Ahmad al-Muhajir

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

al-Imam as-Sayyid [1]
Ahmad
ar-Muhajir Ilallah
Nama asalاحمد
LahirAhmad
Meninggal241 H[2] atau 260 H[3] /873 M
Basra
MakamAl Husaisa, Seiyun, Hadramaut, Republik Yaman
Tempat tinggalHadramaut
KebangsaanArab
Nama lainImam Ahmad bin Isa
Imam Ahmad Al Muhajirullah
Warga negaraAbbasiyah
Dikenal atasLeluhur Bani Alawi, Hijrah dari Basra ke Hadramaut
AnakMuhammad
Ali
Husain
Ubaidillah/Abdullah
Orang tuaIsa ar-Rumi (ayah)
Kerabatputra dari: Isa ar-Rumi
sepupu dari: Ali al-Hadi

Ahmad al-Muhajir (820-924) (bahasa Arab: أحمد المهاجر‎), atau lengkapnya Al-Imam Ahmad bin Isa bin Muhammad bin Ali bin Ja'far bin Muhammad bin Ali bin Husain bin Ali bin Abu Thalib, adalah seorang imam keturunan Ahlul Bait yang berasal dari Basra, Irak. Ia terkenal karena hijrah ke Hadramaut bersama keluarga dan pengikutnya untuk menghindari fitnah yang sedang gencar kala itu di kawasan Irak dan Jazirah Arab.

Kelahiran[sunting | sunting sumber]

Diriwayatkan bahwa ia lahir pada tahun 241[4] H (820 M) walaupun ada pula yang menyebut 260[3] H.

Hijrah ke Hadramaut[sunting | sunting sumber]

Ahmad bin Isa dinamakan Al-Muhajir karena ia meninggalkan Basrah, Irak pada zaman pemerintahan Khalifah Abbassiyah yang berpusat di Baghdad, pada tahun 317H (896 M). Mula-mula ke Madinah dan Mekkah, kemudian pada tahun 318 H dari Mekkah ke Yaman kurang lebih sekitar tahun 319 H.

Ia berhijrah disebabkan karena banyaknya fitnah yang terjadi di Irak pada waktu itu. Banyak para Ahlul Bait keturunan Rasulullah diburu atau bahkan dibunuh karena pemerintah khawatir kalau mereka mau mengambil-alih kekuasaan. Imam al-Muhajir adalah orang pertama yang datang ke Hadramaut berserta keluarganya yang berjumlah 70 orang. Ikut serta dalam perjalanan adalah anaknya yang bernama Ubaidillah dan ketiga cucunya; Alwi, Jadid dan Basri.[3]

Menurut Dr Muhammad Hasan al Aydrus, pengajar sejarah di Universitas Uni Emirat Arab, nama al Muhajir adalah gelar karena al Imam Ahmad bin Isa hijrah dari Bashrah setelah kota itu menghadapi serangan massal dari kaum Khawarij dan pemberontakan orang-orang yang berasal dari Afrika. Awalnya, ia memutuskan berangkat ke Hijaz dan menetap setahun di Kota Madinah ketika Kota Makkah menghadapi serangan orang-orang Qaramithah.[butuh rujukan]

Wafat[sunting | sunting sumber]

Ia wafat pada tahun 345h (924 M) di Husayyisah, sebuah kota antara Tarim dan Seiyun, Hadramaut. Makamnya di atas sebuah bukit umumnya salah-satu yang pertama kali diziarahi oleh para pengunjung yang datang ke Hadramaut.

Keturunan dan status[sunting | sunting sumber]

Imam Ahmad al-Muhajir wafat pada tahun 345 Hijriyah, dan dikarunia keturunan:[3]

  1. Muhammad (Keturunannya tersebar di negri Baghdad )
  2. Abdullah / Ubaidillah (Abu Alawy). Lahir di Basrah dan meninggal pada 383 H di Somal, Yaman.[5]
    1. Basri[6]
    2. Jadid[6]
    3. Alawi al-Awwal
      1. Muhammad Shahib as-Saumi'ah
        1. Alawi ats-Tsani
          1. Salim[7]
          2. Ali Khali' Qasam[7]
            1. Muhammad Shahib Mirbath[8]
              1. Alawi[9]
                1. Abdul Malik[10] Azmatkhan
                2. Abdullah
                3. Abdurrahman[11]
              2. Ahmad[12]
              3. Ali[13]
                1. Muhammad al-Faqih Muqaddam[14]
              4. Abdullah
            2. Abdullah[15]
            3. Husain[15]

Para sayyid dari keluarga Bani Alawi yang berasal dari Hadramaut bernasab kepadanya. Sebagian besar para Walisongo di Indonesia juga adalah keturunan Al-Imam Ahmad Al-Muhajir bin Isa ini.[butuh rujukan]

Imam Ahmad Al-Muhajir ialah seorang Imam Mujtahid, yang lebih banyak diikuti daripada mengikuti.[butuh rujukan]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]