Lompat ke isi

Badak putih utara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Badak Putih Utara
Badak putih utara jantan.
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Ceratotherium
Spesies:
Subspesies:
C. s. cottoni
Nama trinomial
Ceratotherium simum cottoni
(Lydekker, 1908)
Habitat badak ini berwarna putih

Badak putih utara (Ceratotherium simum cottoni) adalah salah satu dari dua subspesies badak Putih. Badak ini pernah tersebar di padang rumput dan savana di wilayah timur dan tengah Afrika. Sejak 19 Maret 2018 diketahui hanya tersisa dua individu betina yang masih hidup (masing-masing bernama Najin dan Fatu), sehingga subspesies ini dapat dikatakan punah secara fungsional. Kedua individu badak ini dimiliki oleh Kebun Binatang Dvůr Králové, Ceko, namun saat ini dirawat dan dikonservasi di Suaka Margasatwa Ol Pejeta, Kenya dan dilindungi dari petugas bersenjata secara terus menerus.[1]

Berdasarkan taksiran terbaru dari Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) yang diterbitkan pada tahun 2020, badak puth utara dikategorikan sebagai "Kritis (kemungkinan Punah di Alam Liar)."[2]

Hingga saat ini, badak putih utara, diketahui hanya tersisa dua individu betina yang masih hidup, yaitu Naijin dan Fatu, di mana Fatu merupakan anak dari Najin. Keduanya dalam kondisi sehat dan dirawat di Ol Pejeta Conservancy, Kenya. Najin lahir tahun 1989, sedangkan Fatu lahir pada tahun 2000. Dengan demikian, hingga Desember 2025, usia Najin sekitar 36 tahun dan Fatu 25 tahun.

Ol Pejeta Conservancy bekerja sama dengan tim ilmuwan internasional untuk mengembangkan metode reproduksi berbantu (in vitro vertilization / IVF) sebagai upaya penyelamatan subsspesies ini. Hingga kini, telah berhasil dikembangkan sebilan embrio badak putih utara, yang diharapkan dapat menghasilkan individu jantan di masa depan. Meskipun demikian, badak putih utara tetap dikategorikan sebagai punah secara fungsional, karena tidak adanya individu jantan yang masih hidup dan belum adanya kelahiran alami di alam liar.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Spencer, C (13 April 2020). "Northern white rhinos: The audacious plan that could save a species". BBC News (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 8 Juni 2021.
  2. Emslie, R (6 Januari 2020). "IUCN Red List of Threatened Species: Ceratotherium simum ssp. cottoni". IUCN Red List of Threatened Species. Diakses tanggal 8 Juni 2021.