Pascal Couchepin
|
Pascal Couchepin
|
|
|
|
|
| Masa jabatan 1985–1998 |
|
| Pendahulu | Jean Bollin |
|---|---|
| Pengganti | Pierre Crittin |
|
|
|
| Masa jabatan 1 Januari 1998–1 November 2009 |
|
| Pendahulu | Jean-Pascal Delamuraz |
| Pengganti | Didier Burkhalter |
|
|
|
| Masa jabatan 1 Januari 2008–31 Desember 2008 |
|
| Wakil Presiden | Hans-Rudolf Merz |
| Pendahulu | Micheline Calmy-Rey |
| Pengganti | Hans-Rudolf Merz |
| Masa jabatan 1 Januari 2003–31 Desember 2003 |
|
| Pendahulu | Kaspar Villiger |
| Pengganti | Joseph Deiss |
|
|
|
| Lahir | 5 April 1942 (umur 69) Martigny, Swiss |
| Partai politik | Partai Demokrat Bebas Swiss |
| Suami/Istri | Brigitte Rendu |
| Almamater | Universitas Lausanne |
Pascal Couchepin (lahir di Martigny, Valais, 5 April 1942; umur 69 tahun) adalah politikus Swiss, Anggota Dewan Federal Swiss (1998-2009), dan Presiden Konfederasi pada tahun 2003 dan 2008. Selama periode 1 Januari 2003–1 November 2009, dia memimpin Departemen Dalam Negeri Federal (Menteri Dalam Negeri Swiss).
Ia terpilih di Dewan Federal Swiss pada 11 Maret 1998 sebagai anggota Partai Demokrat Bebas (FDP/PRD) dari kanton Valais. Selama periode 1 Januari 1998–31 Desember 2002, dia menjabat di Departemen Ekonomi Federal. Ketika itu, dia melawan pemerintah Swiss yang memberikan kontribusi keuangan terhadap penyelesaian uang sejumlah $1.25 miliar antara bank-bank Swiss dan Holocaust yang selamat. Dikatakan bahwa "tidak ada alasan bagi Pemerintah Swiss untuk membayar apapun", sebagai komitmen pemerintah telah menunjukkan bahwa "kami melakukan apa yang mungkin terjadi pada masa-masa sulit.".[1] Pada tahun 2003, dia pindah ke Departemen Dalam Negeri Federal.
Ia menjabat Presiden Konfederasi pada tahun 2003. Pada 13 Desember 2006, ia terpilih menjadi wakil presiden untuk masa jabatan pada periode 1 Januari 2007–31 Desember 2007. Pada 12 Desember 2007, ia terpilih untuk posisi Presiden Konfederasi pada 2008. Selama periode 1 Januari 2002–31 Desember 2002, dia juga menjabat wakil presiden.
Sebelumnya, ia menjabat Wakil Walikota (1976) dan Walikota Martigny (1984-1998). Periode 1979 - 1998, ia menjadi anggota Dewan Nasional. Ia juga pernah memimpin Departemen Urusan Ekonomi Federal (1998 - 2002).
Couchepin lahir di Martegne (Valais). Couchepin meraih gelar hukum DEA dari Universitas Lausanne. Setelah lulus dari Fakultas Hukum Universitas Lausanne, dia langsung terjun ke politik sebagai anggota Dewan kotamadya di Martegné pada tahun 1968. Ia menjabat ketua Fraksi LDP di parlemen dalam periode 1989-1996. Ia adalah ayah dari tiga anak (2 putri dan seorang putra) dan kakek dari dua cucu.
Ketika terjadi Kontroversi Islam Paus Benediktus XVI, ia menyatakan bahwa pidato Paus tersebut adalah "cerdas dan perlu."[2]
Pada tanggal 12 Juni 2009, Couchepin mengumumkan pengunduran dirinya dari Dewan Federal dan efektif sejak 31 Oktober 2009.[3] Hal ini menyebabkan pemilu digelar untuk mengisi kursi yang ditinggalkannya.
[sunting] Referensi
- ^ New York Times
- ^ "Le ministre suisse de l'Intérieur défend Benoît XVI", Associated Press, 17 September 2006 (Perancis)
- ^ "Couchepin throws in the towel ", Swissinfo, 12 Juni 2009. Diakses pada 12 Juni 2009.
[sunting] Lihat juga
[sunting] Pranala luar
| Wikimedia Commons memiliki kategori mengenai Pascal Couchepin |
- Profil Pascal Couchepin dengan hasil pemilihan pada situs Swiss Federal Council.
- Yves Fournier: Pascal Couchepin di Jerman, Perancis dan Italia di Historical Dictionary of Switzerland daring. Versi 2005-08-11.
- Biografi Pascal Couchepin di situs web Parlemen Swiss. (French)
- Biografi resmi
| Wikimedia Commons memiliki kategori mengenai Pascal Couchepin |
| Jabatan politik | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Jean Bollin |
Walikota Martigny 1985-1998 |
Digantikan oleh: Pierre Crittin |
| Didahului oleh: Jean-Pascal Delamuraz |
Anggota Dewan Federal Swiss 1998–2009 |
Digantikan oleh: Didier Burkhalter |
| Didahului oleh: Kaspar Villiger |
Presiden Swiss 2003 |
Digantikan oleh: Joseph Deiss |
| Didahului oleh: Micheline Calmy-Rey |
Presiden Swiss 2008 |
Digantikan oleh: Hans-Rudolf Merz |
