Salem, Brebes

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Salem[sunting | sunting sumber]

Salem
Kecamatan
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Tengah
Kabupaten Brebes
Pemerintahan
 • Camat Urip Rosidik, S.IP.
Luas - km²
Jumlah penduduk 61.294 ( 2010)
Kepadatan - jiwa/km²
Desa/kelurahan - 21 desa

Salem adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Indonesia. Kecamatan ini terletak di ujung barat daya wilayah Kabupaten Brebes. Berbatasan dengan Kecamatan Banjarharjo(atau Banjarharja) dan Ketanggungan di utara, Kecamatan Bantarkawung di timur, Kecamatan Majenang (Kabupaten Cilacap) di selatan, serta Kabupaten Kuningan (Jawa Barat di barat.

informasi lebih lanjut mengenai kecamatan salem hubungi

Pulung Aguswanto 081914981283 / 085292080548 http://ulungsatria.webs.com

Dasar Hukum Pembentukan Kecamatan Salem[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Salem dibentuk berdasarkan peraturan perundang-undangan, sebagai berikut :

a. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Kabupaten dalam Lingkungan Provinsi Jawa Tengah.

b. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1950 tentang Penetapan mulai berlakunya Undang-Undang Nomor 12, 13, 14 dan 15 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah Kabupaten di Jawa Timur, Tengah, Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kecamatan Salem  berkedudukan tetap di Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 53, Salen, Brebes, Jawa Tengah, Kode Pos 52275.

Visi dan Misi Kecamatan Salem[sunting | sunting sumber]

Penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Kecamatan Salem didasarkan pada UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, yang dijabarkan dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Brebes Tahun 2008 – 2013.

Visi dan Misi Kecamatan Salem tertuang dalam RPJMD Kecamatan Salem Tahun 2008-2013, sebagai berikut :

Visi[sunting | sunting sumber]

Visi yang akan diwujudkan oleh segenap komponen masyarakat Kecamatan Salem selama Tahun 2008-2013 adalah

Mewujudkan pelayanan prima menuju masyarakat Kecamatan Salem yang mandiri, maju, adil dan mak'mur berbasis ekonomi kerakyatan"

Misi[sunting | sunting sumber]

Untuk mewujudkan visi tersebut, Kecamatan Salem  menetapkan misi untuk selama Tahun 2008-2012, sebagai berikut :

a. Memfasilitasi proses peningkatan kualitas masyarakat Kecamatan Salem agar berahlak mulia, bermoral, beretika, berbudaya, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan tetap berlandaskan falsafah pancasila

1)   Pengembangan pelayanan kependudukan,pengendalian laju pertumbuhan penduduk dan keluarga kecil yang berkualitas;

2)   Peningkatan kualitas hidup dan peran perempuan serta perlindungan anak;

3)   Pengembangan budaya daerah, pemuda dan olahraga yang berdasarkan nilai-nilai luhur;

4)   Menciptakan suasana kehidupan intern dan antar umat beragama secara rukun dan harmonis dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa,dan bernegara serta mewujudkan kehiduan masyarakat agamis yang sejahtera lahirdan batin;

5)   Pengembangan kualitas intelektual dan spritual melalui program pemberdayaan masyarakat yang integral serta peningkatan sarana dan prasarana pendidikan umum dan pendidikan agama secara formal maupun informal.

b.   Memfasilitasi dan meningkatkan akses masyarakat kepada pelayanan publik terutama kebutuhan masyarakat akan pendidikan dankesehatan serta pelayanan sosial lainnya.

1)   Peningkatan akses masyarakat kepada pelayanan pendidikan dan kesehatan yang bermutu;

2)   Pemenuhan hak-hak dasar masyarakat miskin dan para penyandang masalah kesejahteraan sosial;

3)   Peningkatan perlindungan sosial bagi masyarakat yang terkena musibah alam maupun bencana sosial.

c.    Mengembangkan sistem ekonomi kerakyatan yang bertumpu kepada revitalisasi pertanian dalam arti luas, industri pengolahan yang berbasis bahan baku lokal, pemberdayaan UMKM dan koperasi, pengembangan investasi untuk penguatan industri kecil dan menengah serta pembangunan sarana dan prasarana ekonomi pendukungnya

1)    Pengembangan kapasitas, efisiensi dan pemerataan jangkauan pelayanan infrastruktur;

2)    Pengembangan kewirausahaan dan pemberdayaan UMKM dan koperasi, pedagang kecil dan menengah, dengan meningkatkan peran serta masyarakat, memperluas akses pasar dan permodalan serta pengembangan jaringan kemitraan usaha;

3)    Menciptakan iklim usaha yang kondusif;

4)    Pemanfaatan teknologi tepat guna untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha pertanian, industri pengolahan dan sektor-sektor lain yang potensial;

5)    Pemantapan ketahanan pangan yang berorientasi tidak sekedar emenuhi kecukupan pangan tetapi meningkatkan pendapatan petani melalui revitalisasi pertanian,perikanan dan kehutanan (RPKK);

d.    Mewujudkan sistem dan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat yang didasari atas nilai-nilai kebenaran dan keadilan serta menumbuhkembangkan kehidupan politik yang demokratis dan konstitusional

