Bangunharjo, Sewon, Bantul
Bangunharjo | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Koordinat: 7°51′08″S 110°22′23″E / 7.8522957°S 110.37313428°E | |||||
| Negara | |||||
| Provinsi | Daerah Istimewa Yogyakarta | ||||
| Kabupaten | Bantul | ||||
| Kecamatan | Sewon | ||||
| Kode pos | 55188 | ||||
| Kode Kemendagri | 34.02.15.2003 | ||||
| Luas | 7,10 km² | ||||
| Jumlah penduduk | 27.185 jiwa (2025) | ||||
| Kepadatan | 3.829 jiwa/km² (2025) | ||||
| |||||
Bangunharjo adalah sebuah kalurahan di Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Wilayahnya berbatasan langsung dengan Kota Yogyakarta di sebelah utara. Berdasarkan data tahun 2025 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bantul, kalurahan ini memiliki luas 7,10 km², penduduk 27.185 jiwa, serta kepadatan penduduk 3.829 jiwa per km².[1] Secara administratif, Bangunharjo terbagi menjadi 17 padukuhan dan 127 rukun tetangga.[2]
Sejarah
[sunting | sunting sumber]Menurut penelusuran sejarah yang dilakukan Pemerintah Kalurahan Bangunharjo pada Maret 2023, pembentukan Bangunharjo diperkirakan berlangsung pada 1946 melalui penggabungan empat kalurahan lama, yakni Salakan, Ngoto, Wojo, dan Jurug. Dalam wawancara dengan seorang sesepuh setempat, Atmo Suwito disebut sebagai lurah pertama Bangunharjo yang menjabat dari 1946 hingga 1982. Pemerintah kalurahan menyatakan bahwa keterangan tersebut masih bersumber dari sejarah lisan dan belum sepenuhnya didukung dokumen tertulis sezaman.[3]
Salah satu peninggalan yang berkaitan dengan sejarah pemerintahan setempat adalah Rumah Tradisional Jawa Eks Kantor Kalurahan Ngoto. Bangunan di Padukuhan Ngoto ini pernah dipakai sebagai kantor Kalurahan Ngoto, kemudian kantor Kalurahan Bangunharjo sebelum pemerintahannya menempati kantor yang baru. Rumah tersebut juga disebut pernah menjadi tempat persinggahan pejuang pada masa Agresi Militer Belanda II. Pada 2021, rumah ini ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya berdasarkan Keputusan Bupati Bantul Nomor 546 Tahun 2021.[4]
Geografi
[sunting | sunting sumber]Bangunharjo berada di bagian utara Kabupaten Bantul, berbatasan dengan wilayah Kota Yogyakarta. Batas wilayahnya adalah:[3]
- Sebelah utara: Kota Yogyakarta;
- Sebelah timur: Kalurahan Tamanan, Kapanewon Banguntapan;
- Sebelah selatan: Kalurahan Timbulharjo;
- Sebelah barat: Kalurahan Panggungharjo.
