Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari TNI AD)
Langsung ke: navigasi, cari
Tentara Nasional Indonesia
Angkatan Darat
Lambang TNI AD.png
Lambang Tentara Nasional Indonesia
Angkatan Darat
Didirikan 5 Oktober 1945
Negara  Indonesia
Tipe unit Angkatan Darat
Jumlah personil 328,000 (2011)[1]
Bagian dari Tentara Nasional Indonesia
Motto Kartika Eka Paksi
(Sanskrit, lit:"burung perkasa dengan satu cita-cita mulia")
Pertempuran Perang Kemerdekaan Indonesia
Konfrontasi Indonesia-Malaysia
Operasi Seroja
Operasi militer Indonesia di Aceh 2003-2004
Komando tempur
Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Budiman
(30 Agustus 2013-sekarang)[2]
Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letnan Jenderal TNI M Munir
Lencana
Roundel Roundel Indonesia army aviation.svg
Situs resmi
Situs http://www.tniad.mil.id/
Tentara Nasional Indonesia
Lambang TNI 2013.png

Kecabangan Militer
Angkatan Darat TNI Angkatan Darat
Angkatan Laut TNI Angkatan Laut
Angkatan Udara TNI Angkatan Udara
Lainnya
Lambang TNI.png Sejarah TNI
Lambang TNI.png Panglima TNI
Kepangkatan di TNI
Angkatan Darat Pangkat di TNI-AD
Angkatan Laut Pangkat di TNI-AL
Angkatan Udara Pangkat di TNI-AU

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (atau biasa disingkat TNI Angkatan Darat atau TNI-AD) adalah salah satu cabang angkatan perang dan merupakan bagian dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertanggung jawab atas operasi pertahanan negara Republik Indonesia di darat.

TNI Angkatan Darat dibentuk pada tanggal 5 Oktober 1945 bersamaan dengan dibentuknya TNI yang pada awal berdirinya bernama Tentara Keamanan Rakyat (TKR).

TNI Angkatan Darat dipimpin oleh seorang Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) yang menjadi pemimpin tertinggi di Markas Besar Angkatan Darat (MABESAD). KASAD saat ini dijabat oleh Jenderal TNI Budiman.

Kekuatan TNI-AD saat ini terdiri dari 2 komando utama (kotama) tempur yaitu Kostrad, dan Kopassus. Di wilayah TNI-AD memiliki 13 Komando Daerah Militer, 44 Komando Resort Militer yang masing-masing wilayah memiliki satuan tempur tersendiri. Selain komando utama tempur, TNI-AD juga memiliki komando utama pendidikan yang mendidik para perwira dan calon perwira di Akademi Militer, Secapa, Seskoad dan komando utama pengembangan dan doktrin yaitu Kodiklat.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Cikal bakal lahirnya TNI pada awal kemerdekaan Indonesia dimulai dari penggabungan kekuatan bersenjata yang berasal dari para tokoh pejuang bersenjata, baik dari hasil didikan Jepang (PETA), Belanda (KNIL), maupun mereka yang berasal dari laskar rakyat. Hasil penggabungan ini menghasilkan sebuah lembaga yang bermana Badan Keamanan Rakyat (BKR), yang kemudian berturut-turut berganti nama menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), Tentara Keselamatan Rakyat (TKR), Tentara Republik Indonesia (TRI) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Pada masa Orde Baru, Tentara Nasional Indonesia (TNI) digabung dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Penggabungan ini membentuk sebuah badan dengan nama Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Berdasarkan Ketetapan MPR No. VI/MPR/2000 kembali menggunakan nama Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah pemisahan peran antara TNI dan Polri.

Sejak kelahirannya, TNI menghadapi berbagai tugas dalam rangka menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Kesatuan Republik Indonesia tahun 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.

Mempertahankan kemerdekaan[sunting | sunting sumber]

Segera setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 Bangsa Indonesia menghadapi Sekutu/Belanda yang berusaha menjajah kembali bangsa Indonesia. Kedatangan kembali Sekutu/Belanda mendapat perlawanan kekuatan TNI bersama rakyat. Perlawanan tersebut menimbulkan pertempuran yang terjadi di mana-mana, seperti di Semarang (1945), Ambarawa (1945), Surabaya (1945), Bandung (1946), Medan (1947), Palembang (1947), Margarana (1946), Menado (1946), Sanga-Sanga (1947), Agresi Militer Belanda I (1947), Agresi Militer Belanda II (1948), dan Serangan Umum 1 Maret 1949.

