Produk ikan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Surimi yang diserupakan tekstur dan rasanya dengan daging kepiting

Ikan dan produknya merupakan makanan boga bahari yang dikonsumsi di seluruh dunia. Ikan menyediakan protein berkualitas tinggi; 14-16 persen protein hewani yang dikonsumsi dunia berasal dari ikan. Lebih dari satu miliar penduduk dunia mengandalkan ikan sebagai sumber protein utama.[1][2] Selain menjadi bahan pangan, ikan dan organisme akuatik lainnya juga diolah menjadi produk non-pangan.

Sejak zaman Romawi Kuno, garum merupakan salah satu saus ikan yang terkenal. Sisik ikan hiu dan ikan pari digunakan sebagai abrasif, bahkan hingga saat ini. Kulit ikan juga diolah sebagai bahan. Kulit ikan pari digunakan untuk membuat pegangan Katana, pedang tradisional Jepang.[3] Beberapa spesies lain juga digunakan, seperti kulit salmon, wolffish, dan cod.[4]

Daging ikan digunakan sebagai bahan pangan dan banyak sekali ikan yang bisa dimakan. Berbagai ikan juga menghasilkan telur ikan yang bisa dimakan.

Produk ikan yang telah diproses[sunting | sunting sumber]

  • Surimi merupakan produk ikan yang dibuat untuk meniru tekstur dan rasa daging lobster, kepiting, dan kerang. Biasanya terbuat dari daging ikan putih seperti pollock atau hake yang telah dihancurkan menjadi pasta dan memiliki tekstur kenyal setelah dimasak.
  • Hidrolisat ikan adalah sisa tubuh ikan (isi perut, tulang, tulang rawan, dan sisik) yang dicampur dengan air dan dihancurkan. Terkadang enzim digunakan dalam proses pembuatannya untuk menghanurkan bahan yang tidak dapat dicerna manusia. Hidrolisat ikan dapat dijadikan bahan pangan karena masih mengandung nutrisi.
  • Saus ikan adalah saus yang berasal dari ikan yang telah melalui proses fermentasi. Saus ikan merupakan bahan penting dalam kari dan sebagai campuran untuk membuat saus lainnya.
  • Tatami iwashi adalah produk ikan tradisional jepang yang dibuat dari bayi ikan sarden yang dibaringkan dan dikeringkan dalam posisi saling menyilang seperti anyaman tatami.

Produk organisme air lainnya[sunting | sunting sumber]

  • Warna sepia berasal dari tinta yang disekresikan ikan sotong
  • Kelp merupakan sumber yodium dan bahan pupuk. Abu hasil pembakaran kelp dapat digunakan dalam produksi sabun dan kaca.

Produk samping[sunting | sunting sumber]

  • Bahan berkilau dari sisik ikan dapat digunakan sebagai bahan pengkilap untuk cat kuku dan lipstik. Namun kini telah banyak ditinggalkan dan diganti dengan bahan kimia bismuth oksiklorida.[6]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ World Health Organization.
  2. ^ Tidwell, James H. and Allan, Geoff L.
  3. ^ http://www.ksky.ne.jp/~sumie99/samewrapping.html
  4. ^ http://www.atlanticleather.is/index.php?option=com_content&view=article&id=133&Itemid=98&lang=en
  5. ^ Moghadasian MH (May 2008). "Advances in dietary enrichment with n-3 fatty acids". Crit Rev Food Sci Nutr 48 (5): 402–10. doi:10.1080/10408390701424303. PMID 18464030. 
  6. ^ Adams, Cecil. 31 March 2000. "Does lipstick contain fish scales?". Accessed 24 January 2007.