Taman Nasional Manupeu Tanah Daru

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Taman Nasional Manupeu-Tanah Daru merupakan perwakilan hutan musim semi-peluruh dataran rendah yang tersisa di Sumba. Sebagian besar kawasan hutan di taman nasional tersebut berupa tebing-tebing terjal, yang muncul mulai dari permukaan laut sampai ketinggian 600 meter.

Taman Nasional Manupeu-Tanah Daru memiliki keanekaragaman jenis bernilai tinggi yaitu sekitar 118 jenis tumbuhan diantaranya suren (Toona sureni), taduk (Sterculia foetida), kesambi (Schleichera oleosa), pulai (Alstonia scholaris), asam (Tamarindus indica), kemiri (Aleurites moluccana), jambu hutan (Syzygium sp.), cemara gunung (Casuarina sp.), dan lantana (Lantana camara).

Satwa yang ada pada kawasan taman nasional ini sebanyak 87 jenis burung termasuk 7 jenis endemik pulau Sumba yaitu kakatua cempaka (Cacatua sulphurea citrinocristata), julang Sumba (Rhyticeros everetti), punai Sumba (Treron teysmannii), sikatan Sumba (Ficedula harterti), kepodang-sungu Sumba (Coracina dohertyi), dan madu Sumba (Nectarinia buettikoferi). Burung julang sumba dan kakatua cempaka merupakan burung yang paling langka dan terancam punah khususnya di Pulau Sumba.

Taman Nasional Manupeu-Tanah Daru memiliki 57 jenis kupu-kupu termasuk tujuh endemik Pulau Sumba yaitu Papilio neumoegenii, Ideopsis oberthurii, Delias fasciata, Junonia adulatrix, Athyma karita, Sumalia chilo, dan Elimnia amoena.

Manupeu-Tanah Daru belum lama ditunjuk sebagai Taman Nasional, sehingga fasilitas untuk pengunjung masih sangat terbatas. Fasilitas yang tersedia berupa homestay yang dikelola oleh masyarakat sekitar taman nasional.


Air Terjun Matayangu

Sebagian besar wisatawan yang datang ke taman nasional ini umumnya terkait dengan waktu luang yang tersisa dari perjalanan wisata budaya di Pulau Sumba.

Lokasi yang menarik untuk dikunjungi: Matayangu dan Lapopu. Air terjun yang terletak di Desa Waimanu dan Desa Katikutana.

Beberapa atraksi budaya di Pulau Sumba antara lain: Waikabubak yang berdekatan dengan Taman Nasional Manupeu-Tanah Daru banyak dijumpai kuburan kuno yang diukir. Kuburan kuno tersebut merupakan simbol dan status sosial serta kesehatan masyarakat (Kadung Tana, Watu Karagata dan Bulu Peka Mila). Pasola, merupakan atraksi ritual yang sangat menarik dan menegangkan, karena terlihat beberapa orang menaiki kuda yang dihias warna-warni, saling menyerang untuk merobohkan satu dengan lainnya dengan tombak kayu. Atraksi tersebut diselenggarakan pada bulan Februari di Lamboya dan Kodi, bulan Maret di Gaura dan Wanukaka.

Musim kunjungan terbaik: bulan Maret s/d Juni dan Oktober s/d Desember setiap tahunnya.

Cara pencapaian lokasi: Kupang-Waingapu dengan menggunakan pesawat terbang sekitar satu jam, kemudian dari Waingapu-Lewa-Waikabubak melalui jalan darat dengan kendaraan roda empat selama sekitar dua jam, yang dilanjutkan ke lokasi taman nasional (Desa Langgaliru, Desa Katiku Loku dan Desa Watumbelar).


Taman Nasional Manupeu-Tanah Daru terletak di Pulau Sumba. Taman nasional seluas hampi 88 ribu hektar ini merupakan hutan musim semi-peluruh dataran rendah yang tersisa di Pulau Sumba. Sebagian besar kawasan hutan di taman nasional tersebut berupa tebing-tebing terjal, yang muncul mulai dari permukaan laut sampai ketinggian 600 meter.

Taman Nasional Manupeu-Tanah Daru memiliki keanekaragaman hayati bernilai tinggi yaitu sekitar:118 jenis tumbuhan di antaranya: · Suren (Toona Sureni), · Taduk (Sterculia Foetida), · Kesambi (Schleichera Oleosa), · Pulai (Alstonia Scholaris), · Asam (Tamarindus Indica), · Kemiri (Aleurites Moluccana), · Jambu Hutan (Syzygium Sp.), · Cemara Gunung (Casuarina Sp.), dan · Lantana (Lantana Camara).

Satwa yang ada di kawasan taman nasional ini sebanyak 87 jenis burung termasuk 7 jenis endemik pulau Sumba yaitu: · Kakatua Cempaka (Cacatua Sulphurea Citrinocristata), · Julang Sumba (Rhyticeros Everetti), · Punai Sumba (Treron Teysmannii), · Sikatan Sumba (Ficedula Harterti), · Kepodang-Sungu Sumba (Coracina Dohertyi), dan · Madu Sumba (Nectarinia Buettikoferi).

Burung julang sumba dan kakatua cempaka merupakan burung yang paling langka dan terancam punah khususnya di Pulau Sumba.

Taman Nasional Manupeu-Tanah Daru memiliki 57 jenis kupu-kupu termasuk tujuh endemik Pulau Sumba yaitu: · Papilio Neumoegenii, · Ideopsis Oberthurii, · Delias Fasciata, · Junonia Adulatrix, · Athyma Karita, · Sumalia Chilo, dan · Elimnia Amoena.

Untuk mencapai taman nasional ini pengunjung dapat menggunakan rute: · Kupang-Waingapu dengan menggunakan pesawat terbang sekitar (1 jam), · Waingapu-Lewa-Waikabubak dengan kendaraan roda empat selama sekitar (2 jam), · Waikabubak - Desa Langgaliru, Desa Katiku Loku dan Desa Watumbelar.

Waktu yang disarankan untuk mengunjungi taman nasional ini adalah bulan Maret s.d. Juni dan Oktober s.d. Desember.