Pada saat menghadapi Agresi Militer Belanda II, walaupun Pemerintah RI yang saat itu berpusat di Yogyakarta telah menyerah, Panglima Besar Jenderal Soedirman tetap melanjutkan perjuangannya, yaitu dengan cara gerilya karena berpegang teguh pada prinsip kepentingan negara dan bangsa.

Akibat dari perlawanan tersebut akhirnya bangsa Indonesia mampu mempertahankan pengakuan atas kemerdekaan dan kedaulatan RI pada tanggal 27 Desember 1949. Perjuangan ini berhasil berkat adanya kepercayaan diri yang kuat, semangat pantang menyerah, berjuang tanpa pamrih dengan tekad merdeka atau mati.

Menjaga keutuhan bangsa dan negara[sunting | sunting sumber]

TNI bersama rakyat melaksanakan operasi dalam negeri seperti penumpasan terhadap PKI di Madiun 1948 dan Gerakan 30 September 1965, terhadap pemberontakan DI/TII di Jawa Barat, Aceh, Sulawesi Selatan, terhadap PRRI di Sumatera Barat, Permesta di Menado, Kahar Muzakar di Sulawesi Selatan, PGRS/Paraku di Kalimantan Barat, Republik Maluku Selatan di Ambon, GPLHT di Aceh, Dewan Ganda di Sumatera Selatan, dan OPM di Irian. Perjuangan ini dilaksanakan demi kepentingan menyelamatkan kehidupan berbangsa dan bernegara serta berpegang teguh pada prinsip demi kepentingan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia .

Operasi pengamanan dilaksanakan terhadap kegiatan kenegaraan seperti Pemilu, Sidang Umum/Sidang Istimewa MPR, dan pengamanan terhadap terjadinya konflik komunal. Operasi pengamanan ini didasarkan pada kepentingan negara dan bangsa, penyelamatan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tugas[sunting | sunting sumber]

Sebagai bagian dari TNI, sesuai dengan pasal 7 ayat (1) UU nomor 34 tahun 2004, tugas pokok TNI AD adalah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.

Organisasi[sunting | sunting sumber]

Markas Besar TNI-AD berada di bawah koodinasi dengan Markas Besar TNI. Perwira tersenior Angkatan Darat, Kepala Staf TNI Angkatan Darat, adalah perwira tinggi berbintang empat dengan pangkat Jenderal mengepalai Angkatan Darat di bawah Panglima TNI.

Kepala staf[sunting | sunting sumber]

Jabatan tertinggi di TNI Angkatan Darat adalah Kepala Staf TNI Angkatan Darat, yang biasanya dijabat oleh Jenderal berbintang empat. Saat ini TNI Angkatan Darat dipimpin oleh Letnan Jenderal TNI Budiman.

Pangkat[sunting | sunting sumber]

Di TNI Angkatan Darat, sebagaimana di kecabangan lainnya, kepangkatan terdiri dari Perwira, Bintara dan Tamtama. Adapun pangkat tertinggi di Angkatan Darat adalah Jenderal Besar dengan bintang lima. Sampai saat ini ada 3 orang perwira TNI Angkatan Darat yang dianugerahi pangkat tersebut. Mereka adalah:

Komando utama tempur[sunting | sunting sumber]

Komando utama daerah[sunting | sunting sumber]

Badan pelaksana tingkat pusat[sunting | sunting sumber]

Lembaga pendidikan dan pengembangan[sunting | sunting sumber]

Warna baret[sunting | sunting sumber]

  1. Baret Raider: Warna hijau lumut dengan Lambang Raider ( Cepat, Senyap, Tepat )
  2. Baret Kostrad: Warna hijau dengan lambang Cakra Sapta Agni (Lambang Kostrad)
  3. Baret Kopassus: Warna merah dengan lambang Tribhuana Chandrasa (Lambang Kopassus)
  4. Baret Infanteri (Di bawah organik Pussenif atau Kodam): Warna hijau dengan lambang Pussenif
  5. Baret Kavaleri: Warna hitam dengan lambang Pussenkav
  6. Baret Artileri Pertahanan Udara: Warna cokelat dengan lambang Pussenarhanud
  7. Baret Artileri Medan: Warna cokelat dengan lambang Pussenarmed
  8. Baret Zeni: Warna abu-abu dengan lambang Ditziad
  9. Baret Perhubungan: Warna hijau dengan lambang Dithubad
  10. Baret Polisi Militer: Warna biru muda dengan lambang pistol bersilang (berbeda dengan lambang Puspomad yang bergambar topeng Gajah Mada)
  11. Baret Pembekalan Angkutan: Warna biru tua dengan lambang Ditbekangad
  12. Baret Penerbang Angkatan Darat: Warna merah dengan lambang kuda bersayap

