Penangkapan ikan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Pemancing ber-enggrang, Sri Lanka
Pemancing ber-enggrang, Sri Lanka
Memancing dengan jaring, Meksiko
Memancing dengan jaring, Meksiko

Penangkapan ikan adalah aktivitas menangkap ikan. Istilah menangkap ikan tidak berarti bahwa yang ditangkap adalah ikan, namun istilah ini juga mencakup mollusca, cephalopoda, crustacea, dan echinoderm, dan hewan laut yang ditangkap tidak selalu hewan laut yang hidup di alam liar (perikanan tangkap), tapi juga ikan budi daya. Metode yang digunakan bervariasi, seperti tangkap tangan, tombak, jaring, kail, dan jebakan ikan. Istilah penangkapan ikan terkadang juga mencakup usaha penangkapan mamalia air seperti paus, sehingga berkembang istilah perburuan paus.

Berdasarkan data FAO, total pelaku usaha penangkapan ikan komersial dan budi daya adalah 38 juta orang dan memberikan pekerjaan kepada 500 juta orang secara langsung maupun tidak langsung.[1] Pada tahun 2005, konsumsi ikan yang ditangkap di alam liar per kapita adalah 14.4 kilogram per tahun, sedangkan dari perikanan budi daya adalah 7.4 kilogram.[2]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kait ikan zaman batu, dibuat dari tulang

Penangkapan ikan adalah praktek yang dilakukan sejak zaman prasejarah, sekitar zaman Paleolitikum (40 ribu tahun yang lalu).[3] Analisis isotopik dari sisa tulang belulang manusia Tianyuan yang berusia 40 ribu tahun diketahui bahwa ia mengkonsumsi ikan air tawar secara berkala.[4][5] Ciri arkeolgi seperti tumpukan sampah makanan,[6] sisa tulang ikan, dan lukisan gua menunjukan bahwa boga bahari dikonsumsi sebagai cara bertahan hidup yang penting. Selama masa itu, manusia utamanya hidup sebagai pemburu pengumpul dan secara berkala berpindah. Namun di Lepenski Vir terdapat pemukiman manusia purba yang diperkirakan bersifat permanen dan mereka sangat terkait dengan aktivitas penangkapan ikan sebagai sumber utama bahan pangan.

Metode[sunting | sunting sumber]

Nelayan dengan jebakan ikan tradisional, di Hanoi, Vietnam

Terdapat berbagai metode untuk menangkap ikan dan juga hewan lainnya, seperti metode tangkap tangan, tombak, jaring, kail, dan jebakan ikan. Penangkapan ikan rekreasi, komersial, dan ahli memancing dapat menggunakan berbagai metode dalam satu waktu. Pemancing rekreasi mencari kesenangan dan aktivitas olahraga dalam memancing, sedangkan penangkapan ikan komersial mencari ikan untuk tujuan keuntungan. Pemancing tradisional menggunakan metode tradisional berteknologi rendah untuk bertahan hidup, dan biasanya terdapat di negara miskin atau dipertahankan sebagai warisan budaya di negara maju dan berkembang. Sebagian besar pemancing rekreasi menggunakan metode angling dan pemancing komersial menggunakan metode jaring.

Terdapat hubungan antara berbagai metode penangkapan ikan dan pengetahuan tentang ikan dan sifatnya, termasuk migrasi ikan, bagaimana ikan mencari makan, dan habitatnya. Penggunaan metode penangkapan ikan tertentu dapat membuahkan hasil yang amat bergantung pada pengetahuan tambahan tersebut.[7] Beberapa nelayan bahkan mengikuti langit (solunar theory) karena mereka percaya pola ikan dalam mencari makan dipengaruhi posisi bulan dan matahari.

Alat[sunting | sunting sumber]

Alat penangkap ikan contohnya kait, kail, pemberat pancing, pengapung pancing, dan sebagainya.

Kapal penangkap ikan[sunting | sunting sumber]

Kapal penangkap kepiting komersial di Laut Utara

Kapal penangkap ikan adalah kapal atau perahu yang digunakan untuk menangkap ikan di laut, di danau, atau di sungai. Banyak variasi jenis kapal dan perahu yang digunakan di usaha penangkapan ikan komersial, rekreasi, dan tradisional.

Berdasarian FAO, pada tahun 2004 terdapat empat juta kapal penangkap ikan komersial.[8] Sekitar 1.3 juta adalah kapal bergeladak dengan area tertutup. Hampir semua kapal bergeladak ini sudah termekanisasi, dan sebanyak 40 ribu di antaranya berbobot lebih dari 100 ton. Dan sekitar dua per tiga dari semua perahu tak bergeladak adalah perahu tradisional yang digerakan dengan layar atau dayung.[8] Perahu tradisional tersebut digunakan nelayan tradisional.

Para pemancing rekreasi bisa menggunakan berbagai jenis perahu atau kapal, dari perahu ukuran kecil seperti kano hingga kapal ukuran besar seperti yacht dan kapal penjelajah (cruiser) yang mampu belayar di laut selama beberapa minggu.[9]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Fisheries and Aquaculture in our Changing Climate Policy brief of the FAO for the UNFCCC COP-15 in Copenhagen, December 2009.
  2. ^ "Fisheries and Aquaculture". FAO. Diakses 2012-07-01. 
  3. ^ African Bone Tools Dispute Key Idea About Human Evolution National Geographic News article.
  4. ^ Yaowu Hu Y, Hong Shang H, Haowen Tong H, Olaf Nehlich O, Wu Liu W, Zhao C, Yu J, Wang C, Trinkaus E and Richards M (2009) "Stable isotope dietary analysis of the Tianyuan 1 early modern human" Proceedings of the National Academy of Sciences, 106 (27) 10971-10974.
  5. ^ First direct evidence of substantial fish consumption by early modern humans in China PhysOrg.com, 6 July 2009.
  6. ^ Coastal Shell Middens and Agricultural Origins in Atlantic Europe.
  7. ^ Keegan, William F (1986) New Series, Vol. 88, No. 1., pp. 92-107.
  8. ^ a b FAO 2007
  9. ^ NOAA: Sport fishing boat

Bahan bacaan terkait[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]