Persim Maros

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Persim Maros
logo
Nama lengkap Persatuan Sepak bola Indonesia Maros
Julukan Kupu-Kupu Raja
Laskar Marusu
The Kingdom of Butterfly
Tim Butta Salewangang
Didirikan 1950
Stadion Stadion Merdeka Kassi Kebo,
Kelurahan Baju Bodoa, Maros Baru,
Sulawesi Selatan, Indonesia
(Kapasitas: 15.000 tempat duduk (rencana akan diperbesar menjadi 45.000 tempat duduk))
Liga Divisi Tiga Liga Indonesia Zona Sulawesi Selatan
Posisi 2013 ke-4, Divisi Tiga Liga Indonesia Zona Sulawesi Selatan
Kelompok suporter Persim Mania dan The Butterfly
Kostum kandang
Kostum tandang
Soccerball current event.svg Musim ini

Persim adalah singkatan dari Persatuan Sepak bola Indonesia Maros. Persim Maros adalah salah satu klub sepak bola yang berasal dari kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Prestasi klub ini adalah pernah bermain di Divisi Satu Liga Indonesia dan bertahan selama 6 tahun (2002-2006) hingga akhirnya mengundurkan diri ketika kompetisi Divisi Satu Liga Indonesia tahun 2007 akan dimulai. Keputusan pengunduran diri tersebut diambil karena beberapa persoalan mendasar, seperti pendanaan klub yang minim karena pemerintah daerah Kabupaten Maros melarang penggunaan APBD, keluarnya sponsor dan tak ada penggantinya, ketidakadilan terhadap PSSI tidak ada dan banyak merugikan Persim Maros ketika harus mengulangi pertandingan yang telah berjalan selama 61 menit dengan keunggulan 1-0 dipegang oleh Persim Maros atas tamunya PSMS Medan. Pertandingan tersebut harus diulang mulai menit pertama dengan skor 0-0 dan diharuskan bermain di Jakarta. Dengan keadaan seperti itu, pihak Persim Maros merasa dirugikan dan kecewa terhadap PSSI, hingga akhirnya tidak mengindahkan aturan dari PSSI.

Sekarang Persim Maros bermain di kompetisi Divisi Tiga Liga Indonesia Zona Sulawesi Selatan. Stadion Persim Maros bernama Stadion Kassi Kebo. Secara harfiah, frase Kassi Kebo diambil dari Bahasa Makassar, Kassi yang berarti 'pasir' dan Kebo yang berarti putih, jadi dalam Bahasa Indonesia artinya pasir putih. Stadion ini memiliki sejarah dan dikenal angker bagi tim tamu yang akan menghadapi Persim Maros. Stadion ini terletak di Kelurahan Baju Bodoa, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros. Stadion berkategori D oleh PSSI ini biasa digunakan oleh Persim Maros untuk menjamu lawannya di Divisi Satu Liga Indonesia. Sudah banyak pemain-pemain handal ataupun nama-nama besar yang pernah merasakan bermain di stadion ini, seperti Syamsidar mantan kiper Timnas U-21 di turnamen Hassanal Bolkiah Trophy, Brunei Darussalam (2002), sebelum berlabuh ke PSM Makassar (2005-2010), Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, dan Mitra Kukar (2012-sekarang), ia sempat memperkuat gawang Persim Maros (2001), adalagi Deny Marcel yang pada tahun 2006 pernah bermain sebagai penjaga gawang Arema Malang berlabuh ke Persim Maros, Asri Akbar juga pernah membela dan memulai karirnya di Persim Maros ketika itu bermain di Divisi Satu Liga Indonesia pada tahun 2003-2006. Setelah membela Persim Maros selama empat musim, ia berkelana ke PSMS Medan, PSM Makassar, Persiba Balikpapan, Persib Bandung, dan sekarang Sriwijaya FC, tidak lupa pemain asing Fernando Rene, dan di barisan belakang ada Deny Tarkas sebagai benteng pertahanan Persim Maros yang kokoh pada saat itu. Tidak hanya pemain, dibagian pelatih pun sudah banyak yang mencoba formula kemenangannya di Stadion Merdeka Kassi Kebo ini, diantaranya adalahM. Zein Al Hadad dan M. Basri.


