Rimbo Bujang, Tebo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Rimbo Bujang
Kecamatan
Negara  Indonesia
Provinsi Jambi
Kabupaten Tebo
Pemerintahan
 • Camat Suparna,SE
Luas - km²
Jumlah penduduk -
Kepadatan - jiwa/km²

Rimbo Bujang adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Tebo, Jambi, Indonesia. Rimbo Bujang adalah kecamatan yang yang paling maju di Wilayah Kabupaten Tebo, dengan jumah penduduk paling tinggi, dan tingkat pendidikan yang tinggi pula. Rimbo Bujang menjadi tempat percontohan Eks Lokasi Transmigrasi yang berhasil. Tahun 2009 Rimbo Bujang mulai menampakkan jati dirinya di dunia Nasional sebagai Nominator Lomba Posyandu Tingkat Nasional. Terdiri dari 1 kelurahan 7 desa yaitu : Desa Perintis, Kelurahan Wirotho Agung, Desa Rimbo Mulyo, Desa Purwoharjo, Desa Tegal Arum, Desa Tirta Kencana, Desa Sapta Mulia dan Desa Pematang Sapat.

Pada tahun 2011 masa kepemimpinan camat Suparna, S.E. dan ketua TP PKK Siti Nariyah, S.Pd.I, kecamatan Rimbo Bujang telah meraih berbagai macam prestasi diantaranya : Juara I Nasional lomba PNPM MP UPK Artha Makmur bidang Pelayanan Masyarakat, Pakarti Madya II lomba Pemanfaatan Hasil Toga tingkat Nasional,Juara II lomba Senam Lansia tingkat Provinsi Jambi.Sementara prestasi di tingkat Kabupaten antara lain Kecamatan Rimbo Bujang berhasil meraih peringkat I lomba Desa, Juara I lomba kinerja TP PKK KEcamatan Rimbo Bujang,Juara I memimpin Rapat, Juara I lomba APE,Juara I lomba Senam Poco poco, Juara I.

Kecamatan Rimbo Bujang terletak antara 1,20 sampai dengan 1,25 Lintang Selatan dan antara 101, 51 sampai 101,55 Bujur Timur.

Desa/kelurahan[sunting | sunting sumber]

  1. Pematang Sapat
  2. Perintis
  3. Purwo Harjo
  4. Rimbo Mulyo
  5. Sapta Mulia
  6. Tegal Arum
  7. Tirta Kencana
  8. Wirotho Agung

Templat:Kecamatan rimbo bujang Nama saya Aris Templat:Desa Tirta Kencana Menurut saya Rimbo Bujang adalah wilayah yang kurang dapat perhatian dari pemerintah dalam sektor pertanian nya dimana rimbo bujang mayoritas adalah petani karet namun dapat kurang perhatian. Sejak transmigrasi tahun 1978 belum pernah di lakukan peremajaan taman karet.Suatu hai yang sangat memprihatin kan dimana kita punya petani yang setiap hari harus memanggul anak tangga setiap harinya untuk menyadap karet yang sudah tua hingga ranting pohon karet yang tingginya bisa di atas 5 dan ribuan hektare lahan pun jadi kurang produktif. Selain itu di karna tidak adanya subsidi bibit unggul dari pemerintah petani pun menanam karet yang tidak unggul (bibit sapu)