1)    Peningkatan kualitas perencanaan dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan pembangunan yang berkelanjutan;

2)    Pengembangan kerjasama pembangunan lintas wilayah;

3)    Peningkatan keamanan, ketertiban dan kenyamanan lingkungan;

4)    Peningkatan penegakan hukum dan kepastian hukum yang adil dan menjunjung tinggi HAM;

5)    Peningkatan peran serta masyarakat dalam pembangunan politik dan proses demokritisasi;

6)    Peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan daerah yang akuntabel;

7)    Pengembangan kapasitas sumber daya aparatur;

8)    Pengembangan e-goverment.

e.     Mewujudkan penataan ruang yang berkelanjutan dengan tetap memperhatikan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup secara bertanggungjawab

1)     Penyediaan kebutuhan perumahan yang layak bagi kemanusiaan;

2)     Pengendalian dan pemanfaatan ruang dengan mengutamakan tersedianya ruang publik yang memadai;

3)     Pengendalian pemanfaatan sumber daya alam, lingkungan dan tata ruang wilayah untuk menjaga kelestarian lingkungan secara bertanggungjawab dalam kerangka pembangunan berkelanjutan;

4)     Peningkatan dan pengembangan kesadaran masyarakat untuk tertib administrasi pertanahan;

5)     Peningkatan pengelolaan potensi sumber daya hutan dan sumber daya lainnya dengan pelibatan masyarakat untuk menunjang perekonomian dan kesadran pelestariannya;

6)      Peningkatan dan pengembangan sarana dan prasarana wilayah meliputi infrastruktur perkotaan, pedesaan, pemukiman sehat, air minum,persampahan dan fasilitas umum lainnya

STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Salem untuk mewujudkan Visi dan Misi adalah : 1.    Pembangunan kapasitas lembaga dan masyarakat; Strategi pembangunan ini mencakup upaya peningkatan kapasitas lembaga dan masyarakat yang dinamis dan demokratis disertai dengan pengembangan aparatur berdasarkan kompetensi dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan prima yang harus diberikan kepada masyarakat. Strategi pembangunan ini merupakan upaya penciptaan situasi dan dan kondisi kehidupan yang demokratis dan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berperan aktif dalam berbagai kegiatan pembangunan. 2.    Peningkatan Kesejahteraan masyarakat; Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan jalan memfasilitasi dan mendorong masyarakat dan dunia usaha dalam setiap gerak pembangunan. Sehingga diharapkan dapat terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat, yang meliputi kebutuhan lahiriah maupun kebutuhan batiniah.  Pemenuhan hak–hak dasar masyarakat terutama dilakukan dengan memberikan perhatian kepada masyarakat miskin dan penyandang masalah kesejahteraan sosial 3.    Pengembangan kondusitifitas; Strategi ini dimaksudkan sebagai terwujudnya tatanan kondisi masyarakat terbaik dalam segala aspek kehidupan masyarakat. Sehingga segala aktivitas yang dilaksanakan senntiasa berpedoman pada nilai dan norma agama, hukum dan norma sosial, masyarakat secara sadar menggunakan hak dan menjalankan kewajibannya dengan baik, sehingga terwujud kondisi yang baik.   Strategi ini diharapkan dapat mewujudkan tertib kemasyarakatan dalam mewujudkan stabilitas daerah yang dinamis dan kondusif.

4.    Pangarusatamaan pembangunan berkelanjutan. Strategi ini bertujuan mewujudkan serangkaian kegiatan pembangunan yang berkelanjutan, dengan jalan mengantisipasi segala gejala dan dampak perkembangan pembangunan melalui tugas dan fungsi yang terkoordinasi, tersinkronisasi serta terintegrasi secara proporsional. Strategi ini mencakup upaya penciptaan keterkaitan (interlinkages) yang tepat antara pembangunan berdimensi fisik alam dengan pembangunan sosial kemasyarakatan, yang berlandaskan pada sistem tata ruang dan mempertahankan daya dukung lingkungan, sehingga upaya pengaturan tata ruang di desa dan di kota dapat serasi, selaras, dan seimbang dengan kegiatan-kegiatan manusia yang menghuninya.

Tema pembangunan yang diusung dalam pelaksanaan RKPD tahun 2010 adalah ” Penanggulangan Kemiskinan dan Meningkatkan Aksesibilitas dan Kualitas Kebutuhan Dasar Masyarakat Dalam Rangka Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat” dengan pelaksanaan program/kegiatan yang dilandasi oleh 3 prinsip dasar yaitu: 1.    Pengarusutamaan partisipasi masyarakat yaitu program–program pembangunan pada tahun 2008 harus diarahkan pada peningkatan partisipasi dan aspirasi masyarakat baik dari aspek perencanaan, pelaksanaan maupun evaluasi program kegiatan semaksimal mungkin melibatkan masyarakat. 2.    Pengarusutamaan pembangunan berkelanjutan yaitu bahwa dalam melaksanakan pembangunan harus mempertimbangkan kebutuhan generasi yang akan datang. Dimensi pembangunan berkelanjutan mensyaratkan adanya usaha untuk mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial, adanya usaha konservasi sumber daya alam dan lingkungan sebagai sistem penopang kehidupan, adanya konsep pembangunan yang jelas dan terarah tanpa menimbulkan dampak negatif yang berkelanjutan terhadap sumber daya alam dan lingkungan.  Setiap pengambilan keputusan pemerintah dalam pembangunan harus memperhatikan faktor–faktor ekologi.

