian besar telah diganti retina), dan bau/aroma. Karakteristik perilaku terkait dengan perilaku seseorang, termasuk namun tidak terbatas pada:Ritme mengetik, kiprah, dan suara.


Biometrik di Bidang Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Untuk keperluan diagnostik dan pengobatan,studi biometrik diurai menjadi

1. Bahan biometrik adalah bagian-bagian alat dari alat tubuh yang terlihat ataupun sensorik motorik tubuh manusia seperti: sidik jari, tulisan tangan, wajah, struktur rambut dan tulang, pigmentasi kulit, sklera mata, motorik dan sensorik jari, dan lain sebagainya

2. Kode biometrik adalah tanda-tanda spesifik atau unik pada bahan-bahan biometrik seperti garis-garis pada sidik jari, warna pada sklera mata, hambatan pada sensorik motorik dan lain sebagainya.

3. Pengindraan atau membaca kode biometrik adalah metode untuk mengenali atau menerjemahkan berbagai kode biometrik yang ada. teknik

pembacaannya bisa menggunakan indra-indra manusia atau peralatan teknologi. Saat ini bidang kesehatan dan psikologi telah mengembangkan berbagai studi seputar membaca kode biometrik, antara lain:

1. Mengetahui struktur daya tahan tubuh (imuno) melalui lunula kuku ibu jari.

2. Mengetahui struktur ikatan batin (emo) melalui sidik jari cleft 1 dan cleft 2

3. Mengetahui struktur alur imunitas (visera) melalui sidik jari sekitar cleft 1

4. Memahami struktur ritme sefalografi (rileksasi dan stress) melalui cleft kapiler telapak tangan (palmar)

5. Mengetahui pola pertum-buhan tulang (osteo) melalui lingkar ibu jari dan telunjuk

6. Mengetahui kondisi paru-paru dan nafas (pulmonal) melalui ujung jari & kuku

7. Mengetahui kondisi ginjal dan kandung kemih dengan lekukan jari

8. Memahami pola pertumbuhan jaringan tubuh (plasmo) melalui grafologi lingkaran

9. Memahami pola interaksi sosial melalui grafologi sudut kemiringan.

10. Mengetahui potensi psiko-pat dan sosiopat serta struktur ekstra sensoric perception (ESP) melalui Sklera mata, dan lain sebagainya