Lompat ke isi

Feijoa

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Acca sellowiana)
Feijoa
Buah
Bunga
Klasifikasi ilmiah
Domain:
Kerajaan:
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Rosid
Ordo:
Famili:
Subfamili:
Tribus:
Genus:
Feijoa

O.Berg
Spesies:
Feijoa sellowiana

(O.Berg) O.Berg
Sinonim[2]

Acca sellowiana (O.Berg) Burret
Orthostemon sellowianus O.Berg

Feijoa (nama latin: Acca sellowiana, sinomin Feijoa sellowiana) berkerabat dengan jambu biji. Bentuknya mirip seperti jambu dan rasanya seperti nanas, sehingga buah ini juga disebut jambu nanas. Buah ini berasal dari Brasil Selatan, Paraguay, Uruguay, dan sebagian Argentina. Feijoa biasanya dibudidayakan pada iklim kering ringan untuk menghasilkan buah yang manis. Buah ini diperkenalkan di Eropa Selatan pada tahun 1890 dan di California sekitar tahun 1900. Buah ini dapat dimakan langsung atau dapat juga dibuat menjadi selai dan jeli.[3]

Tanaman ini tergolong genus Acca dan famili Myrtaceae. Tanaman feijoa berasal dari Argentina dan Brazil. Populer pula dikenal dengan nama pineapple guava, tanaman ini mempunyai campuran rasa apel, nanas, dan mint namun bentuk fisik daging buahnya seperti jambu. Buah feijoa mempunyai aroma khas, berbau kuat mirip bau parfum. Hal ini disebabkan di dalam buahnya feijoa mengandung ester metil benzoat serta senyawa terkait lainnya.[butuh rujukan]

Informasi botani[sunting | sunting sumber]

Pohon dari buah ini tingginya sekitar sekitar 5 meter dan memiliki daun seperti zaitun. Buah feijoa jatuh saat matang, tetapi harus disimpan di tempat yang sejuk sampai cukup lunak untuk dimakan. Tanaman ini terkenal dengan keindahannya. Kulitnya kasar dan warnanya cenderung abu-abu tua. Adapun daunnya berbentuk elips, kasar, dengan warna cerah di permukaan atas dan keputihan di sisi bawah. Bunganya cukup mencolok dan berwarna putih kemerahan. Saat musim panas tiba, benang sari berwarna merah.[4]

Kandungan buah feijoa[sunting | sunting sumber]

Feijoa memiliki beragam kandungan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Beberapa di antaranya sebagai berikut[5]:

Vitamin C[sunting | sunting sumber]

Vitamin C merupakan antioksidan yang larut dalam air dan mampu melawan penyakit dengan cara meningkatkan sistem kekebalan tubuh manusia, memacu produksi sel darah putih, meningkatkan resistensi tubuh dalam melawan infeksi, serta sebagai agen antiradikal bebas.

Zat Besi[sunting | sunting sumber]

Zat besi merupakan mineral yang membantu produksi sel darah merah serta memperlancar aliran darah. Bersama dengan vitamin B, zat besi menstimulasi aliran darah sehingga aliran oksigen di darah juga lancar yang berdampak pada meningkatnya level energi.

Serat[sunting | sunting sumber]

Serat membantu melindungi membran dan permukaan usus dari terlalu lama terpapar racun dan penyebab kanker. Serat juga memacu gerakan peristaltik serta membantu penyerapan nutrisi. Serat mengurangi risiko serangan jantung dan stroke karena mampu menurunkan level kolestrol jahat.

Vitamin B[sunting | sunting sumber]

Vitamin B berperan vital di hampir semua fungsi tubuh khususnya aktivitas metabolisme seperti sintesis protein dan pembentukan sel darah merah. Vitamin B juga memfasilitasi produksi hormon, menstimulasi fungsi sistem saraf, dan menghasilkan energi di dalam sel.

Mangan, tembaga, kalsium, dan kalium[sunting | sunting sumber]

Bersama-sama menjaga kepadatan tulang dan mencegah kerapuhan tulang serta osteoporosis. Berperan juga meningkatkan energi level sehingga bisa tetap aktif sepanjang hari.