3.    Pengarusutamaan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) yaitu kelembagaan dan system organisasi pemerintahan yang baik harus menjadi prinsip pemerintah dalam melaksanakan program–program pemerintah.  Upaya pemberian pelayanan yang efektif, efisien, murah dan responsif yang diiringi dengan sistem evaluasi dan akuntabilitas yang transparan merupakan syarat utama keberhasilan dari tata kelola pemerintahan yang baik Prioritas pembangunan Kecamatan Salem Tahun 2010 disusun berdasarkan issu strategis, permasalahan pokok dan tantangan yang dihadapi tahun 2010 serta disesuaikan dengan prioritas pembangunan  nasional maupun regional (Jawa Tengah). Prioritas yang ditetapkan Tahun 2010 adalah : 1.    Peningkatan kualitas dan jangkauan pelayanan pendidikan dan kesehatan; 2.    Peningkatan produksi, produktivitas dan daya saing usaha dibidang pertanian, perikanan, peternakan, kehutanan dan industri kecil; 3.    Mendorong peningkatan investasi dibidang-bidang yang potensial yang memiliki keunggulan dan daya saing dengan orientasi pasar lokal, regional dan ekspor; 4.    Peningkatan jangkauan pelayanan, kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana dalam mendukung perekonomian daerah; 5.    Meningkatkan sistem jaminan sosial bagi masyarakat khususnya masyarakat miskin; 6.    Meningkatkan kesempatan kerja dan peningkatan kualitas tenaga kerja serta perlindungan terhadap tenaga kerja; 7.    peningkatan peran perempuan dan pemuda dalam pembangunan daerah; 8.    terwujudnya sistem tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) dan pemerintahan yang bersih (clear goverment); 9.    Terwujudnya penataan ruang yang berkelanjutan (sustainable) dengan tetap mempertahankan kondisi lingkungan hidup dan sumber daya alam yang dimiliki.

[sunting | sunting sumber]

Prioritas 1 : Peningkatan kualitas dan jangkauan pelayanan pendidikan  dan kesehatan.[sunting | sunting sumber]

a.    Sasaran : 1)    Berkurangnya angka buta aksara, angka putus sekolah, meningkatnya angka partisipasi sekolah dan angka melanjutkan sekolah. 2)    Meningkatnya penyelenggaraan pendidikan oleh masyarakat. 3)    Tersedianya .data dan informasi penunjang program pendidikan. 4)    Meningkatnya derajat kesehatan dan gizi masyarakat. 5)    Meningkatnya kualitas dan pemerataan jangkauan pelayanan kesehatan khususnya bagi masyarakat miskin. 6)    Meningkatnya pelayanan kesehatan terhadap ibu dan anak. 7)    Revitalisasi pelaksanaan program Keluarga Berencana (KB). 8)    Menurunnya tingkat kematian ibu dan bayi. 9)    Berkurangnya jumlah kasus KLB penyakit massal menular. 10)    Meningkatnya pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin. 11)    Berkurangnya jumlah ibu hamil, balita dan bayi status gizi buruk.

b.     Arah Kebijakan dan Fokus Kegiatan Prioritas : 1)    Peningkatan akses masyarakat terhadap pelayanan pendidikan di segala jenjang, dengan fokus pada jenjang pendidikan dasar adalah : a)    Penyelenggaraan pendidikan dasar sembilan tahun. b)    Perluasan dan pemerataan pelayanan pendidikan. c)    Menurunkan kesenjangan partisipasi pendidikan antar kelompok masyarakat. 2)    Peningkatan kinerja pelayanan pendidikan, dengan fokus : a)    Peningkatan dan pemerataan sarana dan prasarana pendidikan. b)    Peningkatan sistem manajemen pengelolaan pendidikan yang profesional. c)    Penyediaan sistem informasi pendidikan yang terstruktur dan berkelanjutan. d)    Peningkatan penelitian dan pengembangan bidang pendidikan khususnya dalam upaya pelaksanaan pendidikan dasar sembilan tahun. e)    Pelaksanaan pendidikan non formal oleh masyarakat. f)    Pelaksanaan nilai–nilai budaya daerah dalam kehidupan masyarakat. 3)    Meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang murah dan berkualitas, dengan fokus : a)    Peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana kesehatan. b)    Pemerataan pusat–pusat pelayanan kesehatan dasar di seluruh wilayah Kecamatan Salem. 4)    Meningkatkan kinerja pelayanan kesehatan, dengan fokus : a)    Peningkatan kualitas dan kuantitas tenaga kesehatan baik untuk pelayanan kesehatan dasar di wilayah pedesaan maupun pelayanan kesehatan lanjutan.


