Tari Angguk

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Tari Angguk adalah tarian tradisional yang berasal dari Yogyakarta dan menceritakan kisah tentang Umarmoyo-Umarmadi dan Wong Agung Jayengrono dalam Serat Ambiyo. Tarian ini dimainkan secara berkelompok oleh 15 penari wanita yang berkostum menyerupai serdadu Belanda dan dihiasi gombyok barang emas, sampang, sampur, topi pet warna hitam, dan kaos kaki warna merah atau kuning dan mengenakan kacamata hitam. Tarian ini biasanya dimainkan selama durasi 3 hingga 7 jam.

Pada mulanya Tari Angguk adalah tari permainan atau hiburan yang biasa dimainkan oleh muda- mudi. Namun dalam perkembangannya Tari Angguk mulai disisipin hal-hal mistis. Konon, Tari Angguk juga dianggap bisa mengundang roh halus untuk ikut bermain dengan menggunakan media tubuh sang penari[1].

Jenis-jenis Angguk dan Pemain[sunting | sunting sumber]

Tarian yang disajikan dalam kesenian angguk terdiri dari dua jenis, yaitu:

  • Tari Ambyakan, adalah tari angguk yang dimainkan oleh banyak penari. Tarian ambyakan terdiri dari tiga macam yaitu:
  1. Tari Bakti
  2. Tari Srokal
  3. Tari Penutup
  • Tari Pasangan, adalah tari angguk yang dimainkan secara berpasangan. Tari pasangan ini terdiri dari delapan macam, yaitu:
  1. Tari Mandaroka
  2. Tari Kamudaan
  3. Tari Cikalo Ado
  4. Tari Layung-layung
  5. Tari Intik-intik
  6. Tari Saya-cari
  7. Tari Jalan-jalan
  8. Tari Robisari

Pada mulanya angguk hanya dimainkan oleh kaum laki-laki saja. Namun, dalam perkembangan selanjutnya tarian ini juga dimainkan oleh kaum perempuan. Para pemain angguk ini mengenakan busana yang terdiri dari dua macam, yaitu busana yang dikenakan oleh kelompok penari dan busana yang dikenakan oleh kelompok pengiring.

Busana yang dikenakan oleh kelompok penari mirip dengan busana prajurit Kompeni Belanda, yaitu:

  1. baju berwarna hitam berlengan panjang yang dibagian dada dan punggungnya diberi hiasan lipatan-lipatan kain kecil yang memanjang serta berkelok-kelok
  2. celana sepanjang lutut yang dihiasi pelet vertikal berwarna merah-putih di sisi luarnya
  3. topi berwarna hitam dengan pinggir topi diberi kain berwarna merah-putih dan kuning emas. Bagian depan topi ini memakai “jambul” yang terbuat dari rambut ekor kuda atau bulu-bulu
  4. selendang yang digunakan sebagai penyekat antara baju dan celana
  5. kacamata hitam
  6. kaos kaki selutut berwarna merah atau kuning
  7. rompi berwarna-warni

Sedangkan busana yang dikenakan oleh kelompok pengiring adalah:

  1. baju biasa
  2. jas
  3. sarung
  4. kopiah

Peralatan musik yang digunakan untuk mengiringi tari Angguk diantaranya adalah:

  1. kendang
  2. bedug
  3. tambur
  4. kencreng
  5. rebana (2 buah)
  6. terbang besar
  7. jedor

[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Tari Angguk, Kini Kian Mistis", Indosiar