Taejo dari Goguryeo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Taejo dari Goguryeo
Hangeul 태조(대)왕, 국조왕
Hanja 太祖(大)王, 國祖王
Alih Aksara yang Disempurnakan Taejo-(dae)wang, Gukjo-wang
McCune–Reischauer T'aejo-(tae)wang, Kukcho-wang
Nama lahir
Hangeul 고궁 atau 어수
Hanja 高宮 atau 於漱
Alih Aksara yang Disempurnakan Go Gung atau Eosu
McCune–Reischauer Ko Kung atau Ǒsu

Taejo dari Goguryeo (47? - 165, bertahta 53 - 146) merupakan raja keenam Goguryeo, salah satu dari Tiga Kerajaan Korea yang terletak di bagian paling utara. Ia terkadang disebut Taejo yang Agung. Ia mewarisi tahta setelah pembunuhan Raja Mobon. Di dalam masa pemerintahannya, negara yang masih muda memperluas wilayahnya dan berkembang menjadi pusat pemerintahan kerajaan. Masa pemerintahannya yang selama 93 tahun dianggap sebagai masa permerintahan terpanjang kedua dalam sejarah monarki dunia.

Latar Belakang[sunting | sunting sumber]

Taejo merupakan cucu dari raja kedua Goguryeo, Yuri, dan putra Jaesa (재사, 再思), pemimpin wangsa Go dari garis keturunan Kyeru, salah satu dari 5 wangsa terkuat di istana kerajaan. Ibunya berasal dari Buyeo.

Meskipun Mobon yang tidak populer, ia menjadikan putranya Ik sebagai putra mahkota, setelah Mobon wafat pada tahun 53, istana Goguryeo menominasikan Jaesa sebagai raja selanjutnya. Mengutip usianya yang tidak muda, Jaesa menolaknya, dan putranya yang berusia 7 tahun, Gung menjadi raja. Ibu suri bertindak sebagai wali untuk raja kecil tersebut.

Ekspansi & Sentralisasi[sunting | sunting sumber]

Selama tahun pertama pada masa pemerintahannya, ia mengendalikan kerajaan dengan menempatkan 5 klan ke 5 propinsi yang dipimpin oleh seorang gubernur dari klan tersebut, yang bertanggung jawab langsung kepada raja. Ia kemudian mengontrol militer kerajaan, ekonomi dan politik yang kuat.

Ia menguasai wilayah Timur Okjeo pada tahun 56, Galsa pada tahun 68, Jona pada tahun 72, dan Juna pada tahun 74. Ia menggabungkan kekuatan-kekuatan regional di birokrasi pusat dan bepergian ke seluruh wilayah untuk memperkuat pengawasan kerajaan.

Ia memerangi Dinasti Han dan mengacaukan perdagangan antara Lelang dan Han. Pada tahun 55, ia memerintahkan untuk mengkonstruksi sebuah benteng di daerah Liaodong. Ia menyerang wilayah perbatasan Cina pada tahun 105, 111, dan 118. Pada tahun 122, Taejo bersekutu dengan konfederasi Mahan di Korea bagian tengah dan tetangganya, suku Yemaek untuk menyerang Liaodong, memperluas wilayah di Goguryeo dengan hebat. Ia melancarkan kembali sebuah serangan besar pada tahun 146.

Kematian[sunting | sunting sumber]

Di dalam 94 tahun masa pemerintahannya, adik lelaki Taejo, Suseong mewarisi tahta untuk menjadi Raja Chadae. Meskipun tidak terdapat di dalam babad Samguk Sagi, Samguk Yusa menyebutkan bahwa Chadae segera membunuh putra-putra Taejo, dan raja selanjutnya Sindae, adik tiri Taejo dan Chadae, membunuh saudara-saudaranya pada tahun 165.

Menurut Samguk Sagi dan Samguk Yusa, Taejo wafat pada usia 118 tahun, setelah memerintah selama 93 tahun, membuatnya menjadi raja terlama yang memerintah di dalam sejarah Korea. Dan juga merupakan urutan kedua di dalam sejarah dunia.

Menurut sebuah karya di dalam sejarah Cina Hou Han Shu ("Buku Han Selanjutnya", di volume 85), Taejo wafat pada tahun 121, dan putranya Chadae naik tahta. Setelah Kaisar An dari Han memutuskan untuk tidak lagi berperang dengan Goguryeo, Chadae membuat perjanjian damai dengan Dinasti Han pada tahun berikutnya. Dekrit kerajaan untuk perisitiwa tersebut juga dicatat dengan baik.

Lihat Pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]