Sosurim dari Goguryeo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Sosurim dari Goguryeo
Hangeul 소수림왕,소해주류왕 해미류왕
Hanja 小獸林王, 小解朱留王, 解味留王
Alih Aksara yang Disempurnakan Sosurim-wang, Sohaejuryu-wang, Haemiryu-wang
McCune–Reischauer Sosurim-wang, Sohaejuryu-wang, Haemiryu-wang
Nama lahir
Hangeul 고구부
Hanja 高丘夫
Alih Aksara yang Disempurnakan Go Gubu
McCune–Reischauer Ko Kubu

Sosurim dari Goguryeo (wafat tahun 384) (memerintah tahun 371–384) merupakan raja ketujuh belas Kerajaan Goguryeo, salah satu dari Tiga Kerajaan Korea di bagian paling utara. Ia merupakan putra Raja Gogugwon.

Latar Belakang & Tahta[sunting | sunting sumber]

Lahir sebagai Go Gu-Bu, Raja Sosurim merupakan putra pertama dan pewaris Raja Gogugwon. Ia membantu ayahnya di dalam pemerintahan negara dan menguatkan wewenang kerajaan, yang menjadi lemah atas penghinaan yang dilakukan oleh Yan Akhir, yang menggali makam Raja Micheon. Pangeran Gu-Bu dijadikan sebagai Putra Mahkota pada tahun 355.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Ia menjadi raja pada tahun 371 ketika ayahnya Raja Gogugwon dibunuh oleh serangan mendadak Raja Baekje, Geunchogo di kastil Pyongyang.

Ia dianggap menguatkan sentralisasi wewenang di Goguryeo, dengan mendirikan institusi agama negara untuk mengatasi faksionalisme suku. Pada tahun 372, ia mengakui Buddha melalui para biarawan yang melakukan perjalanan dari Bekas Qin dan mendirikan kuil-kuil untuk menampung mereka.

Juga pada tahun 372, ia mendirikan institusi konfusius Taehak (태학, 太學) untuk mengajarkan anak-anak akan kebangsawanan. Pada tahun 373, ia mengumumkan secara resmi kode hukum yang disebut (율령, 律令), yang pusatnya mengkodifikasi adat regional dan bertindak sebagai konstitusi nasional.

Pada tahun 374, 375, dan 376, ia menyerang kerajaan Korea Baekje ke arah selatan, dan pada tahun 378 diserang oleh suku Khitan dari utara.

Ia wafat pada tahun 384 dan dimakamkan di Sosurim, yang merupakan sebuah hutan di Goguryeo.

Warisan[sunting | sunting sumber]

Hampir di seluruh masa pemerintahan dan hidupnya, Raja Sosurim mencoba untuk menjaga Goguryeo dibawah kontrol dan juga menguatkan wewenang kerajaan. Meskipun ia tidak berhaisl membalas dendam atas kematian ayahnya dan pemimpin Goguryeo yang terdahulu, Raja Gogugwon, ia memainkan sebuah peranan penting dalam membuat fondasi yang kemungkinan menjadi sebuah penaklukan besar keponakannya dan pemimpin Goguryeo selanjutnya, Raja Gwanggaeto yang Agung.

Lihat Pula[sunting | sunting sumber]