Keterangan:

  • Tidak semua kecabangan memiliki baret.
  • Jika suatu kesatuan berada dibawah organik Kostrad maka menggunakan baret Kostrad (misal: Yonkav-1/Kostrad mengenakan baret warna hijau (Kostrad) bukan hitam), kecuali jika berada dibawah organik Kodam.
  • Pembaretan adalah istilah untuk mendapatkan baret. Tidak mudah untuk mendapatkannya. Maka dari itu baret adalah kebanggaan masing-masing kecabangan.

Peralatan[sunting | sunting sumber]

Persenjataan dan Perlengkapan Infanteri[sunting | sunting sumber]

Senjata ringan[sunting | sunting sumber]

Nama Asal Tipe Kaliber Keterangan
Pindad P1/P2[3]  Indonesia Pistol semiotomatis 9x19mm Versi lokal dari Browning Hi-Power, dengan lisensi dari FN Herstal. Sekitar 30.000 P1 dan 2.000 P2 diproduksi.
Pindad G2 Elite dan G2 Combat  Indonesia Pistol semiotomatis 9x19mm Senjata standar TNI AD.
Pindad PM2[3]  Indonesia Pistol mitraliur 9x19mm
MP5 series  Jerman Pistol mitraliur 9x19mm Digunakan oleh pasukan khusus.
AK-47[3]  Uni Soviet Senapan serbu 7.62x39mm
Pindad SS1[3]  Indonesia Senapan serbu 5.56x45mm Didasarkan pada FN FNC.
Pindad SS2[3]  Indonesia Senapan serbu 5.56x45mm Modenisasi SS1.
M16[3]  Amerika Serikat Senapan serbu 5.56x45mm
Pindad SPR-1[3]  Indonesia Senapan runduk 7.62x51mm
Pindad SPR-3[3]  Indonesia Senapan runduk 7.62x51mm
Pindad SPR-2[3]  Indonesia Senapan anti materiel 12.7x99mm
Pindad SM3  Indonesia Senapan mesin ringan 5.56x45mm Versi lokal FN Minimi.
Pindad SM2[3]  Indonesia Senapan mesin serba guna 7.62x51mm Versi lokal FN MAG.
Pindad SMB-QCB  Indonesia Senapan mesin berat 12.7x99mm Versi lokal CIS 50MG.

Granat dan Sistem Roket[sunting | sunting sumber]

Nama Asal Tipe Jumlah Keterangan
Pindad SPG1  Indonesia Pelontar granat senapan Pelontar granat yang pertama kali diproduksi lokal.
M79  Amerika Serikat Pelontar geranat tembakan tunggal
AT-13 Metis M  Rusia Pelontar rudal anti-tank
M80[4]  Republik Federal Sosialis Yugoslavia Rudal panggul

Tank[sunting | sunting sumber]

Model Asal Tipe Jumlah Dalam pesanan Keterangan
Leopard Revolution  Jerman Tank tempur utama 0 61 dipesan oleh Jenderal Pramono Edie Wibowo [5][6]
Leopard 2A4  Jerman Tank tempur utama 2 42 Satu paket dengan Leopard Revolution. Telah tiba 2 unit[7]
AMX-13  Perancis Tank ringan 325 Ditingkatkan kemampuannya
FV101 Scorpion 90  Britania Raya Tank ringan 100

Angkut Personel Ringan[sunting | sunting sumber]

