Perbankan investasi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Bank investasi)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Bank investasi adalah biro khusus perbankan yang memiliki fokus dalam menciptakan modal untuk entitas, perusahaan, maupun pemerintah[1]. Adanya Bank investasi dapat membantu perusahaan serta pemerintah dan lembaga-lembaga pemerintahan dalam aksi menggalang perolehan dana melalui cara penerbitan dan penjualan efek di pasar modal[2]. Bank investasi memiliki peran dalam memberikan masukan-masukan strategis untuk melakukan kegiatan penggabungan usaha (merger) dan akuisisi serta berbagai jenis transaksi keuangan lainnya[3].

Bank investasi juga memiliki fungsi sebagai pialang bisnis dalam mewakili nasabahnya yang melakukan transaksi perdagangan. Namun dalam beberapa tahun garis pemisah antara kedua model struktur ini telah kabur terutama karena adanya bank komersial yang juga menawarkan jasa bank investasi.

Di Amerika, Undang-undang Glass-Steagall Act diciptakan pada awal kebangkitan pasar modal. Pada tahun 1929 menjadi masa jatuhnya pasar saham, hal ini menjadi permasalahan yang mengakibatkan pemerintah Amerika Serikat mencapai kesimpulan bahwa pasar keuangan perlu ditata lebih dekat dengan tujuan melindungi kepentingan keuangan. Hal ini mengakibatkan terjadinya pemisahan perbankan investasi dari perbankan komersial. Sehingga saat itu bank dilarang untuk merangkap menjadi penerima deposito serta menjadi penjamin emisi saham dan obligasi. Namun, undang-undang ini akhirnya dibatalkan pada tahun 1999 oleh undang-undang Gramm-Leach-Bliley Act[4].

Bank investasi ini juga harus dibedakan dengan pialang saham yang melakukan kegiatan usaha dalam transaksi penjualan dan pembelian saham, obligasi, reksadana. Namun beberapa perusahaan melakukan kegiatan usaha rangkap dengan menjadi pialang dan bank investasi, ini dilakukan juga termasuk oleh perusahaan keuangan besar yang terkenal diseluruh dunia.

Kebanyakan bank investasi terlibat sangat jauh dalam penyediaan jasa keuangan tambahan bagi nasabahnya, seperti misalnya melakukan transaksi-transaksi perdagangan derivatif, obligasi, valuta asing, komoditi, dan saham.

Karakteristik yang digunakan pada bank investasi hingga hari ini kebanyakan adalah hanya dari "sisi penjual" nya saja yaitu perdagangan surat berharga atau saham ( misalnya memfasilitasi transaksi, pencipta pasar), atau mempromosikan saham ( misalnya sebagai penjamin emisi, analis, dll).

"sisi beli" nya diwakili oleh dana pensiun, reksadana, dana lindung nilai dan investor publik yang menjadi pengguna jasa mereka guna memperoleh keuntungan maksimal dari investasinya. Namun banyak perusahaan juga yang memiliki kedua komponen ini.

Fungsi Bank Investasi[sunting | sunting sumber]

Fungsi utama dari bank investasi adalah melakukan pembelian dan penjualan produk atas nama nasabahnya maupun atas nama bank sendiri[5]. Bank investasi mengambil alih risiko melalui perdagangan hak yang dilakukan oleh si pedagang yang tidak berhubungan langsung dengan nasabahnya. Bank investasi pula dapat bertindak sebagai penghubung antara investor (pemilik modal) dengan perusahaan yang memerlukan modal bagi kelangsungan pertumbuhan bisnis mereka[6].

Umumnya bank investasi terbagi menjadi dua, yaitu untuk pembelian dan penjualan. Bagian penjualan biasanya fokus terhadap penjualan saham IPO (initial public offering) yang baru dikeluarkan, berpartisipasi dalam layanan pembuatan pasar, kemudian menempatkan masalah obligasi baru, ataupun menjadi fasilitastor transaksi klien.

Sementara itu, bagian pembelian berfungsi untuk mengatur reksadana, dana pensiun, dan hedge funds untuk mengoptimalkan keuntungan pada perdagangan maupun investasi di surat berharga contohnya seperti saham atau obligasi.

Struktur Organisasi Bank Investasi[sunting | sunting sumber]

Kegiatan utama dan unit-unitnya[sunting | sunting sumber]

Suatu bank investasi terdiri dari beberapa unit yang terbagi atas lini depan (front office), lini tengah (middle office) dan lini belakang (back office) yang masing-masing memiliki kegiatan sebagai berikut:

  • Lini depan atau front office adalah merupakan aspek tradisional dari bank investasi yang tugasnya memberikan bantuan kepada nasabah dalam menggalang dana melalui pasar modal serta memberikan nasihat dalam proses penggabungan usaha dan akuisisi. Bank investasi menyodorkan suatu gagasan yang dibawa ke rapat-rapat dengan nasabahnya dengan harapan agar gagasannya ini mebuahkan hasil berupa mandat dari nasabahnya untuk melaksanakan transaksi atas nama nasabah tersebut. Apabila mandat sudah diperoleh maka bank investasi bertanggung jawab untuk menyiapkan seluruh materi yang dibutuhkan dalam transaksi tersebut di mana dapat melibatkan investor yang berminat membeli penerbitan surat berharga, melakukan koordinasi dengan pihak penawar ataupun melakukan negosiasi dengan perusahaan yang menjadi target penggabungan usaha.
  • Manajemen investasi ( lihat artikel utama: Manajemen investasi adalah manajemen profesional dari berbagai surat berharga (saham, obligasi dan lain-lain), yang melakukan tugasnya guna memperoleh imbal hasil investasi sesuai dengan yang menjadi tujuan dari investornya. Investor mereka dapat berupa perusahaan (asuransi, dana pensiun, perusahaan) ataupun investor perorangan (yang kesemuanya melakukan investasi dalam bentuk kontrak investasi atau sering kali melalui kontrak investasi kolektif misalnya reksadana)
  • Pasar keuangan yang terdiri dari penjualan, perdagangan, analisis dan strukturisasi.
  • Penjualan dan perdagangan biasanya merupakan suatu bagian yang menghasilkan pemasukan utama bagi bank investasi. Dalam proses menciptakan pasar, pedagang akan menjual dan membeli produk keuangan dengan tujuan untuk menghasilkan peningkatan nilai perdagangan. Penjual adalah istilah yang digunakan bagi team penjualan bank investasi yang bertugas untuk menghubungi lembaga-lembaga keuangan dan investor yang berpotensi guna menawarkan ide perdagangan serta menerima pesanan transaksi perdagangan dari investor tersebut dan melanjutkan pesanan tersebut ke meja perdagangan ( trading desk) utuk dilaksanakan.
  • Analis adalah divisi yang melakukan analisis terhadap perusahaan serta memberikan laporan tertulis mengenai prospeknya, biasanya diserta dengan peringkat beli atau jual. Divisi ini tidak menghasilkan pemasukan di mana hasil kerjanya digunakan sebagai bahan masukan bagi nasabah dalam melaksanakan perdagangan.

Strukturisasi adalah divisi yang berhubungan dengan perdagangan derivatif divisi ini bermain dengan tehnik yang tinggi dengan sejumlah karyawan dalam menciptakan struktur yang kompleks yang dapat memberikan imbal hasil yang lebih besar daripada deposito.

  • Lini tengah atau middle office
  • Manajemen risiko berperan dalam menganalisis pasar dan risiko kredit dari perdagangan nasabahnya yang dituangkan dalam neraca perdagangan harian nasabah dan menentukan batasan jumlah modal yang dibutuhkan sehingga nasabah diperkenankan melakukan perdagangan guna mencegah gagal bayar dalam perdagangan tersebut.
  • Lini belakang atau back office
  • Operasional berperan dlam melakukan pengecekan data perdagangan untuk memastikan bahwa telah sesuai dengan ketentuan, memastikan tidak terjadi kesalahan serta melaksanakan transaksi transfer yang diperlukan.
  • Teknologi Setiap bank investasi yang utama memiliki sejumlah perangkat lunak yang diciptakan oleh tim teknologi yang juga bertanggung jawab atas komputer dan sarana telekomunikasi. Teknologi telah berkembang dengan pesat di mana sekarang perdagangan telah dilakukan secara elektronik. Dengan menggunakan suatu algoritme yang rumit maka program ini dapat digunakan untuk melaksanakan lindung nilai secara otomatis[3].

Daftar Bank Investasi[sunting | sunting sumber]

Konglomerat keuangan[sunting | sunting sumber]

Konglomerat jasa keuangan yang besar, melakukan kombinasi dari bank komersial dan bank investasi bahkan juga asuransi. Berdasarkan undang-undang Gramm-Leach-Bliley Act tahun 1999 maka kombinasi tersebut di Amerika adalah melawan hukum. Dalam daftar di bawah ini yang diberi tanda kurung adalah bank investasi yang merupakan afiliasi.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Ekonomi, Warta. "Apa Itu Bank Investasi?". Warta Ekonomi. Diakses tanggal 2021-11-24. 
  2. ^ Febriani, MARIA Novena NOVENA (2013-01-09). "PENERAPAN UNIVERSAL BANKING DI INDONESIA". Jurnal Akuntansi AKUNESA (dalam bahasa Inggris). 1 (2). ISSN 2686-438X. 
  3. ^ a b MM, Dr Sri Utami Ady, SE, MM Alvy Mulyaningtyas, MM dan Ilya Farida, SE (2020-11-23). Meneropong Perilaku Investor Lembaga Di Bursa Efek Indonesia. Zifatama Jawara. hlm. 35. ISBN 978-623-7748-42-7. 
  4. ^ "KAMUS BURSA: Apa definisi global/universal banking? | Market". Bisnis.com. 2013-06-10. Diakses tanggal 2021-11-29. 
  5. ^ Nofalia, Ike; S.Kom. (2021-09-13). "Bank Investasi - Definisi, Fungsi, dan Cara Kerja". Perencana Keuangan Pertama Yang Tercatat OJK. Diakses tanggal 2021-11-26. 
  6. ^ "Apa itu Bank Investasi? Definisi Bank Investasi | SimulasiKredit.com". www.simulasikredit.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-11-25. 

Templat:Perusahaan keuangan dan bank investasi