Menurut BPS, luas Bangunharjo pada 2025 mencapai 7,10 km² atau sekitar 25,45% luas Kapanewon Sewon. Jarak dari kantor kalurahan menuju pusat pemerintahan kapanewon tercatat 1,90 km, sedangkan jarak ke ibu kota Kabupaten Bantul adalah 9,20 km.[5]
Penggunaan lahan di Bangunharjo mencakup persawahan dan pekarangan atau permukiman. Dalam pendataan yang dipaparkan pemerintah kalurahan pada 2023, luas lahan sawah tercatat sekitar 376 hektare dan pekarangan sekitar 274 hektare. Angka penggunaan lahan tersebut berasal dari pendataan yang berbeda dengan angka luas administratif dalam publikasi BPS 2026.[3]
Pemerintahan dan pembagian administratif
[sunting | sunting sumber]Pemerintahan Bangunharjo dipimpin oleh seorang lurah. Nurhidayat menjabat sebagai lurah pada masa jabatan 2022–2028, sebagaimana tercermin dalam keputusan pengangkatan lurah tahun 2022 dan pemberitaan resmi kalurahan tahun 2026.[6][7] Kantor kalurahan berada di Jalan Imogiri Barat Km 6,5, di belakang Pasar Ngoto.[8]
Padukuhan
[sunting | sunting sumber]Bangunharjo mempunyai 17 padukuhan. Berikut daftar padukuhan beserta jumlah rukun tetangga (RT) menurut Pemerintah Kalurahan Bangunharjo pada 2022:[9]
| No. | Padukuhan | Jumlah RT |
|---|---|---|
| 1 | Jotawang | 9 |
| 2 | Salakan | 10 |
| 3 | Randubelang | 8 |
| 4 | Wojo | 8 |
| 5 | Tanjung | 6 |
| 6 | Saman | 11 |
| 7 | Druwo | 7 |
| 8 | Tarudan | 9 |
| 9 | Ngoto | 6 |
| 10 | Pandeyan | 5 |
| 11 | Bakung | 6 |
| 12 | Semail | 7 |
| 13 | Mredo | 5 |
| 14 | Gatak | 7 |
| 15 | Widoro | 10 |
| 16 | Jurug | 6 |
| 17 | Demangan | 7 |
| Jumlah | 127 | |
Jumlah 17 padukuhan dan 127 RT tersebut juga tercantum dalam publikasi BPS untuk tahun 2025.[2]
Kependudukan
[sunting | sunting sumber]Menurut data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bantul yang dihimpun BPS, pada 2025 Bangunharjo dihuni 27.185 jiwa, terdiri dari 13.557 laki-laki dan 13.628 perempuan. Wilayah tersebut menampung sekitar 26,21% penduduk Kapanewon Sewon, dengan kepadatan 3.829 jiwa per km².[10]
Portal Satu Data Kabupaten Bantul mencatat perkembangan jumlah penduduk Bangunharjo sebagai berikut:[11]
| Tahun | Laki-laki | Perempuan | Jumlah |
|---|---|---|---|
| 2024 | 13.484 | 13.540 | 27.024 |
| 2025 | 13.557 | 13.628 | 27.185 |
| 2026 | 13.561 | 13.644 | 27.205 |
Perekonomian
[sunting | sunting sumber]Kegiatan ekonomi Bangunharjo meliputi pertanian, perdagangan, usaha kuliner, dan industri rumah tangga. Padukuhan Ngoto tercatat sebagai salah satu sentra pembuatan tempe di Kabupaten Bantul. Dalam daftar sentra industri kecil dan menengah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta untuk 2021, sentra tempe Ngoto tercatat terdiri atas 58 unit usaha yang mempekerjakan 169 orang.[12]
Salah satu sarana perdagangan setempat adalah Pasar Triwindu. Menurut riwayat yang diterbitkan pemerintah kalurahan, pasar tradisional tersebut mulai berdiri pada 1954 dan diresmikan pada 1979. Pada 2016, Pasar Triwindu memperoleh juara pertama lomba pengelolaan pasar tingkat Kabupaten Bantul.[13] Pemerintah kalurahan juga mengembangkan Taman Kuliner Bangunharjo yang berada di seberang balai kalurahan sebagai tempat kegiatan pelaku usaha makanan dan minuman skala kecil.[14]
Pada 2025, pemerintah kalurahan memulai pembangunan fasilitas agro farm tourism atau wisata edukasi pertanian di Padukuhan Tarudan. Proyek di atas tanah kas kalurahan seluas sekitar satu hektare tersebut direncanakan untuk kegiatan pertanian terpadu, pelatihan, dan wisata edukasi.[15]
Pendidikan dan kesehatan