Model Asal Tipe Jumlah Dalam pesanan Keterangan
AMX-VTT  Perancis Pengangkut personel lapis baja 200
K21  Republik Korea Kendaraan tempur infanteri 22
Marder 1A3  Jerman Kendaraan tempur infanteri 2 50 + 20 Satu paket dengan Leopard Revolution. Telah tiba 2 unit[7][8]
V-150 Commando  Amerika Serikat Pengangkut personel lapis baja 200
VAB  Perancis Pengangkut personel lapis baja 46 Awalnya terdapat 14 disediakan. 32 lagi dibeli tahun 2006 untuk misi perdamaian Indonesia di Lebanon.[9]
Alvis Stormer  Britania Raya Pengangkut personel lapis baja ~70 Termasuk varian pengangkut personel lapis baja, mobil komando, ambulans, derek, ranpur logistik, dan ranpur jembatan.[10]
Pindad APS-3 ANOA  Indonesia Pengangkut personel lapis baja 300[11] 2008–2012 Pemesanan Anoa pertama oleh TNI AD pada tahun 2008 sebanyak 154 unit untuk berbagai tipe. tahun 2011 memesan 11 unit tipe APC semua. Tahun 2012 memesan 61 unit.[12] TNI AD memesan 82 unit
Pindad APR-1V  Indonesia Pengangkut personel lapis baja 40 2004 Pendahulu Pindad APS-3. Dirancang berdasarkan rangka truk komersil milik Isuzu. Pesanan lanjutan batal akibat gempa bumi Samudra Hindia 2004.

Kendaraan Lapis Baja[sunting | sunting sumber]

Model Asal Tipe Jumlah Dalam pesanan Keterangan
FV601 Saladin  Britania Raya Mobil lapis baja 69
Ferret[13]  Britania Raya Mobil lapis baja 55
Cadillac Gage Commando Scout  Amerika Serikat Mobil lapis baja 26 1983
BTR-40[13]  Uni Soviet Mobil lapis baja 100-130 1963–1965 Dimodifikasi di Indonesia dari pengangkut personel lapis baja menjadi varian intai lapis baja.[14]

Saran pendukung dan logistik[sunting | sunting sumber]

Model Asal Tipe Jumlah Dalam pesanan Keterangan
M151 MUTT  Amerika Serikat Light utility vehicle
Dodge M37  Amerika Serikat Light utility vehicle
Renault Sherpa 2  Perancis Light utility vehicle 30 July 2011 Announced in July 2011[15]
Land Rover LWB  Britania Raya Light utility vehicle
Steyr Puch Haflinger 700 AP  Austria Light utility vehicle
Nissan Q4W73  Jepang Light truck
DAF YA400  Belanda Transport truck
Unimog  Jerman Medium truck
Steyr 680M  Austria Medium truck
Bedford MK  Britania Raya Light truck
AM General M35  Amerika Serikat Medium truck
Steyr 17M29  Austria Medium truck
XR311 FAV  Amerika Serikat Fast attack vehicle
Cakra FAV  Indonesia Fast attack vehicle

Artileri dan sistem pertahanan udara[sunting | sunting sumber]

Model Asal Tipe Jumlah Dalam pesanan Keterangan
Astros II  Brasil Peluncur roket multilaras 36[16] Multi kaliber
NDL-40  Indonesia Peluncur roket multilaras 50 Kaliber 77 mm. PT DI
M48  Republik Federal Sosialis Yugoslavia Meriam gunung 144 active
57 mm AZP S-60  Rusia 57mm Anti-aircraft artillery 256
Oerlikon Skyshield[17]  Swiss 35mm Anti-aircraft artillery -
M101 howitzer [18]  Amerika Serikat Towed artillery 54
KH 178 105mm  Korea Selatan Towed artillery 72
FH-2000[18]  Singapura Towed artillery 8
POPRAD ( a version of Grom (rudal) in KOBRA V-SHORAD air defense system [19] )  Polandia Short Ranged Surface-to-air missile unknown number but believed more than 70 [20]
Rapier missile  Britania Raya Surface-to-air missile 120 Not operational, to be replaced due to service life
RBS-70[21]  Swedia Surface-to-air missile 45
Mistral[22]  Perancis Surface-to-air missile -
QW-3[23]  Republik Rakyat Tiongkok Surface-to-air missile -
AMX MK61  Perancis Artileri gerak sendiri 57
CAESAR self-propelled howitzer  Perancis Artileri gerak sendiri 36[24]

Pesawat[sunting | sunting sumber]