5)    Meningkatkan peran serta dan kesadaran masyarakat terhadap pola dan perilaku hidup sehat, dengan fokus : a)    Penyelenggaraan pendidikan kesehatan sejak usia dini. b)    Promosi dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. c)    Peningkatan sosialisasi kesehatan lingkungan, pola dan perilaku hidup sehat. 6)    Peningkatan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan program–program kesehatan yang diselenggarakan oleh pemerintah khususnya di bidang keluarga berencana serta kesehatan ibu dan anak.

Prioritas 2 : Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Daya Saing Usaha di Bidang Pertanian, Perikanan, Peternakan, Kehutanan dan Industri Kecil.[sunting | sunting sumber]

a.    Sasaran : 1)    Meningkatnya pertumbuhan ekonomi melalui pendekatan kewilayahan dan komoditas unggulan. 2)    Peningkatan ketahanan pangan. 3)    Meningkatnya daya saing produk–produk UKM / IKM serta meningkatnya usaha kecil mikro.

b.    Arah Kebijakan dan Fokus Kegiatan Prioritas : 1)     Peningkatan produksi, produktivitas, nilai tambah, dan daya saing sektor pertanian, perikanan, peternakan dan kehutanan, dengan fokus. a)    Peningkatan usaha pertanian melalui konsep wilayah terpadu dan pendekatan agribisnis. b)    Peningkatan pemanfaatan potensi sumber daya perikanan, dan kehutanan dengan tetap menjaga kelestariannya. c)    Peningkatan sarana dan prasarana pendukung sektor pertanian, perikanan dan peternakan. d)    Penguatan kelembagaan dan peraturan yang melindungi produksi dan harga produk pertanian lokal. 2)     Peningkatan kesejahteraan petani, dengan fokus : a)    Peningkatan sistem manajemen dan pemasaran hasil pertanian. b)    Penguatan peranan koperasi / lembaga swadaya masyarakat / kelompok tani dalam usaha peningkatan kesejahteraan petani. c)    Penguatan dan stabilisasi harga produk pertanian. 3) Terciptanya iklim usaha yang kondusif bagi UKM / IKM serta usaha kecil formal, dengan fokus :   a)    Pemberian kemudahan dan fasilitasi bagi UKM / IKM potensial. b)    Pemberian kemudahan perijinan terhadap usaha kecil formal yang potensial. c)    Penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna dalam sistem usaha UKM / IKM.

Prioritas 3 :     Mendorong Peningkatan Investasi di Bidang–bidang yang Potensial yang Memiliki Keunggulan dan Daya Saing dengan Orientasi Pasar Lokal, Regional maupun Ekspor.[sunting | sunting sumber]

a.    Sasaran : 1)    Terwujudnya iklim investasi yang kondusif. 2)    Meningkatnya efisiensi dan pemangkasan prosedur perijinan dan pungutan (retribusi dan pajak) yang menghambat proses investasi.

Prioritas 4 :     Peningkatan Jangkauan Pelayanan, Kualitas  dan Kuantitas Sarana dan Prasarana dalam Mendukung Perekonomian .[sunting | sunting sumber]

a.    Sasaran : Bidang Sumber Daya Air   1)    Terwujudnya sistem pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan. 2)    Meningkatnya fungsi dan lama pakai jaringan irigasi. 3)    Terwujudnya pola pengendalian bencana alam akibat kerusakan sumber daya air. Bidang Transportasi 1)    Meningkatnya kualitas, kuantitas dan jangkauan pelayanan transportasi. 2)    Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam sistem transportasi. Bidang Air Bersih dan Penyehatan Lingkungan 1)    Meningkatnya fungsi, peran dan jangkauan pelayanan lembaga pengelola air minum dalam memenuhi kebutuhan air minum masyarakat. 2)    Terwujudnya kondisi lingkungan yang sehat dan layak.

b.    Arah Kebijakan Dan Fokus Kegiatan Prioritas : Bidang Sumber Daya Air 1)    Mewujudkan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan dengan fokus : a)    Pelestarian terhadap sumber–sumber mata air dan pencegahan pencemaran air. b)    Penegakan sistem hukum terhadap penggunaan air baku dan sumber mata air. c)    Peningkatan koordinasi, kelembagaan dan pengelolaan data sumber–sumber mata air. 2)    Peningkatan dan pemeliharaan fungsi jaringan irigasi dengan fokus pembangunan dan rehabilitasi prasarana irigasi khususnya di wilayah–wilayah basis pertanian. 3)    Pengendalian banjir dan bencana alam akibat kerusakan sumber daya air dengan fokus : a)    Rehabilitasi dan pemeliharaan sungai, waduk dan sumber air lainnya.


