Bawang Merah Bawang Putih (sinetron 2017)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
BMBP
Genre
PembuatMD Entertainment
PengarangDono Indarto
SutradaraAnto Agam
Pemeran
Penggubah lagu temaHarry Budiman
Lagu pembuka"Katakan Cinta" — Prilly Latuconsina
Lagu penutup"Katakan Cinta" — Prilly Latuconsina
Negara asalIndonesia
Bahasa asliBahasa Indonesia
Jmlh. musim1
Jmlh. episode44 (daftar episode)
Produksi
ProduserManoj Punjabi
Lokasi produksiJakarta
KameraTurpin Shombing
Durasi90 menit
Rumah produksiMD Entertainment
Distributor
Rilis
Jaringan asliTrans TV
Format gambar720p (16:9 HDTV)
Format audioStereo
Dolby Digital 5.1
Tanggal tayang asli20 Maret (2017-03-20) –
30 April 2017 (2017-04-30)
Kronologi
Didahului olehAdit Sopo Jarwo
Dilanjutkan olehSurga yang Tak Dirindukan the Series
Acara terkait
Pranala luar
[www.mdentertainment.co/sinetrons/bmbp Situs web]

BMBP (Bawang Merah Bawang Putih) merupakan sebuah sinetron yang ditayangkan di Trans TV. Sinetron ini diproduksi oleh MD Entertainment. Sinetron Ini adalah sinetron MD Entertainment ketiga adaptasi modern Bawang Merah Bawang Putih dari Bawang Putih Bawang Merah (sinetron Trans7) dan Bawang Merah Bawang Putih (sinetron RCTI).[1]

Pemeran[sunting | sunting sumber]

Pemeran Peran
Prilly Latuconsina Putih Wijaya
Maxime Bouttier Reza
Beby Tsabina Merah Saraswati
Kenny Austin Raffi
Gunawan Sudradjat Wijaya
Imelda Therinne Saras
Shirley Margaretha Dewi
Baron Yusuf Siregar Ivan
Irene Librawati Sandra
Willy Smit Waskita
Maura Gabrielle Sisi Kelly
Shandy Syarif Salman
Arya Saloka Adam
Cathy Fakandi Rianti
Sephora Sievert Laura
Alexander Odniel Danny
Sonia Alexa Lila
Angel Lisandi Putri Triana
Popoy Nina
Dicky Wahyudi Ahmad
Sandra Dewi Ibu Peri

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Putih (Prilly Latuconsina), anak pemilik perusahaan ojek online, ingin sekali jadi sopir ojek online. Begitu dapat orderan pertama, Putih dengan semangat meluncur ke kedai pizza untuk membelikan pesanan customer. Jalanan macet dan Putih bisa terlambat mengantar pesanannya. Tanpa Putih sadari, Reza (Maxime Bouttier) memantau perjalanan Putih lewat laptopnya lalu membantu Putih yang terjebak macet dengan mengirimkan forider tidak terjebak macet dan Putih berhasil mengantar pesanan ke rumah Merah (Beby Tsabina), tepat waktu.

Saras (Imelda Therinne), ibu Merah yang cantik, baru saja dilamar Ahmad (Dicky Wahyudi), pemilik rumah yang memperbolehkan Saras dan Merah tinggal secara cuma-cuma. Ahmad memberikan cincin berlian yang mahal sebagai tanda pertunangan mereka. Saras sebenarnya tidak pernah mencintai Ahmad, dia hanya memanfaatkan Ahmad hingga bisa menumpang hidup dari Ahmad. Hal ini sudah sering mereka lakukan dan sudah banyak laki-laki yang menjadi korban Saras. Seperti yang dia lakukan pada korban-korban sebelumnya, kali ini pun sama, setelah mendapatkan cincin berlian, Saras mengajak Merah kabur. Tapi sayangnya Ahmad memergoki Saras dan Merah yang kabur, hingga Ahmad sadar dia sudah ditipu oleh Saras.