Antioksidan[sunting | sunting sumber]

Flavanoid dan glikosida merupakan antioksidan yang berfungsi meningkatkan ingatan, fokus, dan mengurangi risiko terkena penyakit saraf seperti alzheimer.

Cara penyimpanan[sunting | sunting sumber]

Berikut beberapa hal yang perlu anda perhatikan tentang penyimpanan buah feijoa[6] :

  • Buah feijoa yang sudah dikupas, harus segera disimpan di dalam kulkas.
  • Jika Anda tidak berencana untuk memasukkan buah Feijoa ke dalam kulkas, maka sebaiknya buah yang telah dikupas tersebut dikonsumsi dalam waktu 2–3 hari.
  • Akan tetapi, jika buah tersebut masih dalam kondisi utuh, cukup cuci bersih menggunakan air dan simpan atau letakkan dalam keranjang buah.
  • Buah yang belum dikupas sama sekali dapat bertahan selama beberapa hari.

Cara penyajian[sunting | sunting sumber]

Buah feijoa memiliki cita rasa yang lezat dan manis serta menyegarkan. Berikut beberapa cara penyajian Feijoa yang dapat anda lakukan[6] :

  • Buah fejioa yang sudah matang dapat dikonsumsi secara langsung. Anda bisa memotong buah menjadi dua dan menggunakan sendok untuk memakannya.
  • Aroma manis yang terdapat pada daging buah feijoa juga seringkali digunakan sebagai smoothies atau campuran rasa untuk pie, kue, es krim, yoghurt, dan sebagainya.
  • Buah feijoa juga dapat dikeringkan untuk dijadikan campuran rebusan bahkan sebagai campuran kari.
  • Feijoa juga seringkali digunakan sebagai bahan campuran salad, chutney, dan acar. Seringkali buah ini juga dijadikan campuran sorbet atau makanan penutup lainnya.
  • Fejioa juga dapat dibuat jus dan wine serta dicampur sebagai bahan minuman.
  • Selain itu, feijoa juga dapat dibuat selai dengan menambahkan ekstrak vanilla dan juga madu serta jahe.
  • Feijoa juga dapat dibuat sebagai campuran pudding gandum dengan tambahan sirup atau dijadikan sebagai pelengkap pastry.

Efek samping[sunting | sunting sumber]

Sampai sejauh ini belum ditemukan efek samping dari konsumsi buah feijoa. Bahkan buah ini boleh dimakan oleh ibu hamil dan anak-anak bahkan bayi.

Namun demikian, yang perlu diperhatikan adalah, bagi penderita alergi vitamin C sebaiknya tidak mengonsumsi feijoa dalam jumlah banyak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Hal ini disebabkan kandungan vitamin C pada Feijoa sangat tinggi sehingga penderita alergi harus berhati-hati.[6]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ IUCN SSC Global Tree Specialist Group, Botanic Gardens Conservation International (BGCI) & Canteiro, C. 2019. Acca sellowiana. The IUCN Red List of Threatened Species 2019: e.T152946605A152946607. https://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2019-3.RLTS.T152946605A152946607.en. Accessed on 22 March 2023.
  2. ^ Govaerts R. (2020). "Feijoa; in Plants of the World Online". Kew. 
  3. ^ "Mengenal Feijoa, Jambu Biji Rasa Nanas". Sariagri. 2022-03-05. Diakses tanggal 2023-01-19. 
  4. ^ Jerman, Portillo. "Feijoa (Acca sellowiana)". BerkebunOn. Diakses tanggal 2023-01-07. 
  5. ^ Hidayat, Arif Meftah (2019-12-23). "Kandungan dan Manfaat Buah Feijoa". anakagronomy.com. Diakses tanggal 2023-01-07. 
  6. ^ a b c Saphira, Katya. "Feijoa: Manfaat – Efek Samping dan Tips Penyimpanan". idnmedis.com. Diakses tanggal 2023-02-07.