Camba, Maros

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Camba
Kecamatan
Peta Kecamatan Camba.jpg

Peta lokasi Kecamatan Camba
Negara  Indonesia
Provinsi Sulawesi Selatan
Kabupaten Maros
Pemerintahan
 • Camat A. Mappelawa, S.Sos. M.Si
Luas 145.36km2
Jumlah penduduk 12.575 Jiwa
Kepadatan 86,51 Jiwa per Km²
Desa/kelurahan 8

Camba adalah sebuah Kecamatan yang terletak di Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan. Kecamatan Camba secara geografis merupakan daerah lembah. Pada saat kita berdiri di daerah ini dan memandang serta memutarkan badan 360 derajat yang terlihat adalah bukit dan gunung yang hijau dan rindang. Wilayah Kecamatan Camba termasuk daerah dataran sedang yang beriklim sejuk. Dataran Camba berada sekitar 340 meter di atas permukaan laut. Ibukota Kecamatan Camba adalah Kelurahan Cempaniga.

Jarak udara dari Camba menuju Kabupaten Maros adalah sekitar 32Km, namun jika ditempuh dengan jalur darat menjadi 48Km. Jarak dari Camba menuju Ibukota Provinsi Sulawesi Selatan yaitu Makassar adalah 87 Km melalui jalan darat. Dan jarak dari Camba menuju Kabupaten Bone adalah 98Km.

Penghasilan utama dari penduduk Kecamatan Camba selain Pegawai Negeri Sipil adalah Bertani. Hasil pertanian bermacam-macam. Ada padi, jagung, sayur-sayuran, kacang, cabe merah, tomat, dll. Terdapat pula banyak peternak. Kebanyakan beternak Ayam Ras dan ada juga yang beternak Ayam Potong. Terdapat pula peternakan sapi. Untuk hasil perkebunan terdapat kemiri, jati, bambu, kelapa, coklat dll.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Dahulu Kecamatan Camba adalah wilayah yang sangat luas dan berbatasan langsung dengan Kecamatan Bantimurung dan Kabupaten Bone. Wilayah Kabupaten Maros dalam sejarahnya telah mengalami pemekaran wilayah. Pada tahun 1963, Kabupaten Maros terbagi atas 4 (empat) kecamatan, yakni Kecamatan Maros Baru, Bantimurung, Mandai, dan Camba. Memasuki tahun 1989, diadakan pemekaran wilayah kecamatan dengan dibentuknya 3 (tiga) kecamatan perwakilan, yakni Kecamatan Perwakilan Tanralili, Maros Utara, dan Mallawa, yang hingga saat ini saat ini terdapat 14 wilayah kecamatan.

Desa dan Status[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Camba terdiri atas dua Kelurahan dan enam Desa ,dengan jumlah RT 86 dan Dusun/Lingkungan 28 dan Blok Sensus 45 dengan 1 Blok Persiapan.

Kecamatan Camba terdiri atas delapan wilayah, yaitu dua kelurahan dan enam desa dengan rincian sebagai berikut:

  1. kelurahan Cempaniga
  2. kelurahan Mario Pulana
  3. desa Benteng
  4. desa Cenrana
  5. desa Pattanyamang
  6. desa Pattiro Deceng
  7. desa Sawaru
  8. desa Timpuseng

Letak Geografis dan Topografi[sunting | sunting sumber]

Keadaan geografi Kecamatan Camba merupakan daerah dataran tinggi. Dari delapan daerah wilayah administrasi yang ada semuanya mempunyai topografi Lembah dan berbukit dengan ketinggian terendah tiga ratus sepuluh sampai tujuh ratus lima puluh meter diatas permukaan laut.

Luas Kecamatan Camba sekitar 145,36 Km2. Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Pangkep, sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Bone, sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Malawa dan sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Cenrana. Jarak antara desa dengan pusat pemerintahan kabupaten cukup jauh yaitu desa terdekat dapat ditempuh dengan jarak sekitar 44 kilometer dan desa terjauh dengan jarak 64 kilometer.

Kependudukan[sunting | sunting sumber]

Penduduk Kecamatan Camba Tahun 2011 sebanyak 12.575 jiwa. yaitu laki-laki sebanyak 6.092 jiwa dan perempuan 6.483 jiwa. Rasio jenis kelamin (Sex Ratio) sekitar 94, hal ini menunjukkan bahwa dari setiap 100 orang perempuan terdapat 94 laki-laki. Penduduk terbanyak berada pada Desa Sawaru sebanyak 2.108 jiwa dan terkecil sebanyak 1.159 jiwa berada pada Desa Benteng. Jumlah rumah tangga sebanyak 3.344 dengan kepadatan penduduk sebesar 86,51 jiwa/km2, mayoritas warganya berasal dari Suku/Etnis Bugis-Makassar.

Penduduk Kecamatan Camba sebagian besar pemeluk Agama Islam yaitu 12.573 jiwa dan Protestan sebanyak 2 jiwa. Fasilitas ibadah masingmasing seperti Masjid 33 buah, langgar/surau/musallah 14 buah.

Struktur umur penduduk Kecamatan Camba baik laki-laki maupun perempuan terbanyak tersebar mulai pada kelompok umur antara 0-4 tahun sampai dengan 30-34 dan mulai pada kelompok umur 35-39 mulai menurun.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Peranan sektor pendidikan bagi suatu bangsa sangat menentukan,dalam rangka mencapai kemajuan disemua bidang kehidupan, utamanya peningkatan kesejahteraan rakyatnya. Keberadaan sekolah merupakan hal penting bagi penduduk untuk memperoleh pendidikan formal. Jumlah fasilitas/sarana pendidikan yang ada di Kecamatan Camba yaitu Sekolah Taman Kanak - Kanak sebanyak 15 buah, Sekolah Dasar Negeri dan Inpres sebanyak 21 buah, sekolah Menengah Pertama Negeri dan Swasta 3 buah, Sekolah Menegah Atas Negeri dan Swasta 2 buah. Sekolah pendidikan Agama Islam di Kecamatan Camba hanya terdapat Madrasah Ibtidaiyah dan Tsanawiyah masing-masing sebanyak 1 buah dan 2 buah.

Pada umumnya penduduk usia sekolah yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, dalam hal ini Perguruan Tinggi/Universitas mereka melanjutkan ke Kota Makassar atau ke kecamatan lain di Kabupaten Maros yaitu Kecamatan Mandai serta Kecamatan Turikale. Karena keberadaan Perguruan Tinggi/Universitas di Kecamatan Camba belum tersedia kecuali Universitas Terbuka. Adapun Persentase Melek Huruf Penduduk Kecamatan Camba yang berumur 5 tahun ke atas mencapai 86,01%, hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk kecamatan Camba sudah mampu membaca dan menulis.

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Pembangunan di bidang kesehatan bertujuan agar semua lapisan masyarakat mendapatkan akses pelayanan yang murah, mudah, dan merata untuk pencapaian derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik, adalah tersedianya jumlah sarana dan tenaga kesehatan.

Dari jumlah sarana kesehatan yang ada di Kecamatan Camba, maka dapat dikatakan cukup memadai. Dari delapan desa/kelurahan yang ada telah terdapat 1 unit Puskesmas dan 1 unit Pustu dan 6 unit Poskesdes. Keberadaan Dokter umum sebanyak 3 orang, dokter gigi 1 orang, Paramedis 14 orang, Nonmedis 9 orang, Bidan 13 orang dan dukun bayi yang menangani proses kelahiran sebanyak 17 orang yang tersebar diseluruh desa/kelurahan.

Salah satu program pemerintah yang terus digalakkan untuk menekan angka pertambahan penduduk adalah program Keluarga Berencana (KB). Jumlah akseptor KB di Kecamatan Camba sebanyak 1.912 akseptor, masing-masing jenis alat kontrasepsi antara lain IUD sebanyak 45 orang, PIL 885 orang, Kondom 217 orang, Tubektomi 8 orang, Suntikan 510 orang,dan Implan 255 orang.

Dari 3.337 rumah tangga di Kecamatan Camba, sebanyak 891 merupakan keluarga pra sejahtera dan untuk keluarga tahap sejahtera (I, II, III, dan III plus) sebesar 3.000 atau sekitar 77,1.

Pertanian[sunting | sunting sumber]

Sektor pertanian di Kecamatan Camba Tahun 2011, khususnya padi sawah masih menjadi mata pencaharian utama bagi penduduk di Kecamatan Camba. Dari luas Kecamatan Camba seluas 14.536 Ha terdiri dari lahan sawah dan lahan bukan sawah. Lahan sawah yang diusahakan untuk pertanian merupakan sawah berpengairan Teknis dan Non Teknis seluas 1.290 Ha, lahan sawah tadah hujan seluas 570 Ha, selebihnya lahan bukan sawah yang terdiri dari Ladang /Tegal 1.060 Ha, perkebunan 2.112 Ha, hutan rakyat 6.457 Ha lainnya 202 Ha.

Selain lahan yang diusahakan untuk pertanian terdapat 596 ha digunakan sebagai perumahan/pemukiman, 25 ha industri/ kantor/ pertokoan, 366 ha lainnya. Luas dan produksi untuk komoditi tanaman palawija, buah-buahan, sayuran, perkebunan. serta usaha peternakan.

Sumber protein yang utama bagi manusia berasal dari protein hewani termasuk ikan. Keberhasilan sub sektor peternakan dapat dilihat melalui indikator naik turunnya populasi ternak dan unggas.

Dilihat dari jumlah populasi ternak besar di Kecamatan Camba Tahun 2011 antara lain ; Kerbau 88 ekor, Sapi 6.098 ekor, Kuda 336, Kambing 972 ekor dan untuk Ternak Unggas seperti Ayam Buras sebanyak 62.673 ekor, Ayam Ras 339.980 ekor dan itik 18.155 ekor.

Perdagangan[sunting | sunting sumber]

Pasar Sentral Camba

Kebijaksanaan pemerintah menaikkan Tarif Dasar Listrik (TDL) dan harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi salah satu alasan pihak produsen,pedagang dan penyedia sektor jasa untuk menaikkan harga. Selain itu dipengaruhi oleh ketersediaan barang dan jasa tersebut. Dengan kata lain apabila keadaan barang/jasa jumlahnya terbatas maka tentu saja harga akan mengalami kenaikan. Dari data yang ada cenderung harga-harga dari tahun ke tahun mengalami kenaikan yang cukup bervariasi.

Transportasi dan Komunikasi[sunting | sunting sumber]

Jalan merupakan instalasi alat vital suatu wilayah dimana dengan tersedianya sarana transportasi merupakan alat penunjang dalam melakukan aktivitas kegiatan. Tersedianya jalur jalan yang baik dapat memudahkan mobilitas penduduk dan memperbesar arus barang dan jasa antar daerah. Jalan utama yang menuju ke Kecamatan Camba yang juga merupakan jalur Trans Sulawesi yaitu menuju ke Kabupaten Bone dan Provinsi Sulawesi Tenggara yaitu melalui penyeberangan pelabuhan Bajoe semuanya sudah diaspal . Namun jalan-jalan menuju ke desa-desa masih terdapat jalan yang kondisinya masih pengerasan. Jenis Alat transportasi yang dimiliki dan digunakan oleh masyarakat adalah transportasi darat kendaraan roda empat dan roda dua/roda tiga.

Adanya kemajuan dibidang teknologi informasi dan komunikasi seperti TV, Radio, Telepon dan HP, yang tumbuh dan berkembang sampai ke tingkat pedesaaan, hampir semua masyarakat bisa menikmati informasi langsung melalui siaran TV dan radio serta bisa berkomunikasi melalui telepon dan telepon genggam/Hand Phone. Dengan adanya Kantor Pos Pembantu memudahkan penduduk yang berada di Kecamatan Camba dan sekitarnya berkorespondensi ataupun pengiriman uang atau barang. Di beberapa desa/kelurahan sudah terjangkau telepon kabel kecuali desa Benteng dan desa Pattanyamang. Keberadaan warnet juga sangat membantu penduduk di kecamatan Camba mengakses dunia luar melalui internet walaupun unitnya belum seberapa yaitu hanya 4 unit di dua desa/kelurahan.

Listrik merupakan sarana yang sangat penting dalam berbagai kehidupan untuk melakukan kegiatan masyarakat. Dari 3.344 rumah tangga hanya 2.234 rumah tangga adalah pengguna listrik PLN, beberapa rumah tangga diantaranya tanpa meterán, Pengguna listrik Non-PLN sebanyak 528 rumah tangga, dan masih ada rumah tangga belum menggunakan listrik yaitu sebanyak 486 rumah tangga.

Perekonomian[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan hasil pendataan Sensus Penduduk Tahun 2010 terdapat 17 lapangan/sektor usaha yang menjadi pekerjaan utama penduduk Kecamatan Camba yang berumur 10 tahun ke atas. Pertanian padi dan palawija merupakan sektor utama, kemudian berturut-turut disusul sektor perdagangan, jasa pendidikan, jasa kemasyarakatan pemerintahan dan perorangan, perkebunan, dan seterusnya.

Seiring dengan sektor utama lapangan usaha penduduk kecamatan Camba, Industri yang tumbuh dan berkembang paling banyak adalah industri penggilingan padi. Masih ada beberapa industria lain yang ada di kecamatan ini, yaitu industria kayu, logam, makanan, batu, dll.

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Camba memiliki potensi wisata alam yang luar biasa. Hanya saja, sampai saat ini, pemerintah setempat belum pernah mencoba memaksimalkan potensi tersebut. Beberapa lokasi yang dapat menjadi potensi wisata adalah Air Terjun di Maddenge desa Pattiro Deceng, Air Terjun Baruttung. Saat ini, tempat wisata dan rekreasi yang paling banyak dikunjungi adalah Tana Tengnga di desa cenrana milik Sekertaris Provinsi Sulawesi Selatan H. A. Muallim.selain itu terdapat juga tempat untuk jalan jalan di pegunungan ,terdapat banyak buah jambu terutama jambu biji alias jampu yang terdapat d padang lampe hulo hulo.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Cempaniga, Camba, Maros Mario Pulana, Camba, Maros Benteng, Camba, Maros Sawaru, Camba, Maros Pattanyamang, Camba, Maros Pattiro Deceng, Camba, Maros Timpuseng, Camba, Maros Cenrana, Camba, Maros