Kabupaten Tebo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kabupaten Tebo
Lambang kab tebo.gif
Lambang Kabupaten Tebo
Moto: Bumi Serentak Galah Serengkuh Dayung


Lokasi Jambi Kabupaten Tebo.svg
Peta lokasi Kabupaten Tebo
Koordinat: 0° 51' 32" - 10° 54' 50" LS dan 10° 48' 57" - 20° 49' 17" BT
Provinsi Jambi
Dasar hukum UU No.54 Tahun 1999
Tanggal 12 Oktober 1999
Ibu kota Muara Tebo
Pemerintahan
 - Bupati H. Sukandar, S.Kom, M.Si
 - DAU Rp. 461.006.766.000.-(2013)[1]
Luas 6.461 km2
Populasi
 - Total 297.735 jiwa
 - Kepadatan 46,08 jiwa/km2
Demografi
 - Kode area telepon 0744
Pembagian administratif
 - Kecamatan 12
 - Kelurahan 101
 - Situs web http://www.tebo.go.id

Kabupaten Tebo adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jambi, Indonesia. Kabupaten ini berasal dari hasil pemekaran Kabupaten Bungo Tebo, tanggal 12 Oktober 1999.

Sejarah Perkembangan Kabupaten Tebo[sunting | sunting sumber]

Semangat reformasi tahun 1998 yang terjadi di Indonesia memberi dampak yang besar pada pemerintahan Provinsi Jambi, baik pada lembaga eksekutif maupun legislatifnya. Dalam hubungan itu Pemerintah Provinsi Jambi melalui Surat Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jambi Nomor 135/2465/Pem Tahun 1999 memprogramkan Rencana Pemekaran Wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II. Dengan terbitnya Surat Gubernur Jambi tersebut ditindaklanjuti oleh Bupati Bungo Tebo, Drs. H. Sofian Ali, dengan menerbitkan Surat Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Bungo Tebo Nomor 669 Tahun 1999 tentang Tim Pelaksanaan Penerapan Pembentukan Daerah Tingkat II Kabupaten Bungo Tebo. Hal yang sama didukung pula oleh DPRD Kabupaten Daerah Tingkat II Bungo Tebo Nomor 170/271/1999 tanggal 21 Mei 1999.

2. PEMERINTAHAN KABUPATEN TEBO

3.1. Masa Bhakti Bupati Tebo Carateker (12 Oktober 1999-24 Mei 2001)

Drs. H.A. Madjid Mu’az, MM dilantik sebagai sebagai Pejabat Bupati Kabupaten Tebo oleh Menteri Dalam Negeri Ad Interim di Jakarta. Tanggal 18 Oktober 1999 dilaksanakan acara pengantar tugas Bupati Tebo oleh Gubernur Jambi yang diwakili Wakil Gubernur Drs.H. Hasyip Kalimudian Syam, MM, yang diselengggarakan di Kantor Camat Muara Tebo pada tanggal 12 Oktober 1999

3.2. Masa Bakti Bupati Tebo Periode 2001-2006

Pada tanggal 16 Desember 2000 berdasarkan Surat Gubernur Jambi atas nama Presiden RI Nomor 483 Tahun 2000 sebanyak 30 orang anggota DPRD Kabupaten Tebo diambil sumpah atau janjinya oleh Ketua Pengadilan Negeri Muara Bungo, Sjofian Muchammad, SH. Sidang pleno DPRD kabupaten Tebo pada tanggal 9 Mei 2001 memilih pasangan Drs.H.A. Madjid Mu'az, MM dan Drs. H. Helmi Abdullah sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tebo untuk periode 2001 – 2006. Drs.H.A. Madjid Mu'az, MM dan Drs. H. Helmi Abdullah dilantik oleh oleh Gubernur Jambi Drs.H. Zulkifli Nurdin, MBA atas nama Presiden pada tanggal 25 Mei 2001.

3.3. Masa Bakti Bupati Kabupaten Tebo periode 2006-2011

Pemilihan bupati dan wakil bupati untuk periode 2006 -2011 dilaksanakan secara langsung oleh masyarakat sesuai dengan amanat undang-undang Nomor 23 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Pilkada secara langsung untuk pertama kalinya di Kabupaten Tebo dilaksanakan pada tanggal 25 April 2006.

Pelaksanaan pilkada tersebut dapat dilaksanakan dengan baik, hal ini terlihat dari tingginya partisipasi masyarakat dimana suara sah mencapai 83,45%. Dalam pilkada tersebut, Drs.H.A. Madjid Mu'az, MM yang berpasangan dengan Sukandar, S.Kom, memperoleh suara 47,50%, mengalahkan tiga pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati lainnya.