Saras dan Merah segera naik kopaja menghindari kejaran Ahmad. Sebelum tertangkap, Saras dan Merah memutuskan berpencar untuk mengecoh Ahmad. Tanpa sepengetahuan Saras, Merah sudah mengambil kotak cincin berlian dari dalam tas Saras. Saat hampir tertangkap Ahmad, Merah bertemu Putih dan minta Putih menolongnya dari kejaran Ahmad. Putih yang mengira Ahmad orang jahat langsung ngebut hingga Merah lolos dari kejaran Ahmad. Saras juga lega berhasil menghindari Ahmad. Tapi dia geram begitu menyadari Merah sudah mengambil cincinnya. Begitu Saras bertemu dengan Merah kembali, dia langsung menanyakan cincin berliannya tanpa memperdulikan apakah anaknya baik-baik saja atau tidak. Saras marah mengetahui cincin berlian hilang saat Merah numpang motor Putih.

Saras mendatangi kantor ojek online dan menuduh Putih sudah mencuri cincin berliannya. Tapi dia langsung menyesali ucapannya begitu mengetahui Putih adalah anak pemilik perusahaan ojek online yang kaya raya. Saras yang mengetahui ibu Putih sudah meninggal langsung pura-pura baik untuk dapat simpati Putih dan Wijaya (Gunawan Sudradjat), papa Putih.

Wijaya memarahi Putih begitu tau Putoh dituduh mencuri cincin berlian. Wijaya mengambil SIM Putih karena dia tidak ingin anaknya celaka atau dituduh macam-macam lagi. Saras menjelaskan bahwa ini hanya salah paham dan dia minta maaf karena sudah menuduh Putih. Saras yakin, cincin ini jatuh ke dalam box di motor Putih tanpa sengaja. Saras menjelaskan bahwa ini cincin milik temannya, sambil menunggu temannya datang apa dia boleh numpang tinggal dan mendapatkan pekerjaan dari Wijaya karena kini dia terlunta-lunta tanpa tempat tinggal.

Putih dan Wijaya menjadikan Saras pembantu baru di rumah mereka. Selama bekerja, Saras begitu baik dan perhatian pada Putih dan Wijaya hingga Putih makin sayang pada Saras. Tapi Salman (Shandy Syarif) (adik Wijaya) tidak menyukai kehadiran Saras. Sejak awal Salman mengingatkan Wijaya untuk jaga jarak dengan Saras. Salman yang lihat sepak terjang Saras dalam mendekati Wijaya dan Putih makin kesal. Salman minta Putih memecat Saras, jika tidak, Salman sendiri yang akan mengusir Saras. Putih yang mulai menganggap Saras sebagai pengganti ibunya tidak ingin kehilangan Saras. Dia memohon agar Salman tidak mengusir Saras. Tapi Salman tidak perduli dan tetap mengusir Saras.

Melihat Putih sedih kehilangan Saras, Reza membujuk Wijaya agar mencari Saras dan membawanya kembali demi kebahagiaan Putih. Wijaya yang sangat mencintai anaknya segera mencari Saras dan mengajaknya kembali. Wijaya bahkan rela Saras mengajak anaknya tinggal bersama mereka.

Saras menghubungi Merah yang tertangkap Ahmad. Merah diam-diam kabur dari rumah Ahmad dan menemui Saras. Awalnya Merah tidak mau ikut Saras tinggal bersama laki-laki lain, dia ingin memulai hidup baru berdua saja dengan Saras karena sudah bosan selalu berpindah-pindah rumah. Tapi Saras meyakinkan ini yang terakhir kalinya mereka pindah, setelah ini hidup mereka akan berubah total.

Merah tidak menyangka Saras tinggal bersama keluarga Putih yang kaya raya. Putih dan Reza menyambut kedatangan Merah dengan gembira. Begitu melihat Reza, Merah langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Putih menganggap kehadiran Merah seperti saudara sendiri. Sedangkan Merah sejak awal tidak pernah menyukai Putih, apalagi Saras selalu membela Putih dihadapan Merah.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]