Bidang Transportasi Meningkatkan kualitas dan jumlah pelayanan transportasi baik darat dengan fokus : 1)    Pembangunan dan pemeliharaan sarana dan prasarana transportasi. 2)    Peningkatan profesionalisme dan kapasitas aparatur bidang transportasi. 3)    Rehabilitasi sarana dan prasarana transportasi di wilayah–wilayah bencana alam. 4)    Peningkatan partisipasi masyarakat dan dunia usaha dalam pembangunan dan pemeliharaan sarana dan prasarana transportasi darat.

Bidang Perumahan dan Permukiman 1)    Pembangunan dan rehabilitasi perumahan sehat dan sederhana bagi masyarakat miskin dan pada kawasan kumuh. 2)    Peningkatan fasilitasi, partisipasi dan swadaya masyarakat dalam pembangunan perumahan.

Prioritas 5 :     Meningkatkan Sistem Jaminan Sosial Bagi Masyarakat Khususnya    Masyarakat Miskin.[sunting | sunting sumber]

a.    Sasaran : 1)    Terselenggaranya sistem jaminan sosial yang mampu memberikan perlindungan khususnya bagi masyarakat miskin. 2)    Terjaminnya hak hidup setiap individu dalam rangka meningkatkan kualitas hidupnya.


b.    Arah Kebijakan dan Fokus Kegiatan Prioritas : 1)     Pemberian jaminan sosial bagi masyarakat miskin dengan fokus : a)    Pemberian jaminan dan akses bagi masyarakat miskin untuk memperoleh pelayanan dasar (pendidikan, kesehatan, dan infrastuktur dasar). b)    Pemberian program stimulan dalam rangka pemberdayaan masyarakat miskin. 2)     Memperluas jangkauan pelayanan sosial bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dengan fokus : a)    Peningkatan taraf hidup dan penghidupan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial. b)    Peningkatan kemandirian PMKS.

====

Prioritas 6 : Peningkatan Peran Perempuan dan Pemuda dalam Pembangunan Daerah.[sunting | sunting sumber]

a.    Sasaran : 1)    Menurunnya angka kesenjangan pencapaian pembangunan antara laki–laki dan perempuan. 2)    Terjaminnya keadilan gender dalam pelayanan publik dan pembangunan daerah. 3)    Menurunnya tindak kekerasan terhadap perempuan. 4)    Meningkatnya peran pemuda dalam pembangunan daerah khususnya di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi serta olahraga dan kebudayaan.

b.    Arah Kebijakan dan Fokus Kegiatan : 1)     Meningkatkan kualitas dan peran perempuan dengan fokus : a)    Pemberian kesempatan yang terbuka dan sama bagi perempuan untuk bersaing dalam proses politik dan pemerintahan. b)    Peningkatan pendidikan dan kesehatan kaum perempuan. c)    Perlindungan terhadap eksistensi perempuan dengan fokus : -     Penyusunan perangkat hukum yang mampu melindungi setiap individu dari berbagai tindak kekerasan, diskriminasi, dan eksploitasi. -    Memperkuat jaringan kelembagaan dan koordinasi serta partisipasi masyarakat dalam program pengarusutamaan gender. 2)    Pemberian kesempatan luas bagi pemuda dalam pembangunan daerah dengan fokus :


a)    Pemberian stimulan dan bantuan kepada organisasi kepemudaan maupun organisasi olahraga. b)    Peningkatan kualitas dan kapasitas pemuda khususnya dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Prioritas 7 : Terwujudnya Sistem Tata Kelola Pemerintahan   Yang Baik (Good Governance) dan Tata Kelola Pemerintahan Yang Bersih (Clean Government).
[sunting | sunting sumber]

a.    Sasaran : 1)    Mewujudkan sistem pemerintahan yang akuntabel dan transparan. 2)    Meningkatnya kinerja aparatur daerah. Tertatanya sistem kelembagaan pemerintah daerah yang efekti

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Semua penduduk Kecamatan Salem berbahasa dan berkebudayaan Sunda sejak berabad-abad yang lampau, sehingga mereka adalah penduduk asli di daerah ini. Pada masa lampau, daerah Salem termasuk dalam wilayah Kerajaan Galuh dan Kerajaan Pajajaran. Ada sementara cerita lisan yang mengatakan bahwa penduduk Salem ada keterkaitan dengan Kejadian Perang Bubat zaman Majapahit. Setelah Perang Bubat, ternyata tidak seluruh punggawa/pengawal/rakyat

Pajajaran mati terbunuh, dan kembali ke Jawa Barat. Ada sisa-sisa punggawa tersebut menetap diwilayah kecamatan Salem. Peninggalan penduduk pertama tersebut, sebagian dapat dilihat di situs Gunung Sagara (Lautan). Pada abad ke-19 ditemukan naskah lontar tua di situs Gunung Sagara yang menggunakan Bahasa Sunda kuna[butuh rujukan]. Naskah ini dibawa bupati Brebes RAA. Tjandranegara dan diserahkan kepada seorang ahli bahasa KF. Holle untuk kemudian disimpan di Batavia. Paling tidak ada dua naskah Sunda yang terkenal, yaitu Sewaka Darma dari Kabuyutan Ciburuy, Garut dan Carita Ratu Pakuan, yang menyebutkan sendiri bahwa (isi) naskahnya berasal dari (dan hasil bertapa dari) Gunung Kumbang (1218). Gunung Kumbang masa lampau mungkin adalah sebuah tempat lemah dewasasana, kabuyutan, dan tempat bagi para intelektual masa kerajaan Sunda. Mungkin di sini termasuk pula Gunung Sagara, di mana Gunung Sagara terletak di lereng selatan Gunung Kumbang tersebut.