Pada tanggal 12 Juni 2006, pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tebo terpilih, Drs.H.A.Madjid Mu'az, MM dan Sukandar, S.Kom, dilantik oleh Gubernur Jambi Drs. H. Zulkifli Nurdin, MBA atas nama Menteri Dalam Negeri di Aula Kantor DPRD Kabupaten Tebo.

3.4. Masa Bakti PJ Bupati Kabupaten Tebo (20 Juni 2011 – 27 Agustus 2011)

Proses Pemilukada yang menghabiskan waktu yang relatif lama, menyebabkan terjadinya kekosongan jabatan bupati, agar roda pemerintahan tetap berjalan, Gubernur Jambi menunjuk Ir. H. Haviz Husaini, MM sebagai Penjabat Bupati Kabuapten Tebo yang dilantik pada tanggal 20 Juni 2011 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 131.15-472 Tahun 2011 tentang pengesahan pemberhentian Bupati Tebo dan Pengangkatan Penjabat Bupati Tebo Provinsi Jambi tertanggal 16 Juni 2011. Sebelumnya, Gubernur Jambi menunjuk H. Abdullah SH, MM menjadi Pelaksana Harian (Plh) Bupati Tebo.

3.5. Masa Bakti Bupati Kabupaten Tebo periode 2011 – 2016

Pemilihan umum Kepala Daerah Kabupaten Tebo untuk periode 2011- 2016 dilaksanakan pada tanggal 10 Maret 2011 yang diikuti oleh 3 pasang kandidat yaitu H. Sukandar, S.Kom, M.Si – Hamdi, S.Sos, MM, H. Ridham Priskap, SH, MH,MM- Eko Putra HS, SH, M.Si dan Yopi muthalib, BBA, MBA - Ir. H. Sri Saptoedi, MTP. Dalam Pemilihan umum Kepala Daerah Kabupaten Tebo tersebut pasangan H. Sukandar, S.Kom, M.Si – Hamdi, S.Sos, MM terpilih menjadi bupati dan wakil bupati Tebo periode 2011 – 2016.

Pada tanggal 27 Agustus 2011, Gubernur Jambi Drs. H. Hasan Basri Agus, MM atas nama Menteri Dalam Negeri RI melantik pasangan H. Sukandar, S.Kom, M.Si – Hamdi, S.Sos, MM menjadi bupati dan wakil bupati Tebo periode 2011 – 2016 di gedung DPRD Kabupaten Tebo.

3.     ARTI LAMBANG LOGO KABUPATEN TEBO

Arti Lambang Logo Kabupaten Tebo

   Perisai persegi lima melambangkan Rukun Islam dan Ideologi Pancasila
   Kubah Mesjid melambangkan bahwa mayoritas Penduduk Kabupaten Tebo beragama Islam
   Pintu atau kotak-kotak pada kubah mesjid yang terdiri dari enam buah melambangkan bahwa pada saat pembentukan Kabupaten Tebo terdiri dari enam kecamatan
   Padi nan duo belas kapas  nan sepuluh melambangkan kesejahteraan dan kemakmuran serta tanggal bulan berdirinya Kabupaten Tebo
   Rantai sembilan di sebelah kanan dan sembilan di sebelah kiri melambangkan persatuan dan kesatuan serta tahun berdirinya Kabupaten Tebo
   Kajang Lako melambangkan kebesaran dan merupakan alat transportasi pada masa Kesultanan Jambi
   Gong melambangkan salah satu alat komunikasi dan alat kesenian masyarakat Kabupaten Tebo
   Tali berpintal tigo yang mengikat gong melambangkan kesenian adat, syara' dan Pemrintah
   Keris berlengkuk tujuh yang tidak memakai ulu melambangkan kepatuhan terhadap hukum serta semangat menolak yang bathil dan khufur, tujuh bilangan ganjil berarti tidak memihak
   Galah dan Dayung, Galah adalah menunjukkan tekat untuk maju dan penolakan terhadap budaya asing yang negatif, Dayung adalah tanda kekompakan, kebersamaan dan bahu membahu untuk mencapai tujuan bersama
   Sungai melambangkan bahwa Kabupaten Tebo didominasi oleh daerah aliran sungai dan juga merupakan sarana transportasi masyarakat
   Pita yang bertuliskan "SEENTAK GALAH SERENGKUH DAYUNG" melambangkan identitas sosial, jatidiri, masyarakat Kabupaten Tebo.
   Keluk Paku dalam Tudung layar Kajang Lako melambangkan ragam hias Kabupaten Tebo.