Pesawat Asal Tipe Versi Beroperasi[25] Keterangan
Aero Commander  Amerika Serikat utility transport 680 3
AH-64 Apache  Amerika Serikat Helikopter serang 0 8 on order[26]
Bell 47  Amerika Serikat Helikopter multiperan 47G 10
Bell UH-1 Iroquois  Amerika Serikat Helikopter multiperan UH-1D 10
Bell 412  Amerika Serikat/ Indonesia Helikopter transpor 412
412SP
14
14
Built under license by PTDI
Britten-Norman Islander  Britania Raya Transpor multiperan BN-2A 1 Possibly not operational
CASA C-212 Aviocar  Spanyol/ Indonesia Transpor taktis 4 Fully tranfer to produce on PTDI
Cessna 310  Amerika Serikat Transpor multiperan 4
C-47 Skytrain  Amerika Serikat Transpor taktis 2 Possibly not operational
Eurocopter Bo 105  Jerman/ Indonesia Helikopter multiperan 30 Built under license by PTDI
Mil Mi-17 Hip-H  Rusia Helikopter serang ringan dan transpor Mi-17-V5 16
Mil Mi-35 Hind  Rusia Helikopter serang Mi-35 Hind-F 8 [27]
Schweizer 300  Amerika Serikat Helikopter multiperan 300C 6

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "TNI AD Takkan Tambah Personel Tahun Ini". Investor Daily Indonesia. 25 Januari 2012. Diakses 3 Januari 2014. 
  2. ^ "Letjen Budiman Segera Dilantik Jadi KSAD Baru". Agustus 30, 2013. 
  3. ^ a b c d e f g h i j "TNI Angkatan Darat - Situs Resmi TNI Angkatan Darat" (dalam bahasa Indonesian). 19 March 2011. 
  4. ^ ANNUAL REPORT ON THE TRANSFERS OF CONTROLLED GOODS IN 2008 - Serbia, Stockholm International Peace Research Institute, 24 September 2010 
  5. ^ "TNI AD akan beli 100 tank Leopard dan 8 heli Apache dari Eropa". detiknews.com. Diakses 14 Oktober 2012. 
  6. ^ "Segera,TNI miliki 150 tank Leopard". berita.yahoo.com. Diakses 14 Oktober 2012. 
  7. ^ a b "Dua Tank Leopard Tiba di Tanah Air". www.tempo.co. Diakses 5 Oktober 2013. 
  8. ^ http://www.military-today.com/apc/marder.htm
  9. ^ "TNI defends purchase of 32 armored vehicles". The Jakarta Post. 2006-09-18. Diakses 2009-07-10. 
  10. ^ "Stormer - Light Armoured Vehicles - Jane's Land Forces". Jane's Information Group. 18 January 2011. Diarsipkan dari aslinya tanggal 6 May 2009. 
  11. ^ Pindad (August 2009). PINDAD DELIVERS 40 UNITS OF 6x6 ARMOURED PERSONNEL CARRIER TO DEPARTMENT OF DEFENSE. Siaran pers. Diakses pada 19 March 2011.
  12. ^ "Malaysia Dan irak Belum Ketemu Kata Mufakat Dengan Pindad". http://indo-defense.blogspot.com. 2012-10-16. Diakses 2012-10-16. 
  13. ^ a b "Stockholm International Peace Research Institute-The Independent Resource on Global Security". Sipri.org. Diakses 2 Januari 2014. 
  14. ^ BTR-40 series of wheeled armoured vehicles
  15. ^ http://www.renault-trucks-defense.com/en/news/renault-trucks-defense-receive-new-orders-from-indonesia.html
  16. ^ Indonesia Ordered 36 Astros II Rocket Systems
  17. ^ http://indonesia-oslo.no/air-force-orders-anti-aircraft-weapons/
  18. ^ a b http://pussenarmed.kodiklat-tniad.mil.id/index.php?option=com_content&view=article&id=46&Itemid=57
  19. ^ http://www.armyrecognition.com/indo_defence_2010_news_pictures_video_actualites/bumar_at_indodefence_2010_with_kobra_short-range_modular_air_defence_system_820.51_kb_polish_poland.html
  20. ^ http://articles.janes.com/articles/Janes-Land-Based-Air-Defence/Indonesia-Indonesia.html
  21. ^ RBS-70 : Rudal Pencegat Supersonik Jarak Dekat
  22. ^ Mistral Komodo Akan Memperkuat Arhanud
  23. ^ Rudal Cina Warisan Jenderal Djoko
  24. ^ http://defense-studies.blogspot.com/2012/09/dua-howitzer-caesar-155-mm-tiba-di.html
  25. ^ "World Military Aircraft Inventory", Aerospace Source Book 2007, Aviation Week & Space Technology, January 15, 2007.
  26. ^ http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/11/10/26/lto7tu-sjafriekalau-pt-di-bisa-lebih-murah-kemenhan-akan-beli-lebih-banyak
  27. ^ http://www.milaviapress.com/orbat/indonesia/index.php

Pranala luar[sunting | sunting sumber]