Daerah Sunda di daerah Salem dan sekitarnya mempunyai perbedaan kebiasaan dengan daerah Sunda lainnya (Priangan, Banten, Karawang, dsb). Perbedaan tersebut terutama dapat dilihat dalam hal adat budaya, bahasa, detail bentuk-bentuk kesenian, dan juga dalam tatacara beragama. Tata cara beragama penduduk Salem kelihatannya masih terdapat unsur kegamaan Hindu dengan campuran-campuran adat setempat yang kental. Pada zaman Hindia Belanda, penduduk Salem masih ada yang melestarikan atau melaksanakan praktek perkawinan model animisme. Misalnya, jika penduduk bermaksud hendak melaksanakan pernikahan, maka mereka akan mendaki dahulu ke lereng Gunung Sagara. Jika di lereng Gunung Sagara terlihat ada burung yang melakukan perkawinan, artinya kedua mempelai tersebut direstui oleh penghuni Gunung Sagara.

Wilayah Salem merupakan kecamatan terpencil, tetapi sempat juga ditetapkan menjadi sebuah kawedanan pada masa penjajahan Belanda. Penetapan ini diperkirakan disebabkan strategisnya daerah Salem. Pada era awal perang kemerdekaan, Salem juga menjadi pusat pertahanan atau tempat mengungsi Bupati Brebes pro Republik. Waktu itu bupati kembar, yang pro Belanda disebut bupati Recomba berkantor di Brebes (Gandasuli), sementara bupati RI berkantor di desa Bentarsari, Salem. Mengingat daerahnya yang strategis tersebut, setelah Perang kemerdekaan usai daerah ini juga pernah menjadi daerah basis pemberontak DI/TII pimpinan Amir Fatah.

Tahun 1960-an di daerah ini juga muncul gerakan-gerakan yang berafiliasi dengan pemberontakan G.30.S/PKI di Jakarta. Hal itu konon erat kaitannya dengan keberadaan pasukan TNI yang pernah bertugas di daerah Salem. Bagi masyarakat setempat tidak bisa dilupakan, ketika ada pasukan penumpas DI/TII (konon dari Div 449). Kejadian terakhir inilah yang menarik. Salem adalah daerah basis pesantren tradisional, tetapi kenapa banyak ditemukan anasir-anasir yang bertentangan dengan semangat pesantren.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Salem merupakan salah satu bagian dari wilayah Kabupaten Brebes, Provinsi  Jawa Tengah, terletak di bagian Selatan paling barat dari wilayah Kabupaten Brebes Batas-batas wilayah Kecamatan Salem meliputi Kecamatan Banjarharjo di sebelah Utara, Kecamatan Bantarkawung di sebelah Timur, Kabupaten Cilacap  di sebelah  Selatan, serta Kabupaten Kuningan ( Provinsi Jawa Barat ) di sebelah Barat.

Luas Wilayah Kecamatan Salem berdasarkan Peraturan pemerintah Nomor 22 Tahun 2007 lebih kurang 15.402 ha terbagi menjadi 21 Desa, Kondisi wilayah Kecamatan Salem terdiri dari tanah sawah 2.642 Ha ( 17 %, ) tanah Kering 4.286 Ha ( 28 % ), hutan Negara 8.474 Ha ( 55 % ).

Kecamatan Salem merupakan daerah pegunungan (400-900 mdpl), dimana Salem sendiri berada di lembah yang dikelilingi hutan dan deretan pegunungan di sekitarnya, berhawa sejuk (16-22° C) dan memiliki panorama yang indah. Lanskape kecamatan Salem mirip mangkok bakso. di kiri kanan adalah daerah pegunungan - pebukitan yang cukup tinggi sementara di tengah-tengahnya adalah wilayah kecamatan Salem. Dengan kondisi daerah tersebut wilayahnya merupakan daerah yang masih cukup terisolir.

Dengan daerah yang dimiliki tersebut, maka secara militer wilayah Salem merupakan daerah pertahanan yang efektif. Dengan menyandang daerah pertanian yang subur, maka tidak aneh wilayah kecamatan Salem merupakan daerah strategis secara politis.

Utara Kecamatan Banjarharjo, Kecamatan Ketanggungan
Selatan Kabupaten Cilacap
Barat Kabupaten Kuningan ( Jawa Barat )
Timur Kecamatan Bantarkawung

Demografi[sunting | sunting sumber]

Jumlah penduduk Kecamatan Salem tahun 2010 sebanyak 61.294 orang, terdiri dari penduduk laki-laki 30.747 orang (51 %) dan penduduk perempuan 30.547 orang (49 %). Jumlah penduduk lahir 51 orang, mati 28 orang, datang 15 orang dan pindah 8 orang. Jumlah KK pada tahun 2010 sebanyak 18.256 KK.

