Masjid Raya Sumatera Barat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Koordinat: 0°55′26″LS 100°21′44″BT / 0,9238°LS 100,3623°BT / -0.92380; 100.3623

Masjid Raya Sumatera Barat
2-2014 Masjid Raya Sumbar, Ahmad Yani 2.JPG

Masjid Raya Sumatera Barat dilihat dari Jalan Khatib Sulaiman, Februari 2014

Letak Kota Padang, Sumatera Barat, Indonesia
Deskripsi arsitektur
Arsitek Rizal Muslimin
Dimulai 21 Desember 2007
Dibuka 7 Februari 2014
Spesifikasi
Kapasitas 5.000–6.000 orang

Masjid Raya Sumatera Barat adalah masjid terbesar di Sumatera Barat, terletak menghadap Jalan Khatib Sulaiman, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang. Masjid ini masih dalam tahap konstruksi sejak peletakan batu pertama pada 21 Desember 2007. Pembangunan dikerjakan secara bertahap karena keterbatasan anggaran dari provinsi.

Meski tidak rutin, Masjid Raya Sumatera Barat telah dipusatkan sebagai tuan rumah kegiatan keagamaan skala besar seperti tabligh akbar, pertemuan jamaah, maupun pelaksanaan Salat Ied dan Salat Jumat. Selain itu, pemerintah provinsi sejak awal tahun 2012 memusatkan kegiatan wirid rutin jajaran pegawai negeri sipil untuk memperkenalkan masjid.[1][2] Namun, frekuensi pemakaian masjid untuk aktivitas ibadah masih terbatas karena belum rampungnya fasilitas listrik dan ketiadaan air bersih.[3]

Konstruksi masjid terdiri dari tiga lantai. Ruang utama yang dipergunakan sebagai ruang salat terletak di lantai dua, terhubung dengan pelataran yang melandai ke jalan. Denah masjid berbentuk persegi yang melancip di keempat penjurunya, merujuk pada peristiwa peletakan Batu Hajar Aswad yang diusung dengan kain oleh perwakilan empat suku Quraisy di Mekkah yang berbagi kehormatan memegang masing-masing sudutnya. Bentuk sudut lancip sekaligus menandai atap bergonjong pada rumah adat Minangkabau rumah gadang.

Pembangunan[sunting | sunting sumber]

Ukiran yang menampilkan kaligrafi dan motif kain songket pada eksterior Masjid Raya Sumatera Barat
Ruang utama berupa ruang lepas di lantai dua dan tiga

Kompleks Masjid Raya Sumatera Barat menempati area seluas sekitar 40.000 meter persegi di perempatan Jalan Khatib Sulaiman dan Jalan Ahmad Dahlan. Bangunan utama terdiri dari tiga lantai dengan denah seluasi 18.000 meter persegi. Peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan masjid ini dilakukan pada 21 Desember 2007 oleh Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi.

Pengerjaan pembangunan masjid telah melewati empat tahap. Tahap pertama untuk menyelesaikan struktur bangunan dimulai pada tahun 2008 dan menghabiskan waktu dua tahun. Tahap kedua dilanjutkan dengan pengerjaan ruang salat dan tempat wudu pada 2010. Tahap ketiga pada tahun berikutnya meliputi pemasangan keramik lantai dan eksterior masjid. Tiga tahap pertama berjalan dengan mengandalkan APBD Sumatera Barat sebesar Rp103,871 miliar, Rp15,288 miliar, dan Rp31 miliar. Memasuki tahap keempat yang dimulai pada pertengahan 2012, pengerjaan menggunakan kontrak tahun jamak. Tahap keempat menggandalkan anggaran sebesar Rp25,5 miliar untuk menyelesaikan pengerjaan ramp, pelataran yang melandai ke jalan. Pengerjaan sempat terhenti selama tahun 2013 karena ketiadaan anggaran dari provinsi.

Mengawali tahun 2014, Pemerintah Turki mengirimkan bantuan karpet permadani untuk mendukung penyelenggaran ibadah seiring kerja sama yang dibangun oleh pemerintah provinsi. Salat Jumat perdana menandai pembukaan Masjid Raya Sumatera Barat untuk salat rutin pada 7 Februari 2014. Masjid dibuka untuk umum dengan frekuensi terbatas, karena belum rampungnya fasilitas listrik dan air bersih. Masjid Raya Sumatera Barat untuk kali petama digunakan sepanjang malam bulan Ramadhan.

Pada tahun 2014, pemerintah provinsi kembali menganggarkan dana Rp18 miliar untuk pembangunan tahap kelima, meliputi pengerjaan interior atap. Selama pengerjaan, kegiatan ibadah diselenggarakan di lantai dasar.

Arsitektur[sunting | sunting sumber]

Rancangan dikerjakan oleh arsitek Rizal Muslimin yang memenangi sayembara desain yang diikuti oleh 323 arsitek dari berbagai negara pada 2007. Menurut rancangan, kompleks bangunan akan dilengkapi pelataran, taman, menara, dan bangunan pendukung untuk kegiatan pendidikan dan pertokoan.

Ruang utama yang dipergunakan sebagai tempat salat adalah ruang lepas. Pelataran landai menghubungkan lantai dua masjid dengan jalan setinggi tujuh meter. Konstruksi rangka atap menggunakan pipa baja yang disangga empat kolom beton miring setinggi 47 meter di empat penjuru. Dua balok beton lengkung menghubungkan kolom beton miring secara bersilangan. Kolom beton miring mendistribusikan gaya vertikal beban atap dan mendukung konstruksi fasad masjid.[4]

Masjid Raya Sumatera Barat memiliki kepengurusan resmi dengan dikeluarkannya SK Gubernur tentang pengangkatan pengurus. Pengurus terdiri dari pejabat pemerintah provinsi diketuai oleh Sekretaris Daerah Ali Asmar.

Galeri[sunting | sunting sumber]


Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Masjid Raya Sumbar Alternatif Tempat Shalat Id". ANTARA. 14 Agustus 2012. Diakses 21 Desember 2014. 
  2. ^ "Melihat Efektivitas Pengajian di Masjid Raya Sumbar". Harian Haluan. 21 Maret 2012. Diakses 21 Desember 2014. 
  3. ^ "Pembangunan Masjid Raya Sumbar Dikebut". Padang Ekspres. 16 Juli 2012. Diakses 21 Desember 2014. 
  4. ^ "Dana Pembangunan Masjid Raya Sumbar Tahap II Rp150 M". Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. 5 Maret 2009. Diakses 21 Desember 2014. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]