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau
Selatan Kecamatan Tabir Kabupaten Merangin
Barat Kabupaten Bungo dan Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat
Timur Kabupaten Batanghari

Pembagian wilayah[sunting | sunting sumber]

  1. Tebo Tengah yang beribukota di Muara Tebo
  2. Rimbo Bujang yang beribukota di Wiroto Agung
  3. Rimbo Ilir yang beribukota di Karang Dadi
  4. Rimbo Ulu yang beribukota di Suka Damai
  5. VII Koto yang beribukota di Sungai Abang
  6. VII Koto Ilir yang beribukota di Balai Rajo
  7. Sumay yang beribukota di Teluk Singkawang
  8. Serai Serumpun yang beribukota di Sekutur Jaya
  9. Tengah Ilir yang beribukota di Mengupeh
  10. Tebo Ulu yang beribukota di Pulau Temiang
  11. Tebo Ilir yang beribukota di Sungai Bengkal
  12. Muara Tabir yang beribukota di Pintas Tuo

Kabupaten Ini Memiliki 5 Kelurahan Yaitu : - Untuk Kecamatan Tebo Tengah Memiliki 2 Kelurahan Yaitu A.Kelurahan Tebing Tinggi B.Kelurahan Pasar Muara Tebo - Untuk Kecamatan Tebo Ilir Memiliki 1 Kelurahan Yaitu: A. Kelurahn Sungai Bengkal - Untuk Kecamatan Tebo Ulu Memiliki 1 Kelurahan Yaitu : A. Kelurahan Pulau Temiang - Untuk Kecamatan Rimbo Bujang Memiliki 1 Kelurahan Yaitu : A. Kelurahan wirotho agung

Sedangkan kecamatan yang baru dalam perencanaan adalah Kecamatan Muara Tebo yang berpusat di Kota Muara Tebo tersebut. Sekarang pembangunan di Kota Muara Tebo mulai digalakkan, termasuk infrastruktur jalan ke Kecamaran Rimbo Bujang, Rimbo Ilir dan Rimbo Ulu dengan tujuan laju ekonomi ke kota Muara Tebo dan tidak lagi ke Muara Bungo yang adalah ibukota kabupaten tetangga. Alasan lain adalah karena tiga kecamatan tersebut adalah kecamatan yang paling maju dan pendapatan masyarakat yang lebih tinggi dibanding kecamatan-kecamatan lainnya.

Kabupaten Tebo selama dipimpin oleh Drs. H.A. Madjid Mu'az, MM. mengutamakan pembangunan infrastruktur. Pada saat ini di Kecamatan Rimbo Bujang telah memiliki Terminal Bus yang dapat melayani akses transportasi langsung ke Pulau Jawa. Untuk kelancaran transportasi dilaksanakan pembangunan dan pelebaran jalan yang menghubungkan kecamatan dalam Kabupaten Tebo.

Ada banyak potensi pariwisata di Kabupaten Tebo, diantaranya adalah Danau Sigombak yang terletak di Desa Teluk Kembang Jambu, Kecamatan Tebo Ulu. Potensi lain adalah kawasan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) yang menjanjikan wisata petualangan yang bernuansa off road dan susur sungai yang menjanjikan keindahan yang eksotis alami Kabupaten Tebo.

Adapun untuk perekonomian Kabupaten Tebo Bersumber Pada perkebunan Sawit, Karet di dukung Oleh pertambangan baik itu Batu Bara, Minyak Bumi dan Tambang emas tapi masih dalam skala kecil. daerah ini kaya akan sumber daya alam dan bisa di jadikan daerah perikanan tawar karena diLewati oleh sungai terbesar di Provinsi Jambi yaitu Sungai Batanghari serta merupakan daerah rawa dataran rendah.Kabupaten Tebo Memiliki penduduk sejumlah ± 224.944 jiwa dengan 75 % adalah petani. Memiliki 1 Buah Pusat Kesehatan yaitu Rumah sakit Umum Daerah Sultan Thaha Syariffudin, dibantu oleh 12 Pusat kesehatan Masyarakat (PKM) di 12 kecamatannya.

