Industri musik

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Industri musik atau bisnis musik menjual komposisi, rekaman dan pertunjukan musik. Di antara banyak orang dan organisasi yang beroperasi di dalam industri ini adalah para musisi yang menggubah dan mempertunjukkan musik-musiknya; perusahaan dan profesional yang menciptakan dan menjual musik rekaman (misalnya penerbit musik, produser, studio, teknisi, label rekaman, toko musik daring dan ritel, organisasi hak pertunjukan); pihak yang menampilkan pertunjukan musik langsung (agen bakat, promotor, panggung musik, kru jalan); para profesional yang membantu musisi dengan karier mereka (manajer bakat, manajer bisnis, pengacara hiburan); pihak yang menyiarkan musik (radio satelit dan siaran); jurnalis; pengajar; produsen instrumen musik; dan lain-lain.

Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, industri musik didominasi oleh penerbit musik lembaran. Pada pertengahan abad, rekaman telah menggantikan musik lembaran sebagai pemain terbesar dalam bisnis musik: dalam dunia komersial orang-orang mulai membicarakan "industri rekaman" sebagai sinonim dari "industri musik". Sejak 2000, penjualan musik rekaman jatuh bertahap,[1] sementara musik langsung semakin populer.[2] Tiga "label perusahaan besar" mendominasi musik rekaman — Universal Music Group (setelah membeli EMI pada November 2011), Sony Music Entertainment,[3] dan Warner Music Group — masing-masing terdiri dari perusahaan-perusahaan dan label kecil yang melayani wilayah dan pasar tertentu. Industri musik langsung didominasi oleh Live Nation, promotor dan pemilik panggung musik terbesar di dunia. Live Nation adalah bekas anak perusahaan Clear Channel Communications, yang merupakan pemilik terbesar stasiun radio di Amerika Serikat. Perusahaan penting lainnya dalam industri musik adalah Creative Artists Agency (perusahaan manajemen dan bakat) dan Apple Inc. (pemilik toko musik terbesar di dunia, iTunes Store).[4]

Organisasi industri musik[sunting | sunting sumber]

See also[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "The Music Industry". The Economist. October 15, 2008. 
  2. ^ Seabrook, John (August 10, 2009). "The Price of the Ticket". The New Yorker. Annals of Entertainment: 34. 
  3. ^ Sony Corporation announced October 1, 2008 that it had completed the acquisition of Bertelsmann’s 50% stake in Sony BMG, which was originally announced on August 5, 2008. Ref: Sony Corporation of America. Sony's acquisition of Bertelsmann's 50% Stake in Sony BMG complete.. Siaran pers.
  4. ^ "Mobile World Congress 2011". dailywireless.org. February 14, 2011. "Amazon is now the world’s biggest book retailer. Apple, the world’s largest music retailer." 

Referensi[sunting | sunting sumber]

  • Krasilovsky, M. William; Shemel, Sidney; Gross, John M.; Feinstein, Jonathan, This Business of Music (ed. 10th), Billboard Books, ISBN 0823077292 

Bacaan lanjutan[sunting | sunting sumber]

  • Lebrecht, Norman: When the Music Stops: Managers, Maestros and the Corporate Murder of Classical Music, Simon & Schuster 1996
  • Imhorst, Christian: The ‘Lost Generation’ of the Music Industry, published under the terms of the GNU Free Documentation License 2004
  • Gerd Leonhard: Music Like Water – the inevitable music ecosystem
  • The Methods Reporter: Music Industry Misses Mark with Wrongful Suits
  • Music CD Industry – a mid-2000 overview put together by Duke University undergraduate students
  • d’Angelo, Mario: Does globalisation mean ineluctable concentration ? in The Music Industry in the New Economy, Report of the Asia-Europe Seminar, Lyon, Oct. 25–28, 2001, IEP de Lyon/Asia-Europe Foundation/Eurical, Editors Roche F., Marcq B., Colomé D., 2002, pp. 53–54.
  • d'Angelo, Mario: Perspectives of the Management of Musical Institutions in Europe, OMF, Musical Activities and Institutions Sery, ParisIV-Sorbonne University, Ed. Musicales Aug. Zurfluh, Bourg-la-Reine, 2006.
  • The supply of recorded music: A report on the supply in the UK of prerecorded compact discs, vinyl discs and tapes containing music. Competition Commission, 1994.
  • Tschmuck, Peter: Creativity and Innovation in the Music Industry, Springer 2006.
  • Ulrich Dolata: The Music Industry and the Internet. A Decade of Disruptive and Uncontrolled Sectoral Change. Research Contributions to Organizational Sociology and Innovation Studies. Discussion Paper 2011-02. full text online

Pranala luar[sunting | sunting sumber]