Fasilitas[sunting | sunting sumber]

Akhir-alhir ini Masyarakat Salem sudah bisa menikmati fasilitas telepon (ponsel), jaringan listrik, dan angkutan umum. Jaringan PLN baru masuk ke wilayah tersebut sejak tahun 1997. Jaringan telepon satelit akhir-akhir ini semakin populer, sebab jaringan telepon line belum tersedia. Mungkin disinilah uniknya, kecamatan ini letaknya tidak jauh dari ibukota negara, juga masih di pulau Jawa, akan tetapi fasilitas-fasilitas standard seperti (Listrik, jaringan telepon, jalan raya, dll), dapat dinikmati secara merata setelah era reformasi. Baru pada tahun 2009 fasilitas internet dapat dinikmati dengan adanya warnet di kota kecamatan.Tapi untuk saat ini fasilitas internet sudah bisa dinikmati oleh seluruh penduduk Salem hingga ke pelosok daerah.

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Salem dapat diakses dengan jalan darat melalui tiga jalur utama yaitu: dari Bumiayu (timur) sekitar 40 km, dari Majenang (selatan) sekitar 20 km, atau dari Banjarharja melalui desa Sindangheula dan mendaki Gunung Lio utara (sekitar 30 km). Akses menuju Salem dari jalur manapun harus melalui jalan yang terjal dan sempit dengan kualitas aspal yang asal ada (kualitas rendah). Akhir-akhir ini tampaknya cukup bagus dengan aspal kualitas hotmik untuk jalur Sindangheula (utara) dan jalur Majenang (selatan) serta jalur Bumiayu (2006). Untuk dilalui kendaraan roda empat cuma ketiga jalur tersebut. Akan tetapi harus ekstra hati-hati karena terjal, terutama dari arah Sindangheula (utara). Ada satu lagi jalur alternatif, yaitu jalur barat Kuningan melalui desa Capar - Ciwaru, tetapi harus dengan jalan kaki.

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Tonjong[sunting | sunting sumber]

Tonjong merupakan salah satu kekayaan alam yang ada di Kecamatan Salem terletak sekitar 5 km dari Ibu Kota Kecamatan Salem, tonjong berada di kampung pabelokan , desa bentarsari, tonjong merupakan alternatif tempat rekreasi untuk warga kecamatan salem, setiap hari nya tonjong selalu di kunjungi wisatawan lokal maupun non lokal, dan di tonjong juga terdapat pemandangan yang masih alami,selain kekayaan alam yang sejuk dan indah tonjong juga mempunyai kolam renang yang airnya bersih.

Bukit Bintang[sunting | sunting sumber]

Bukit Bintang merupakan kekayaan alam yang ada di kecamatan salem, bukit bintang berada di kampung babakan, desa wanoja.

Gunung Kumbang[sunting | sunting sumber]

Gunung Kumbang merupakan salah satu gunung yang ada di kecamatan salem, gunung kumbang berada di desa ciputih, merupakan gunung tertinggi di kecamtan salem.

Budaya[sunting | sunting sumber]

Semua penduduk Salem menggunakan Bahasa Sunda sebagai bahasa sehari-hari. Budaya dan kesenian banyak memiliki kesamaan dengan kesenian yang berkembang di daerah Priangan Timur, seperti kiliningan, wayang golek, reog, calung, dsb. Demikian juga untuk kalangan santri terdapat kesenian terbang atau gembyung, dan seni tari rudat.Untuk budaya dan kesenian tertentu terpengaruh dari budaya & kesenian khas Cirebon, seperti kesenian tarling.

Dengan keberadaannya, kecamatan Salem menjadi sebuah wilayah ber-etnik Sunda, tetapi dibawah pengelolaan pemerintahan ber-etnik Bahasa Jawa. Demikian juga untuk kecamatan yang lain seperti kecamatan Banjarharja dan Bantarkawung.

Agama[sunting | sunting sumber]

Agama yang dianut oleh penduduk kecamatan Salem adalah Islam. Jika ada penduduk yang beragama selain Islam, itu adalah pendatang dari luar kecamatan. Mereka datang ke Salem, biasanya karena melaksanakan tugas kantor, entah itu guru, aparat keamanan, petugas kesehatan, petugas BRI atau aparat Pemda lainnya.

Perekonomian[sunting | sunting sumber]

Sebagian besat penduduk Salem adalah petani, dengan hasil pertanian padi, kelapa, sayur mayur, dan palawija. Selain itu salem merupakan penghasil kayu hasil hutan lainnya, terutama kayu pinus, bambu, mahoni dan al-basiah (umumnya hasil perkebunan rakyat), serta getah pinus. Hasil pertanian lain yang juga cukup banyak adalah hasil buah-buahan seperti mangga, durian, petai, pisang, nangka dan buah lainnya.

Mengingat potensi daerah yang akhir-akhir ini kurang mencukupi untuk kebutuhan seharihari, maka Sebagian penduduk Salem banyak yang merantau ke daerah lain terutama kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang, atau Yogyakarta.