[sunting | sunting sumber]Salah satu sekolah yang berada di Bangunharjo adalah SD Negeri 1 Wojo. Sebagian bangunan kelas sekolah tersebut merupakan bangunan lama dari masa Hindia Belanda, yang memperlihatkan unsur arsitektur Indis. Basis data cagar budaya Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat keberadaan izin pemanfaatan tanah untuk sekolah pada 1927; bagian bangunan kelas yang bersejarah telah berstatus bangunan cagar budaya.[16]
Bangunharjo juga menjadi lokasi dua perguruan tinggi, yaitu Politeknik ATK Yogyakarta di Padukuhan Tarudan[17] dan Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) di Padukuhan Druwo.[18]
Dalam bidang pelayanan kesehatan, Puskesmas Sewon II berlokasi di Padukuhan Tarudan, Bangunharjo. Wilayah kerja puskesmas ini mencakup Kalurahan Bangunharjo dan Panggungharjo.[19]
Kebudayaan dan tempat bersejarah
[sunting | sunting sumber]Monumen Perjuangan TNI AU
[sunting | sunting sumber]
Di kawasan Bangunharjo terdapat Monumen Perjuangan TNI AU, yang dikenal pula sebagai Monumen Ngoto.[20] Monumen ini didirikan pada 1 Maret 1948 untuk mengenang peristiwa penembakan pesawat Dakota VT-CLA oleh pesawat tempur Belanda pada 29 Juli 1947 di sekitar Ngoto. Peristiwa tersebut menewaskan sejumlah tokoh dan personel penerbangan Indonesia, termasuk Agustinus Adisutjipto, Abdulrachman Saleh, dan Adi Soemarmo Wirjokusumo.[21]
Monumen yang semula bernama Monumen Ngoto tersebut memperoleh nama Monumen Perjuangan TNI AU pada 2000. Kawasan monumen digunakan antara lain untuk kegiatan ziarah dalam rangka peringatan Hari Bakti TNI Angkatan Udara dan mengalami renovasi yang diresmikan pada 2023.[22]
Cagar budaya dan tradisi
[sunting | sunting sumber]Selain Monumen Perjuangan TNI AU, peninggalan bersejarah di Bangunharjo meliputi Rumah Tradisional Jawa Eks Kantor Kalurahan Ngoto serta bangunan kelas lama SD Negeri 1 Wojo. Rumah tradisional di Ngoto memiliki unsur tata ruang rumah Jawa, termasuk pendapa, pringgitan, dan dalem; pendapanya masih digunakan untuk kegiatan sosial dan kesenian.[4]
Kesenian yang terdokumentasi di sejumlah padukuhan meliputi hadrah dan macapat di Saman, serta pertunjukan ketoprak dan wayang kulit. Tradisi wiwitan, yaitu ritual yang berkaitan dengan permulaan panen, juga tercatat di Padukuhan Gatak.[23]
Pada 27 Agustus 2025, Bangunharjo menjadi salah satu dari sepuluh kalurahan di Kabupaten Bantul yang menerima surat keputusan penetapan sebagai Rintisan Desa Budaya dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul.[24]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Kecamatan Sewon Dalam Angka 2026". BPS Kabupaten Bantul. 28 September 2026. hlm. 7, 27–28. Diakses tanggal 14 Oktober 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 "Kecamatan Sewon Dalam Angka 2026". BPS Kabupaten Bantul. 28 September 2026. hlm. 17. Diakses tanggal 14 Oktober 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 3 "Menggali Informasi tentang Sejarah Kalurahan Bangunharjo". Pemerintah Kalurahan Bangunharjo. 15 Maret 2023. Diakses tanggal 14 Oktober 2026.
- 1 2 "Rumah Tradisional Jawa Eks Kantor Kalurahan Ngoto". Jogja Cagar, Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta. Diakses tanggal 14 Oktober 2026.
- ↑ "Kecamatan Sewon Dalam Angka 2026". BPS Kabupaten Bantul. 28 September 2026. hlm. 7–8. Diakses tanggal 14 Oktober 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Keputusan Bupati Bantul Tahun 2022 Nomor 466 tentang Pengesahan dan Pengangkatan Lurah Bangunharjo Masa Jabatan 2022–2028". Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Kabupaten Bantul. 11 Oktober 2022. Diakses tanggal 14 Oktober 2026.
