Akhyar Nasution

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Akhyar Nasution
Berkas:Wali Kota Akhyar Nasution.jpg
Wali Kota Medan ke-17
Masa jabatan
11 Februari 2021 – 17 Februari 2021
Pelaksana Tugas: 17 Oktober 2019 – 11 Februari 2021
WakilTidak ada, jabatan kosong
PendahuluDzulmi Eldin
PenggantiArief Sudarto Trinugroho (pjs.)
Wiriya Alrahman (plh.)
Bobby Nasution
Wakil Wali Kota Medan ke-4
Masa jabatan
17 Februari 2016 – 17 Oktober 2019
PendahuluDzulmi Eldin
PenggantiTidak ada, jabatan kosong
Selanjutnya dijabat oleh Aulia Rachman
Informasi pribadi
Lahir21 Juli 1966 (umur 55)
Bendera Indonesia Kota Medan, Sumatra Utara
KebangsaanIndonesia
Partai politik  PDI-P (sampai 2020)
  Demokrat (sejak 2020)
Suami/istriHj. Nurul Khairani Lubis
AlmamaterUniversitas Sumatra Utara

Ir. H. Akhyar Nasution, M.Si. (lahir 21 Juli 1966)[1] adalah politikus Indonesia yang menjabat Wali Kota Medan sejak 11 hingga 17 Februari 2021. Sebelumnya, ia adalah Pelaksana Tugas Wali Kota sejak 17 Oktober 2019. Ia menjabat Wakil Wali Kota Medan sejak 2016 hingga 2020 mendampingi Wali Kota Dzulmi Eldin.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Akhyar Nasution lahir di Medan, 21 Juli 1966. Ia menempuh pendidikan di SD Negeri 060863/27 Kelurahan Brayan Bengkel, Medan Timur (1974-1980), SMP Negeri 9 Medan, Kelurahan Pulo Brayan Kota, Medan Barat, Medan (kini SMP Negeri 11 Medan, 1980-1983), dan SMA Negeri 3 Medan (1983-1986).[2][3]

Ia awalnya mulai berkuliah jurusan fisika di Universitas Sumatra Utara (USU), tetapi keluar dan bekerja sebentar sebagai staf laboratorium di sebuah pabrik minyak goreng sebelum kembali ke studinya pada tahun 1988.[4]

Ia lalu melanjutkan pendidikan S1 Teknik Sipil di Universitas Sumatra Utara dan meraih gelar Sarjana Teknik (1988-1995). Selama berkuliah, ia aktif menjadi anggota Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Fakultas Teknik USU (1988-1995).[2][3]

Karier[sunting | sunting sumber]

Setamat kuliah, ia bekerja sebagai Karyawan PT Fajar Hamparan Mas (1995-2000). Setelah reformasi, ia mulai masuk kancah politik dengan menjadi Ketua PAC PDI Perjuangan Medan Deli (1998-2002). Akhyar menamatkan studi S2 Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan di USU dan meraih gelar Magister Sains (2000-2003).[2][3]

Pada Pemilu 1999, Akhyar maju sebagai calon legislatif dan duduk sebagai Anggota DPRD Kota Medan periode 1999-2004. Setelah tidak lagi di legislatif, ia bekerja sebagai wirausaha Lalu, ia bertugas sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDI Perjuangan Sumatra Utara (2008-2010). Ia menjabat sebagai Wakil Sekretaris Eksternal (2010-2015) dan Wakil Sekretaris Internal (2015-2019) PDI Perjuangan Sumatra Utara. Pada Pilwako Medan 2015, ia ditunjuk sebagai calon wakil wali kota Medan mendampingi Dzulmi Eldin. Pada Tanggal 17 Februari 2016, ia dilantik menjadi wakil wali kota pada Pelantikan Kepala Daerah Serentak Sejajaran Pemprovsu.[5] Pada 17 Oktober 2019, dia menjadi pelaksana tugas wali kota Medan karena Dzulmi Eldin ditahan KPK.[6] Ia juga bertugas sebagai Wakil Ketua Bidang Organisasi PDI Perjuangan Sumatra Utara (2019-2020). Akhyar merampungkan studi Pendidikan Profesi Insinyur dari USU dan meraih gelar Insinyur pada tahun 2020.[2][3]

Dengan dilantiknya Akhyar pada 11 Februari 2021, mencatatkan sejarah baginya dan Kota Medan dengan memiliki jabatan sebagai Walikota Medan definitif dengan masa jabatan tersingkat hingga 17 Februari 2021.[7]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]