Selendang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Seorang perempuan Jawa mengunakan selendang untuk menggendong bayi

Selendang adalah pakaian tradisional Indonesia yang berbentuk kain panjang. Selendang biasanya digunakan oleh perempuan. Selendang kebanyakan saat ini mempunyai motif batik. Hampir setiap daerah punya selendang tersendiri. Selendang disimpangkan, kadang buat tutup kepala bila panas, kadang buat gendongan anak. Padanan Selendang adalah kain yang multifungsi, kain untuk tutup bagian bawah tubuh, juga untuk gendong anak, ayunan, untuk bawa barang, bawa gembolan. Selendang juga menjadi bagian tak terpisahkan dalam upacara perkawinan, kehamilan, atau upacara kelahiran dan kematian dan tari tradisional[1].

Selendang untuk gendongan bayi[sunting | sunting sumber]

Selendang sudah lama menjadi favorit para orang tua memiliki bayi untuk menggendong bayi. Walaupun kainnya tergolong tipis namun kuat dan terasa sejuk ketika dikenakan. Kain selendang biasanya mempunyai panjang sekitar 2 meter dan lebar 1 meter. Selendang diikat bawah lengan sebagai tempat tidur gantung.

Dengan beberapa latihan, bayi dapat dimasukkan ke selendang tersebut. Karena bayi dalam selendang dekat dengan ibu dipakai, menghasilkan lebih prolaktin , hormon yang mengatur produksi susu. Saat bayi ingin menyusui menggunakan selendang lebih memudahkan ibu. Bahkan menurut seorang arkeolog Timothy Taylor, menggunakan selendang selama masa pra-sejarah mendorong pertumbuhan otak manusia[2].

Keuntungan menggunakan selendang[sunting | sunting sumber]

  • Membuat bayi merasa aman dan nyaman melalui kontak tubuh ( Structural Modeling ). Bayi bahagia dan sedikit menangis. Hal ini sejalan dengan studi yang dilakukan oleh Urs A. Hunziker di Rumah Sakit Anak Universitas Zurich , setelah lahir bayi lebih sedikit menangis daripada bayi yang tidak menggunakan selendang.[3]
  • Anak itu tidak selalu di tengah, tapi masih bisa aktif mengalami semua kegiatan keluarga.
  • Mobilitas yang lebih baik daripada menggunakan kereta dorong, Anda melalui anak tangga, angkutan umum dll).
  • Selendang membuat kontak fisik langsung dengan bayi sehingga mengatur suhu bayi. Bila bayi demam mungkin akan sedikit berkurang.
  • Membantu penguatan otot inti. Banyak orang tua melaporkan bahwa nyeri punggung berkurang. Efek menggendong juga membantu untuk menurunkan berat badan setelah kehamilan.

Kekurangan[sunting | sunting sumber]

  • Memerlukan sedikit latihan dan cara tersendiri untuk menggendong bayi dengan benar[4].
  • Menurut sebagian orang tampilan selendang terkesan kuno, sehingga sebagian ibu di kota besar ada yang memilih mengunakan gendongan bayi modern.

Catatan Kaki[sunting | sunting sumber]