- ↑ "Lurah Bangunharjo Tegaskan Sinergi Pemerintah Kalurahan dan PRNU untuk Kemaslahatan Umat". Pemerintah Kalurahan Bangunharjo. 16 Agustus 2026. Diakses tanggal 14 Oktober 2026.
- ↑ "Kontak Kami". Pemerintah Kalurahan Bangunharjo. 13 Maret 2026. Diakses tanggal 14 Oktober 2026.
- ↑ "Nama Padukuhan se-Kalurahan Bangunharjo". Pemerintah Kalurahan Bangunharjo. 18 Maret 2022. Diakses tanggal 14 Oktober 2026.
- ↑ "Kecamatan Sewon Dalam Angka 2026". BPS Kabupaten Bantul. 28 September 2026. hlm. 27–28. Diakses tanggal 14 Oktober 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Jumlah Penduduk menurut Kapanewon, Kalurahan, dan Jenis Kelamin, 2024–2026". Satu Data Bantul. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bantul. Diakses tanggal 14 Oktober 2026.
- ↑ "Daftar Sentra Industri Kecil dan Menengah 2021" (PDF). Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Istimewa Yogyakarta. Diakses tanggal 14 Oktober 2026.
- ↑ "Siaran Langsung RRI di Pasar Triwindu Desa Bangunharjo". Pemerintah Kalurahan Bangunharjo. 2 Oktober 2018. Diakses tanggal 14 Oktober 2026.
- ↑ "Taman Kuliner Bangunharjo sebagai Embrio Aktivitas Inovasi Unggulan Kalurahan Bangunharjo". Pemerintah Kalurahan Bangunharjo. 1 Maret 2024. Diakses tanggal 14 Oktober 2026.
- ↑ "Optimalisasi Tanah Kas Menuju Kemandirian Ekonomi Berbasis Wisata Edukasi". Pemerintah Kalurahan Bangunharjo. 15 Juni 2025. Diakses tanggal 14 Oktober 2026.
- ↑ "Bangunan Kelas Sekolah Dasar Negeri 1 Wojo". Jogja Cagar, Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta. Diakses tanggal 14 Oktober 2026.
- ↑ "Sekolah Kedinasan di Jogja untuk IPS, IPA, SMK dan Biayanya". Tirto.id. Diakses tanggal 14 Oktober 2026.
- ↑ "Keunggulan Kuliah di Program Studi D3 Manajemen Transportasi STTKD Yogyakarta". STTKD Yogyakarta. Diakses tanggal 14 Oktober 2026.
- ↑ "Demografi". Puskesmas Sewon II, Pemerintah Kabupaten Bantul. Diakses tanggal 14 Oktober 2026.
- ↑ "Monumen Perjuangan TNI Angkatan Udara". Jogja Budaya, Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta. Diakses tanggal 14 Oktober 2026.
- ↑ "29 Juli 1947, Rasa Bangga dan Duka". Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara. 22 Februari 2023. Diakses tanggal 14 Oktober 2026.
- ↑ "Kasau Resmikan Renovasi Monumen Perjuangan TNI AU Ngoto, Yogyakarta". Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara. 29 Juli 2023. Diakses tanggal 14 Oktober 2026.
- ↑ "Rapat Pencermatan Potensi Seni Budaya di Bangunharjo". Pemerintah Kalurahan Bangunharjo. 17 Desember 2024. Diakses tanggal 14 Oktober 2026.
- ↑ "Bangunharjo Terima SK Rintisan Desa Budaya 2025, Langkah Baru dalam Pelestarian Tradisi". Pemerintah Kalurahan Bangunharjo. 28 Agustus 2025. Diakses tanggal 14 Oktober 2026.
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- Situs resmi Pemerintah Kalurahan Bangunharjo
- Kecamatan Sewon Dalam Angka 2026 – BPS Kabupaten Bantul
- (Indonesia) Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 050-145 Tahun 2022 tentang Pemberian dan Pemutakhiran Kode, Data Wilayah Administrasi Pemerintahan, dan Pulau tahun 2021
- (Indonesia) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan
- (Indonesia) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan
