Kedatangan Kedua Yesus Kristus

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Hari Tuhan)
Langsung ke: navigasi, cari

Bagian dari seri tentang
Yesus Kristus

Title jesus.jpg

Nama dan julukan
YesusKristusMesiasIsa AlmasihJuruselamat

Yesus Kristus dan Kekristenan
KronologiKelahiranSilsilah
PembaptisanPelayananMukjizat
PerumpamaanPerjamuan TerakhirPenangkapan
PengadilanPenyalibanKematian
PenguburanKebangkitanKenaikan
Kedatangan keduaPenghakiman

Ajaran utama Yesus Kristus
MesiasKotbah di Bukit
Doa Bapa KamiHukum Kasih
Perjamuan MalamAmanat Agung

Pandangan terhadap Yesus
Pandangan Kristen
Pandangan Islam
Pandangan Yahudi
Yesus dalam sejarah
Yesus dalam karya seni

The Last Judgment (Penghakiman Terakhir) oleh Jean Cousin the Younger

Kedatangan Kedua Kristus atau Parousia adalah kembalinya Yesus Kristus dari Surga ke bumi sebagaimana yang diajarkan dalam eskatologi Kristen. Peristiwa ini dinubuatkan di dalam nubuat Mesianik alkitabiah. Nubuat ini mencakup kebangkitan semua orang mati, penghakiman terakhir terhadap orang yang hidup dan yang mati, dan pendirian penuh Kerajaan Allah di bumi atau "Era Mesianik". Pandangan tentang kedatangan Kristus untuk kedua kali ini bervariasi di antara Denominasi Kristen.

Istilah[sunting | sunting sumber]

Beberapa terminologi atau istilah digunakan untuk menyebut Kedatangan Kristus yang kedua kalinya:

Epifani[sunting | sunting sumber]

Dalam Perjanjian Baru, kata bahasa Yunani ἐπιφάνεια (epiphaneia, "kemunculan") digunakan lima kali untuk merujuk kepada kedatangan Kristus kembali.[1]

Parousia[sunting | sunting sumber]

Novum Testamentum Graece (naskah Perjanjian Baru bahasa Yunani) menggunakan istilah parousia (παρουσία, artinya "kedatangan", "ketibaan" atau "kehadiran") 24 kali, 17 di antaranya berkenaan dengan Kristusmeaning "arrival", "coming", .[2] Kata ini juga digunakan enam kali untuk beberapa tokoh: Stefanus, Fortunatus dan Akhaikus (1 Korintus 16:17), Titus (2 Korintus 7:6-7) dan Paulus (2 Korintus 10:10; Filipi 1:26; Filipi 2:12) dan satu kali untuk "kedatangan si pendurhaka" (2 Tesalonika 2:9)

Etimologi kata Yunani parousia dikaitkan dengan kata para ("di sebelah") dan ousia ("kehadiran"). Dalam bahasa Inggris "parousia" selalu bermakna khusus untuk agama Kristen.[3]

Tanda-tanda Kedatangan Kristus[sunting | sunting sumber]

Dalam kitab Kisah Para Rasul tercatat:[4]

Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."
—Kisah Para Rasul 1:9-11

Tanda-tanda lain:

  1. Kedatangan Kristus adalah seketika dan diketahui seluruh dunia. "Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia." (Matius 24:27)
  2. Kedatangan Kristus dapat dilihat oleh semua orang. "Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya." (Matius 24:30)
  3. Kedatangan Kristus dapat didengar. "Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain." (Matius 24:31)
  4. Kebangkitan orang percaya yang sudah mati akan terjadi. "Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit." (1 Tesalonika 4:16)
  5. Dalam satu peristiwa itu, orang percaya yang masih hidup ketika Kristus datang akan diambil bersama-sama dengan yang dibangkitkan dari kematian untuk berjumpa dengan Tuhan di udara. "Sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan." (1 Tesalonika 4:17)

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ NT usage
  2. ^ "Strong's G3952". Blueletterbible.org. Diakses 2009-11-21. 
  3. ^ "Merriam Webster.com". Merriam Webster.com. 2007-04-25. Diakses 2009-11-21. 
  4. ^ Kisah Para Rasul 1:9-11