Eskatologi Kristen

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Eskatologi Kristen adalah studi mengenai nasib akhir umat manusia pada akhir zaman dari sudut pandang Kekristenan sesuai dengan apa yang dinyatakan oleh Alkitab yang sebagai sumber utama dalam penelitian. Kata "eskatologi" sendiri berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani, ἔσχατος yang berarti "akhir"; dan λογία, yang berarti "studi".

Ayat Eskatologi ditemukan di banyak tempat dalam Alkitab, baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Misalnya dalam Perjanjian Lama yaitu Kitab Yesaya dan Daniel, sedangkan Perjanjian Baru pada Injil Matius (pasal 24), dan Wahyu.

Eskatologi merupakan ilmu teologi yang berbicara tentang hal-hal yang bertalian dengan akhir zaman. Eskatologi ini terkait dengan beberapa istilah dan pengertian yang lain seperti: Kedatangan Kristus yang kedua kali, kebangkitan daging, penghakiman dan kerajaan seribu tahun dan juga tanda-tanda, atau hal-hal yang mendahului akhir zaman itu. Istilah ini disebut juga dalam berbagai bentuk, misalnya: Hari Tuhan (Kis. 2:20; II Petr.3:10 dan I Tes.5:2), Hari Kristus (Flp. 1:10), Hari Terakhir (Mat. 7:22), Akhir Zaman (Yoh. 6:39). Pada umumnya, bila berbicara tentang akhir zaman, maka biasanya pemikiran tertuju kepada nasib orang perorang yang ditentukan pada penghakiman yang diadakan pada saat itu. Akan tetapi, sebenarnya Alkitab sendiri lebih cenderung membicarakan Penggenapan Kerajaan Allah yang mencakup bumi yang diperbaharui. Yesaya menyebutnya: langit baru dan bumi baru (Yes. 65:17; 66:22).

Selain itu, ada juga kecenderungan yang menaruh perhatian terhadap suatu masa yang akan datang. Kelak, yang merupakan saat yang tiba-tiba datang dengan gejala-gejala alam yang dahsyat, menghancurkan bumi ini, atau saat di mana orang jahat akan dihukum dan orang saleh akan mendapatkan damai sejahtera. Akan tetapi, dalam Alkitab diperlihatkan bahwa adanya dua tahapan atau jenis akhir zaman, yakni yang pertama: yang dinubuatkan dalam Perjanjian Lama, yaitu tentang kedatangan seorang Mesias dari keturunan Daud (Yes. 9:6-7; 11:1, dst.; Yer. 23:5-6), Anak Manusia yang turun dari Sorga (Dan. 7:13-14), Hamba yang menderita (Yes. 53). Sedangkan yang kedua yakni: sebagai masa penggenapan akan makna kedatangan Kristus ke dunia ini. Dengan kata lain, akhir zaman bisa juga dimulai pada kenaikan Yesus sampai pada kedatangan Kristus yang kedua. Makna akhir zaman ini dapat dilihat sebagai sebuah penyempurnaan dari apa yang dilakukan oleh Mesias yang datang (Luk. 4:18-21; 10:23-24; Mat. 11:4-5; 13:16-17). Dalam Perjanjian Baru, Kitab Ibrani menekankan bahwa akhir zaman itu sudah disini sekarang (1:2), yaitu dengan hadirnya Kristus pewaris Kerajaan Allah.

Kedatangan Kedua Kali[sunting | sunting sumber]

Kedatangan kedua Kristus adalah peristiwa utama dalam eskatologi Kristen. Kebanyakan orang Kristen percaya bahwa kematian atau penderitaan itu akan terus ada sampai kembalinya Kristus. Sedangkan yang lain percaya bahwa penderitaan secara bertahap akan dihilangkan sebelum kedatangan sang Mesias, dan penghapusan ketidakadilan adalah bagian di dalam mempersiapkan peristiwa tersebut. Kedatangan Kristus yang kedua kali dalam Perjanjian Baru juga disebut dengan istilah parousia (I Kor. 14:27; II Kor. 7:7), yang dalam pemakaian sehari-hari berarti perkunjungan seorang penguasa. Makna parousia itu akan menjadi jelas bila dihubungkan dengan kenaikan Kristus, dan kemudian Ia duduk di sebelah kanan Allah Bapa. Biasanya di dalam Kalender Gereja, ajaran tentang parousia ini dipertegas dengan nama Minggu Gerejawi Advent (artinya: kedatangan).

Pranala luar[sunting | sunting sumber]