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

  • Kebun Raya Bukit Sari
Areal hutan Bukit Sari ± 136 km dari Jambi di pinggir jalan raya Jambi-Muaro Bungo-Muaro Tebo. Tanahnya bergelombang, berbukit-bukit terjal, diikuti dengan lembah yang cukup dalam.
Kebun Raya Bukit Sari merupakan hutan sekunder dengan vegetasi yang masih baik. Jenis pohon didominasi oleh pohon Plajau, Tenggeris. Meranti, Jelutung, Kedondong, Kenari dan Terap.
Daerah terpanjang pinggir hutan sebelah timur, merupakan bekas peladangan yang sudah tertutupi oleh pohon-pohon. Beberapa pohon pioneer seperti Mahang tersebar luas di suatu tempat terbuka. Pohon merambat yang sering dijumpai adalah dari suku Annonaceae yang sering sijumpai disekitar yang tidak terlalu tinggi dan padat. Glicenia hidup subur. Biasanya selitar lembah yang kandungan tanahnya agak lembab, diikuti dengan pohon paku dan anggrek jenis ploclottis.
Di dalam kebun raya ini sudah dibuat jalan setapak untuk mempermudah kunjungan. Diluar kawasan ini pengunjung bisa menikmati sumber air panas dan air terjun Bukit Karendo dengan ketinggian 8 meter.
  • Danau Sigombak
Terletak di Desa teluk jambu Kecamatan Tebo Ulu sekitar 30 km dari kota muaro tebo dengan luas lebih kurang 40 ha. Merupakan kombinasi danau alam dan buatan manusia. Danau ini terbentuk karena aliran sungai Bulian yang berbentuk lubuk yang diperluas untuk dijadikan dam yang berfungsi untuk membendung sungai Bulian. Ditengahnya terdapat pulau Sigombak yang dihuni berbagai satwa terutama kera. Pengunjung dapat melakukan berbagai kegiatan sambil menikmati panorama alam yang sejuk dan indah.
  • Makam Sultan Thaha
Berada di Muara Tebo, 200km dari kota Jambi. Sultan Thaha Saifuddin adalah sultan terakhir keturunan Jambi (generasi ke-17 dari Putri Pinang Masak), dengan gelar Pangeran Ratu Jayaningrat yang gugur pada tahun 1904 dan dinyatakan sebagai pahlawan Nasional.
  • Taman Nasional Bukit Tiga Puluh
Taman Nasional Bukit Tiga Puluh memiliki ekosistem hutan hujan tropika daratan rendah dan merupakan peralihan antara hutan rawa dan hutan pegunungan yang terpisah yang terpisah dari rangkaian pegunungan Bukit Barisan. Ekosistemnya unik dan berbeda dengan taman nasional lainnya karena menempati kawasan perbukitan yang cukup curam ditengah dataran rendah dibagian timur Sumatera, diperbatasan Provinsi Jambi dengan Riau. Di wilayah Provinsi Jambi, terletak di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (seluas 10.000 Ha) dan Kabupaten Tebo (seluas 23.000 Ha)
Taman ini memiliki 59 jenis mamalia, 199 jenis burung dan 18 jenis kelelawar serta berbagai reptilian dan ikan. Hutannya didominasi oleh tumbuhan suku Dipterocarpaceae. Ada sekitar 1.500 spesies tumbuhan yang ada didalam kawasan ini.

Didalam dan sekitar kawasan taman ini terdapat tiga suku tradisional, salah satunya Suku Anak Dalam yang juga disebut Orang Rimba. Mereka masih hidup nomaden dibelantara hutan Bukit Tigapuluh dalam wilayah Jambi yang mempunyai kelerengan cenderung lebih datar.

Luas TNBT 127.698 ha dan sekitar 33.000 ha berada di wilayah Jambi. Taman Nasional ini merupakan kawasan hutan lindung yang mempuyai beragam jenis habitat tumbuhan dan binatang. Didalam kawasan ini terdapat air terjun Katalo, beragam flora (660 spesies) termasuk 246 tumbuhan khas jenis flora langka, 59 spesies mamalia yang terancam punah dan rafflesia hasseltii (cendawan muko rimau).
Dalam kawasan penyangga TNBT juga terdapat potensi objek wisata lainnya seperti air terjun Bulian Berdarah, air terjun Pancuran Gading, goa dan panorama Batang Sumay, makam keramat, habitat ikan kleso (arwana) di sungai Mangatai dan batu menangis.

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Dengan pusat Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Thaha Syariffudin dibantu oleh Pusat Kesehatan masyararat (PKM) di kecamatan yaitu:

  • PKM Kecamatan Tebo Tengah
  • PKM Kecamatan Tebo Ulu
  • PKM Kecamatan Tabo Ilir
  • PKM Kecamatan Sumay
  • PKM Kecmatan Rimbo Bujang
  • PKM Kecamatan Rimbo Ulu
  • PKM Kecamatan Rimbo Ilir
  • PKM Kecamatan VII Koto
  • PKM Kecamatan VII Koto Ilir
  • PKM Kecamatan Serai Serumpun
  • PKM Kecamatan Tengah Ilir
  • PKM Kecamatan Muara Tabir

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses 2013-02-15.