Penangkapan ikan komersial

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Perahu penangkap ikan di Sumatra, Indonesia

Penangkapan ikan komersial adalah aktivitas penangkapan ikan dan boga bahari lainnya untuk tujuan keuntungan komersial. Sebagian besar dalam bentuk perikanan tangkap, sebagian lainnya berupa perikanan budi daya. Penangkapan ikan komersial menyediakan sejumlah besar bahan pangan ke berbagai negara di seluruh dunia, dan seringkali ikan dikejar hingga jauh ke tengah lautan, terutama oleh pelaku industri perikanan. Industri harus beradaptasi sepanjang tahun keberadaan usahanya untuk menuju keuntungan yang besar. Sebuah studi yang didapatkan dari penangkapan komersial kecil milik keluarga menunjukkan bahwa mereka melakukan usaha penangkapan ikan bukan untuk mendapatkan keuntungan, melainkan untuk menghidupi. [1]

Penangkap ikan komersial memanen berbagai jenis hewan, dari tuna, cod, mas, dan salmon. Selain ikan, mereka juga menangkap udang, krill, lobster, kerang, cumi-cumi, dan kepiting.

Terdapat sejumlah besar usaha perikanan penting di dunia yang mengejar spesies tertentu dari ikan, moluska, crustacea, dan echinodermata, dengan herring dan sarden yang menempati urutan teratas.

Industri ini pada tahun 2006 juga telah menghasilkan lebih dari 185 miliar dolar AS dalam penjualan dan menyediakan dua juta lapangan pekerjaan.[2] Penangkapan ikan komersial memang menyediakan lapangan pekerjaan yang melimpah, namun upah yang diberikan bervariasi antara satu kapal dengan kapal lainnya, dan antara satu musim dengan musim lainnya.[3]

Penangkapan ikan merupakan salah satu pekerjaan yang cukup berisiko dan membahayakan keselamatan. Di Amerika Serikat, 115 dari 100000 nelayan meninggal dalam kurun waktu antara tahun 2000 sampai 2006.[4] Di Britania Raya, 4111 nelayan telah meninggal di laut sejak tahun 1919 hingga tahun 2005 karena kecelakaan kerja.[5] Kasus umumnya terjadi karena faktor kelelahan karena umumnya nelayan bekerja 21 jam dalam satu hari. Selain itu, faktor cuaca dan dan alat dan mesin yang digunakan juga menjadi faktor.[3][6]

Metode dan peralatan[sunting | sunting sumber]

Penangkapan ikan komersial menggunakan berbagai metode untuk secara efektif menangkan dalam jumlah besar. Mereka menggunakan jaring, tali pancing panjang, dan jebakan.[7] Aspek keberlanjutan perikanan ditingkatkan dengan pemanfaatan peralatan khusus yang meminimalisasi spesies yang tidak menjadi target penangkapan.

Metode perikanan bervariasi berdasarkan wilayah, spesies yang akan ditangkap, dan teknologi yang tersedia pada nelayan. Besarnya sebuah usaha penangkapan ikan dapat bervariasi dari satu orang dengan satu perahu dan jaring tangan atau jebakan lobster, hingga kapal besar dengan pukat yang menangkap sejumlah ikan dengan berat total beberapa ton per hari.

Peralatan penangkapan ikan komersial yang digunakan saat ini mencakup jaring ikan, pukat, kait dan benang pancing, dan jebakan ikan. Peralatan penangkapan ikan komersial secara khusus didesain dan diperbarui untuk mencegah tertangkapnya spesies yang tidak diinginkan atau terancam punah. Miliaran dolar biaya penelitian telah dikeluarkan untuk mengurangi luka dan kematian spesies yang tidak diinginkan karena tertangkap oleh nelayan.[8] Berdasarkan studi yang didapatkan pada tahun 2000 menunjukkan bahwa pencegahan secara pendengaran dengan menggunakan gelombang suara frekuensi tertentu mencegah ikan paus mendekati kapal nelayan. Sedangkan pencegahan dengan pelindung fisik mencegah burung laut terjebak jaring.[9]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Endter-Wada, Joanna; Sean Keenan (2005). "Adaptations by Long-Term Commercial Fishing Families in the California Bight: Coping with Changing Coastal Ecological and Social Systems.". Human Organization 64 (3): 225–237. 
  2. ^ "New Economic Report Finds Commercial and Recreational Saltwater Fishing Generated More Than Two Million Jobs.". National Oceanic and Atmospheric Administration. Diakses 19 Apr. 2012. 
  3. ^ a b Miller, Kerry. "Worst Jobs with the Best Pay". Businessweek. Diakses 19 Apr. 2012. 
  4. ^ Centers for Disease Control and Prevention. Commercial Fishing Fatalities - California, Oregon, and Washington, 2000-2006. Morbidity and Mortality Weekly Report. April 25, 2008/57(16);426-429. Accessed October 20, 2008.
  5. ^ Roberts, Stephen (2009). "Britain’s most hazardous occupation: Commercial fishing". Accident Analysis and Prevention 42: 44–49. 
  6. ^ Davis, Mary E. "Occupational Safety and Regulatory Compliance in US Commercial Fishing". Archives of Environmental & Occupational Health 66 (4): 209–216. 
  7. ^ http://www.msc.org/documents/fisheries-factsheets
  8. ^ Kraus, Scott; Andrew Read, Erika Zollert (2006). "Fishing Techniques to Reduce the Bycatch of Threatened Marine Animals". Marine Technology Society Journal 40 (3): 50–53. 
  9. ^ Pol, Michael; Arnold Carr (2000). "Overview of Gear Developments and Trends in the New England Commercial Fishing Industry". Northeastern Naturalist 7 (4): 329–336. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]