Indrajaya, Salem, Brebes

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Indrajaya
Desa
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Tengah
Kabupaten Brebes
Kecamatan Salem
Kodepos 52275
Luas 9,92 Km
Jumlah penduduk 4500 Jiwa
Kepadatan 450 Jiwa/Km1

Indrajaya adalah salah desa di kecamatan Salem, Brebes, Jawa Tengah, Indonesia.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pada masa pemerintahan Kades sumar (alm) (sd tahun 1999), Desa Indrajaya masih sangat terisolasi dengan kemajuan zaman. Pada waktu itu, listrik masih belum sampai ke Desa Indrajaya, masyarakat masih menggunakan kincir (pembangkit listrik tenaga air tradisional) / Mikro Hydro Tradisional buatan masyarakatnya sendiri. Jalan desa pun sudah sangat rusak. Kondisi masjid desa yang hampir roboh membuat masyarakat melakukan salat di balai desa, hal itu tidak berlangsung lama karena balai desa yang kondisinya sudah tua dan hampir roboh juga menyebabkan masyarakat sekitar pindah ke mushola setempat untuk beribadah.

Desa Indrajaya mengalami kemajuan yang sangat pesat pada masa kepemimpinan Bapak Entis Abdul Holik (1999-2007). Beliau melakukan perubahan besar-besaran di Desa Indrajaya. Diawali dengan terhubungnya jaringan listrik ke desa yang kemudian dilanjutkan dengan peningkatan mutu jalan yang tadinya aspal biasa menjadi sensit yang jauh lebih baik. Pada masa pemerintahannya, beliau dikenal sebagai pemimpin yang bijak dan tegas dalam mengambil keputusan.

Selain proyek listrik dan jalan, beliau melakukan rehabilitasi masjid desa dan balai desa. Setelah proyek itu selesai, beliau kembali melakukan rehabilitasi terhadap masjid kampung beserta balai kampungnya. Diakhir masa jabatannya, beliau sudah menyelesaikan program yang di targetkan dengan sangat baik dan jauh lebih baik.

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Letaknya ada di sebelah barat daya kecamatan Salem. Di sebelah timur berbatasan dengan desa Banjaran. Sebelah utara berbatasan dengan desa Salem dan Tembong Raja. Sebelah barat dengan desa Tembong Raja dan Windusakti dan sebelah selatan dengan desa Sadabumi, kecamatan Majenang, Cilacap.


Saat ini ada 4 buah Sekolah Dasar negeri, satu SMP satu atap (bersatu dengan SDN 04), sebuah pesantren, dan 2 buah TK.

Sosial[sunting | sunting sumber]

Desa Indrajaya walaupun secara administrasi berada di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Namun Tradisi dan Bahasa bukan adat Jawa dan [[Bahasa Jawa]], namun menggunakan Bahasa Sunda dengan tradisi tentunya sangat kental dengan kesundaannya, hal ini masih terus digali asal-usulnya kenapa hal ini bisa terjadi. Adat pernikahan menggunakan tradisi Sunda, kesenian tradisional sangat Sunda. walaupun bahasa yang digunakan merupakan sunda kategori "kasar".


Topografi[sunting | sunting sumber]

Desa Indrajaya berada paling selatan Kabupaten Brebes, berbatasan dengan desa Ujung Barang Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, sedangkan sebelah baratnya berbatasan dengan Desa Gunung Jaya dan Tembong Raja. Berada pada ketinggian Rata-rata 750 mdpl dengan topografi berbukit. Selain itu terdapat hutan milik PERHUTANI.[1]


Administrasi[sunting | sunting sumber]

Desa Indrajaya terdiri atas 5 Dusun, yaitu Dusun Indrajaya 1 dan 2 (dulu disebut dengan Katapang,Kemungkinan karna dulu didepan balai desa tumbuh pohon ketapang maka dijadikan lah namanya blok ketapang), Dusun Cigugur, Dusun Nyodor dan Dusun Salarum (Masyarakatnya lebih suka disebut Arumsari). Dusun Salarum terletak dibagian depan desa yang merupakan pintu masuk desa, Dusun Indrajaya 1 dan 2 terletak di tengah-tengah, ke begian baratnya ada Dusun Nyodor dan sebelah Barat Daya Dusun Cigugur.

Ekonomi Masyarakat[sunting | sunting sumber]

Penduduk Desa Indrajaya mayoritas bermatapencaharian sebagai Petani, walaupun terdapat beberapa orang yang berprofesi sebagai TNI,guru. Namun secara umum, walaupun bekerja sebagai PNS tetap saja mereka melakukan usaha sampingan berupa pertanian. Petani di Desa Indrajaya Rata-rata menggarap Sawah&& kebun yang berlokasi di sekitar desa. Pola pertanian sudah menuju pertanian semi-intensif, dengan masa pengelolaan 4 bulan. Usaha lain yang beberapa orang lakukan adalah berdagang hasil bumi padi tergantung musim panen.dan kayu,dan yang lebih dominan kayu albasiah .

Tradisi[sunting | sunting sumber]

Kondisi masyarakat Desa Indrajaya masih cukup tinggi toleransinya, karena memang masih kategori desa tradisional, walaupun beberapa teknologi sudah masuk. Toleransi masyarakat sangat kental terlihat jika salah satu warga sedang melaksanakan pekerjaan yang cukup besar, seperti bangun atau renovasi rumah, kalau tidak membantu walaupun jauh mereka sering bilang "Era engke mun panggih di jalan, lamun teu ka ajak mah"/ Nanti malu kalau ketemu di jalan kalau tidak ikut bantu).


Refrensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ (Indonesia) "Perhutani Hentikan Garapan Liar" (HTM). Diakses 2012-06-25.