Kepulauan Kangean

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kepulauan Kangean
Pulau Sepanjang.jpg
Pulau Sepanjang yang termasuk dalam wilayah Kepulauan Kangean
Geografi
Lokasi Sumenep, Madura
Koordinat 5°4′39″LU 114°36′5″BT / 5,0775°LS 114,60139°BT / -5.07750; 114.60139
Kepulauan Pulau Madura
Jumlah pulau 60 Pulau
Pulau besar Pulau Kangean, Pulau Paliat, dan Pulau Sapanjang.
Luas 487 km²
Negara
Indonesia
Provinsi Jawa Timur
Demografi
Kelompok etnik Bugis, Bajo, Madura, Mandar

Kepulauan Kangean adalah gugusan pulau yang merupakan bagian paling timur Pulau Madura, Laut Jawa. Kepulauan ini terdiri dari 60 pulau, dengan luas wilayah 487 km². Pulau-pulau terbesar adalah Pulau Kangean (188 km²), Pulau Paliat, dan Pulau Sapanjang.

Wilayah dan Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Kepulauan Kangean merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Sumenep. Di kepulauan Kangean terdapat tiga kecamatan, yaitu Arjasa, Sapeken, dan kecamatan Kangayan, hal ini merupkan hasil pemekaran Kecamatan Arjasa. bagian dari ketiga kecamaatan ini terdiri dari: Kecamatan Arjasa membawahi pulau Kangean bagian barat, kecamatan Kangayan membawahi Pulau Kangean bagian timur, dan kecamatan Sapeken membawahi pulau-pulau kecil dan mendominasi bagian timur Kepulauan Kangean, di antaranya Sapeken, Paliat, Sadulang Besar, Sadulang Kecil, Pagerungan Besar, Pagerungan Kecil, Saebus, Sepangkur Bersar, Sepangkur Kecil, dll.

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Kangean berjarak sekitar 100 km dari Sumenep. Transportasi yang ada saat ini adalah kapal laut yang dikelola PT Dharma Lautan Indonesia dan Sumekar Line (milik Pemkab Sumenep)dengan transportasi ini bisa di tempuh dalam waktu 11 sampai 12 jam dari pelabuhan kalianget ke pelabuhan batu gulok kangean. selain dengan adanya kapal Pemda Sumenep ada juga Kapal Express dari perusahaan swasta yang hanya memerlukan waktu 3,5 jam untuk menempuh jarak tersebut. Dengan transportasi ini masyarakat Kangean dapat melakukan perjalanan baik urusan personal maupun urusan muat barang.

Masyarakat[sunting | sunting sumber]

Masyarakat kepulauan kangean terkenal sangat ramah, sopan, dan beragama. Selain itu, masyarakatnya memiliki bahasa dan tutur kata (dialek) yang beraneka ragam antardaerah. Khusus Sapeken dan beberapa pulau kecil di sekitarnya, masyarakat di pulau-pulau ini terbiasa menggunakan berbagai bahasa, seperti bahasa Bajo, bahasa Mandar, bahasa Makasar dan beberapa bahasa daerah yang berasal dari Sulawesi. Hal ini tidak lepas dari sejarah masyarakat pulau-pulau ini yang dulunya adalah para pelayar berasal dari Sulawesi. Lain halnya dengan penduduk yang menempati pulau terbesar (Kangean), khususnya yang tinggal di Kecamatan Arjasa, mereka menggunakan bahasa khas kangean contoh bahasa dalam kangean hallik artinya sedikit, dumik artinya kecil,banyak orang bilang kalau bahasa kangean mirip dengan bahasa madura namun kenyataannya bahasa kangean tidak di mengerti orang madura. Penduduk di Kepulauan Kangean sudah tergolong sedikit maju. Banyak alumni dari sekolah di kepulauan ini yang kemudian melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri maupun swasta di kota-kota besar di Pulau Jawa. mereka pemuda kangean yang melanjutkan studinya di jawa rata rata mempunyai itelektual yang tak jauh beda dengan masyarakat jawa, dimana dalam akdemik mampu bersaing dengan masyarakat jawa. bisa dijumpai lulusan SMAN 1 Arjasa kangean dan SMA swasta lainnya bisa melanjutkan ke pergurian Tinggi yang favorit seperti ITS, Unibraw, ITB, Unesa.

Makanan khas[sunting | sunting sumber]

Makanan khas dari Kepulauan Kangean yaitu pes-pes, gurubik/burubik, kamboya, kue lanon, keripik tekai, sangngar-sangngar, pastel, odol-odol, kroket, Paessa duk duk, dheng-dheng mancilat.

Masakan khas dari Kepulauan Kangean meliputi peccek-peccek, yang merupakan salah satu cara menghidangkan lauk panggang (lele/ikan air tawar, ikan air asin). Rasanya sedikit asin, asam/masam, dan lebih enak bila pedas. masakan ini jarang dicampur dengan menggunakan sayur. Selain itu, masakan khas dari kepulauan ini adalah kella kalentang, dan sella.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]