Mir

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
TP-1998-208920 Page 01 Image 0002.jpg

Mir (Мир, yang dapat berarti dunia atau damai dalam bahasa Rusia) adalah sebuah stasiun luar angkasa Uni Soviet (kemudian Rusia) yang dianggap sangat berhasil. Dia adalah tempat tinggal permanen jangka-panjang bagi manusia di angkasa. Melalui beberapa kerja sama, dia dibuat akses internasional dan digunakan astronot dari banyak negara. Mir dipasang di orbit secara sukses menyambungkan beberapa modul, yang diluncurkan secara terpisah satu per satu dari 19 Februari 1986 sampai 1996. Stasiun ini berakhir pada 23 Maret 2001 ketika dia di-de-orbit.

Deskripsi[sunting | sunting sumber]

Mir dalam bahasa Rusia berarti damai atau dunia, tergantung konteks pemakaian kata-katanya. Stasiun antariksa Mir mulai dibangun sebagai proyek ambisius sejak 1986, menggantikan peran stasiun antariksa Salyut yang dimensinya lebih kecil. Badan utama Mir seberat 20 ton diluncurkan dari kosmodrom Baikonur di tepi Laut Aral, Kazkahstan, pada 20 Februari 1986. Pada saat pembangunannya, dunia sedang berada dalam puncak perang dingin, sementara Amerika membekukan kegiatan antariksanya akibat meledaknya pesawat ulang alik Challenger pada 28 Januari 1986 yang menewaskan ketujuh awaknya.

Mir menempati orbit setinggi 400 km di atas permukaan Bumi. Semula Mir hanya direncanakan menghuni orbit selama lima tahun saja. Namun pada prakteknya Mir mampu bertahan hingga 15 tahun.Selama 10 tahun berikutnya, secara berturut-turut lima buah modul tambahan diluncurkan dan digabungkan dengan Mir. Modul-modul tambahan tersebut adalah Kvant-1, Kvant-2, Spektr, Docking dan Priroda. Modul terakhir, Priroda, diluncurkan tahun 1996 sebagai bagian dari penelitian geodesi. Fungsi modul-modul tersebut berlainan, sehingga secara keseluruhan Mir mrupakan kompleks stasiun antariksa dengan bidang kerja yang cukup luas, mulai dari penelitian bumi - fenomena tanpa bobot - hingga penelitian pancaran sinar gamma dari bintang-bintang di jagat raya. Mir juga berulangkali memecahkan rekor manusia terlama di antariksa - 3 tahun - , sementara Amerika dengan pesawat ulang-aliknya dan laboratorium mini di kargo pesawat hanya mampu bertahan maksimal 14 hari.. Sampai akhir hayatnya Mir telah dihuni 104 orang dari berbagai negara : Rusia, Amerika, Perancis, Jerman dan beberapa negara lain. Tidak semua orang itu astronot atau kosmonot. Pernah terjadi, seorang pekerja pabrik permen di Inggris berkunjung ke Mir setelah memenangkan kontes.

Modul-modul di dalam Mir mendapatkan tekanan dan komposisi udara yang sama dengan permukaan Bumi. Kelembabannya pun diatur agar terasa nyaman. Untuk melayani kebutuhan para ilmuwan yang tinggal didalamnya, Secara rutin Mir dikunjungi oleh pesawat kargo antariksa Progress, yang akan berlabuh di salah satu pintu Mir secara manual atau elektronis. Mir memiliki empat pintu sejenis sehingga memungkinkan berlabuhnya beberapa pesawat antariksa sekaligus. Para ilmuwan yang hendak berkunjung ke Mir diangkut dengan kapsul antariksa Soyuz yang berkapasitas 3 orang. Sesampainya di Mir, Soyuz akan bergandengan dengan salah satu pintu Mir dan tetap berada di situ, sementara penghuni lama Mir pulang dengan menggunakan Soyuz lama yang mereka tumpangi pada saat kedatangannya. Sehingga, kapasitas maksimal Mir hanyalah untuk 3 penumpang saja. Penempatan Soyuz di salah satu pintu Mir bermanfaat sebagai alternatif terakhir untuk meninggalkan Mir dalam keadaan darurat. Selain Soyuz, pesawat-pesawat antariksa ulang alik Amerika juga berulang kali berlabuh di Mir, terutama semenjak runtuhnya Uni Soviet di tahun 1991. Pesawat ulang-alik ini berlabuh melalui modul docking.

Berbagai Kerusakan[sunting | sunting sumber]

Sebagai sebuah stasiun antariksa yang besar dan kompleks, Mir mendatangkan kesulitan tersendiri. Pengendalian Mir diatur dari antariksa dan dari Bumi, tepatnya dari stasiun Korolyov. Pada Mir sendiri terdapat mesin-mesin roket kecil yang brguna untuk mengatur posisi dan koreksi orbit Mir.

Berbagai kerusakan terjadi selama pengoperasian Mir. Bulan Februari 1997 modul-modul Mir mengalami kebakaran besar akibat bocornya ebuah tanki oksigen. Beberapa bulan kemudian kargo antariksa Progress yang bermaksud mengadakan percobaan berlabuh secara manual mengalami kegagalan dan justru menabrak modul Spektr. Akibatnya, Mir sampai bergeser dari posisi semula dan panel-panel surya Spektr mengalami kerusakan sehingga pasokan daya listrik Mir tinggal 55 % saja. Di samping itu, modul Spektr pun berlubang selebar 3 cm, yang untungnya dapat ditambal dengan suatu alat oleh astronot Inggris, Michael Foale, yang kebetulan berada di modul tersebut. Kebocoran udara memang tidak terjadi, namun kelembaban naik sehingga suasana terasa panas. Ditambah lagi dengan stress yang menimpa para ilmuwan di dalam Mir, sehingga sempat terfikirkan untuk mengevakuasi ilmuwan Mir dengan Soyuz yang masih ada. Untungnya, skenario terburuk tidak terjadi sehingga Mir masih dapat berfungsi, meskipun tak senormal semula. Pada akhirnya, Spektr terpaksa diisolasi dari Mir.

Bubarnya Uni Soviet dan krisis berkepanjangan di Rusia menyebabkan seretnya dana bagi pengelolaan Mir. Akibatnya, beberapa kali Mir nyaris menyentuh atmosfer Bumi. Karena itu, dalam dekade 90-an Rusia memutuskan untuk bekerja sama dengan Amerika dalam mengelola Mir. Namun setelah terjadi beberapa kali gangguan dan permasalahan dana yang luar biasa besar - Mir menghabiskan US $ 250 juta setahun - akhirnya Rosaviakosmos memutuskan untuk menjatuhkan Mir. Terakhir kali Mir dihuni manusia pada Agustus 2000 lalu.

Sampai akhir hayatnya, Mir telah 80.000 kali mengelilingi Bumi dan menghasilkan puluhan ribu kesimpulan dan artikel dari penelitian-penelitian yang dilakukan didalamnya. Volume hasil penelitian ini tak dapat ditandingi dari misi-misi antariksa yang lain.

Kini Mir telah berakhir. Peranannya digantikan oleh stasiun ruang angkasa internasional ISS yang dirancang berbobot 250 ton dengan usia pakai 10 tahun, yang saat ini masih dalam pembangunan.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]




Misi sebelumnya:
Salyut 7
Program Mir Misi berikutnya:
Stasiun Luar Angkasa Internasional