2 Samuel 18

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
pasal 17       2 Samuel 18       pasal 19
Leningrad Codex Sam1-Sam2

Kitab Samuel (Kitab 1 & 2 Samuel) lengkap pada Kodeks Leningrad, dibuat tahun 1008.
Kitab: Kitab 1 Samuel
Bagian Alkitab: Perjanjian Lama
Kitab ke- 10
Kategori: Nevi'im

2 Samuel 18 (atau II Samuel 18, disingkat 2Sam 18) adalah bagian dari Kitab 2 Samuel dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Dalam Alkitab Ibrani termasuk Nabi-nabi Awal atau Nevi'im Rishonim [נביאים ראשונים] dalam bagian Nevi'im (נביאים; Nabi-nabi).[1][2]

Teks[sunting | sunting sumber]

Waktu[sunting | sunting sumber]

  • Kisah yang dicatat di pasal ini terjadi pada masa pemerintahan raja Daud setelah bertahta di Yerusalem, sekitar tahun 1000-960 SM.

Struktur[sunting | sunting sumber]

Pembagian isi pasal (disertai referensi silang dengan bagian Alkitab lain):

Ayat 20[sunting | sunting sumber]

Tetapi berkatalah Yoab kepadanya: "Pada hari ini bukan engkau yang menjadi pembawa kabar, pada hari lain boleh engkau yang menyampaikan kabar, tetapi pada hari ini engkau tidak akan menyampaikan kabar karena anak raja sudah mati." (TB)[3]

Ayat 22[sunting | sunting sumber]

Tetapi berkatalah sekali lagi Ahimaas bin Zadok kepada Yoab: "Apapun yang terjadi, izinkanlah juga aku berlari pergi menyusul orang Etiopia itu."
Tetapi kata Yoab: "Mengapa juga engkau mau berlari pergi, anakku? Apakah engkau membawa kabar yang menguntungkanmu?" (TB)[4]

Ayat 33[sunting | sunting sumber]

Maka terkejutlah raja dan dengan sedih ia naik ke anjung pintu gerbang lalu menangis. Dan beginilah perkataannya sambil berjalan: "Anakku Absalom, anakku, anakku Absalom! Ah, kalau aku mati menggantikan engkau, Absalom, anakku, anakku!" (TB)[5]

Ayat 33 bahasa Ibrani[sunting | sunting sumber]

Teks Masoret:

וירגז המלך ויעל על־עלית השער ויבך וכה ׀ אמר בלכתו בני אבשלום בני בני אבשלום מי־יתן מותי אני תחתיך אבשלום בני בני׃

Transliterasi:

wa·yir·gaz ha·me·lekh wa·ya·'al al-a·li·yat ha·sya·'ar wa·ye·be·ke we·khoh a·mar be·lekh·to be·ni ab·sya·lom be·ni be·ni ab·sya·lom mi-yi·ten mu·ti a·ni takh·tei·kha ab·sya·lom be·ni be·ni.

Ayat 33 catatan[sunting | sunting sumber]

Kesedihan Daud yang tak kunjung padam lebih daripada sekadar seorang ayah yang menangisi kematian anaknya; ia sedih karena anaknya terbunuh ketika sedang memberontak dan berbuat dosa.[6]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 979-415-815-1, 9789794158159
  2. ^ J. Blommendaal. Pengantar kepada Perjanjian Lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857
  3. ^ 2 Samuel 18:20 - Sabda.org
  4. ^ 2 Samuel 18:22 - Sabda.org
  5. ^ 2 Samuel 18:33 - Sabda.org
  6. ^ The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]