Salem menjadi daerah penghasil batik di Kabupaten Brebes. Batik Salem atau biasa juga dikenal batik Brebesan memiliki motif bunga yang lebar. Pengrajin batik Salem mayoritas adalah pengrajin batik tulis. Para ibu-ibu petani di kala sedang tidak beraktifitas di ladang/sawah mereka mengisi waktu dengan membatik. Secara umum hasil kerajinan yang dapat dijumpai di Salem adalah: Batik, Boboko/Cepon, dingkul,ayakan,nyiru,tampir, dan masih banyak lagi kerajinan salem yang bisa di jual keluar kecamatan salem, kerajinan tersebut juga setelah dibuat oleh pengrajin yang ada di kecamatan salem biasanya di jual ke bakul dan dari bakul di salurkan ke pedagang yang akan menjual ke berbagai kota di seluruh indonesia, seperti halnya bapak Suparjo yang setiap harinya mencari dan membeli ke setiap pengrajin yang ada di pelosok kecamtan salem untuk di kirim ke penjual yang ada di kecamatan banjarharjo , kecamtan tanggungan, kecamatan tanjung bahkan sampai ke kecamatan brebes, selain menjual hasil kerajinan dari kecamatan salem bapak Suparjo juga sering mengirimkan Bambu dan Kayu olahan ke berbagai matrial yang ada di kecamatan banjarharjo, kecamatan tanggungan, kecmatan kersana , kecamatan tanjung sampai ke ibu kota brebes, beliau menggunakan alat transfortasi mobil (L300) sebagai alat transportasi untuk menyalurkan barang-barang tersebut.

Dan bagi yang mau pesan kerajinan, bambu dan kayu olahan bisa langsung pesan langsung kepada bapak Suparjo yang alamat rumahnya di kampung pabelokan desa bentarsari, kecamtan salem kabupaten brebes atau bisa menghubungi 085292080548 / 081914981283

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Daftar Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah baik negeri maupun swasta

  1. SMP Negeri 1 Salem (Desa Salem)
  2. SMP Negeri 2 Salem (Desa Pasir Panjang)
  3. SMP Negeri 3 Salem ( jl. Pasarean No 1 Desa Bentarsari)
  4. SMP Negeri 4 Salem (Desa Indrajaya)
  5. SMP Negeri 5 Salem (Desa Capar)
  6. SMP Negeri 6 Salem (Desa Kadumanis)
  7. SMP Negeri 7 Salem (Desa Citimbang)
  8. SMP 6 Ma;'arif NU Ciputih (Desa Ciputih)
  9. Mts Assalam Salem (Desa Salem)
  10. Mts PSA Ganggawang (Desa Ganggawang)
  11. SMP Islam Ganggawang (Desa Ganggawang)
  12. SMP Islam Alamanah (Desa Bentar)

Daftar Sekolah Menengah Atas atau yang sederajat baik negeri maupun swasta

  1. SMA Negeri 1 Salem (jl. Raya Bentar-Salem, Desa Salem)
  2. SMK Izzul Islam Ganggawang (Jl. Ganggawang, Desa Ganggawang)
  3. SMK Islam Alamanah (Jl. Bentar, Desa Salem)
  4. MA Ganggawang ( jl. Ganggawang, Desa Ganggawang)

Lingkungan Hidup[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Salem adalah daerah pegunungan (100 - 1200 dpl) memiliki topografi/landskape seperti sebuah mangkok, dimana di dalamnya mengalir sungai yang cukup deras, Cigunung yang berhulu di gunung Pojok Tiga, melewati desa Tembong Raja, Indrajaya, Banjaran Salem dan Bentarsari dan Cibentar. kedua sungai tersebut bertemu di desa Ganggawang dan Bentarsari, dan mengalir ke hilir menjadi sungai Cipamali atau Kali Pemali di Bumiayu. Dengan ketinggian tersebut maka Salem merupakan daerah subur dengan curah hujan yang cukup tinggi. Sebagaian besar wilayahnya adalah hutan di bawah pengelolaan Perhutani dan hanya sebagian kecil saja yang dikelola penduduk.Karakteristik alam Salem yang bagus tersebut belum diolah secara optimal, misalnya sungai yang deras belum diolah menjadi wisata olah raga air rafting, atau alam yang bagus belum dibuat rekreasi hutan alam yang eksotik. Atau bahkan bisa juga dijadikan daerah tujuan Outbound

Desa/kelurahan[sunting | sunting sumber]

  1. Banjaran
  2. Bentar
  3. Bentarsari
  4. Capar
  5. Ciputih
  6. Citimbang
  7. Gandoang
  8. Ganggawang
  9. Gunung Jaya
  10. Gunung Larang
  11. Gunung Sugih
  12. Gunung Tajem
  13. Indrajaya
  14. Kadumanis
  15. Pabuaran
  16. Pasir Panjang
  17. Salem
  18. Tembongraja
  19. Wanoja
  20. Winduasri
  21. Windusakti

[sunting | sunting sumber]

[sunting | sunting sumber]