Sejarah Klub[sunting | sunting sumber]

Dalam sejarahnya, Persim Maros adalah satu-satunya klub asal Provinsi Sulawesi Selatan yang ikut andil dalam kompetisi di era perserikatan di divisi satu tahun 1984 dan 1985. Sebelumnya itu, Persigowa Gowa terlebih dahulu mencicipi era perserikatan divisi satu pada musim 1978/1979 dan tahun 1983. Pada era perserikatan, Persim Maros tidak dapat berbicara banyak mengenai prestasinya. Persim Maros hanya mampu bertahan 2 musim di kompetisi ini. Pada era Liga Indonesia tahun 2001, Persim Maros bersama Persela Lamongan promosi ke Divisi Satu Liga Indonesia yang sebelumnya bersaing di Divisi Dua Liga Indonesia untuk memperebutkan 2 tiket promosi. Pada era Liga Indonesia ini, Persim Maros menorehkan beberapa catatan positif, seperti tampil konsisten divisi satu selama 5 tahun berturut (2002-2006), bahkan pada tahun 2003 dan 2004 nyaris lolos ke Divisi Satu Liga Indonesia, selain itu catatan tak pernah terkalahkan di kandang, menaklukan klub besar dan klub ternama, seperti Persela Lamongan, Mitra Kukar Kutai Kartanegara, Persisam Samarinda (sekarang Putra Samarinda), Persijap Jepara dan lain-lain.


Julukan[sunting | sunting sumber]

  • Laskar Marusu

Sebelum terbentuk daerah administrasi dengan nama Kabupaten Maros, daerah ini awalnya merupakan wilayah dari Kerajaan Marusu. Kerajaan ini bertetangga dengan Kerajaan Bone di sebelah timur dan Kerajaan Gowa di sebelah selatan. Pada sejarahnya, Kerajaan Marusu dikenal dengan tanahnya yang subur untuk wilayah pertanian, strategis untuk perekonomian, dan cukup potensial dalam hal politik saat itu. Raja pertama dari Kerajaan Marusu adalah Karaeng Loe ri Pakere. Karena kelebihannya itu, Kerajaan Marusu berusaha dikuasai oleh Kerajaan Gowa dan Kerajaan Bone. Mengingat sebelumnya, Raja Gowa dan Raja Bone berselisih dan memperebutkan wilayah Kerajaan Marusu. Akhirnya, beberapa tahun kemudian Kerajaan Gowa menguasai wilayah Bontoa dan sementara wilayah timur dikuasai oleh Kerajaan Bone. Dari penguasaan ini, Kabupaten Maros memiliki dua suku mayoritas, yaitu Bugis dan Makassar. Daerah ini telah mempersatukan antara etnis Bugis dan Makassar. Hingga pada akhirnya, bersatu memerangi kolonial Belanda pada masa penjajahan Belanda, yang dipimpin oleh I Mallombassi Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangngape Sultan Hasanuddin oleh Belanda di bawah pimpinan admiral Speelman.

  • Kupu-Kupu Raja

Persim Maros dijuluki sebagai Kupu-Kupu Raja karena lokasi tim ini sudah terkenal di dunia internasional akan kupu-kupunya yang indah dan berukuran besar. Adapun spesies yang terkenal adalah Papilioblumei yang dianggap sebagai kupu-kupu raja.

  • The Kingdom of Butterfly

Sama halnya dengan alasan dijuluki Kupu-Kupu Raja, Persim Maros juga kerap dijuluki The Kingdom of Butterfly dengan alasan yang spesifik, yaitu banyaknya kupu-kupu di Kabupaten Maros dengan aneka jenis yang sangat indah.

  • Tim Butta Salewangang

Nama Butta Salewangang sangat identik dengan Kabupaten Maros. Dari segi etimologi, kata Butta mengandung makna tanah, wilayah, area, atau tempat, sedangkan kata Salewangang mengandung makna makmur, aman, damai, dan sejahtera. Dengan demikian, pengertian Butta Salewangang adalah tanah atau wilayah yang makmur, aman, damai, dan sejahtera. Dari segi historis, istilah Butta Salewangang berasal dari sejarah masa lalu. Istilah Butta salewangang memang mulai disebut di masa pemerintahan Tumanurung yang datang di wilayah yang menjadi cikal-bakal Kabupaten Maros ini. Karaeng Loe ri Pakere hadir dalam kondisi masyarakat yang tak menentu, masyarakat masa itu tidak lagi mau mendengar perkataan dan perintah pemimpin yang ada, hukum tak dapat ditegakkan dan aturan banyak dilanggar. Masa ini disebut zaman sikanre-bale atau saling memangsa. Pada masa itu, tanaman juga tak membuahkan hasil, hujan turun terus menerus diiringi gemuruh yang terjadi dalam tujuh hari tujuh malam. Namun tiba-tiba muncul sebuah istana yang oleh masyarakat disebut Saoraja berdiri di tengah-tengah bidang tanah di Pakere. Bersamaan dengan itu terlihat pula seseorang yang duduk di depan tangga istana itu. Mendengar hal ini, orang-orang pun berdatangan memberi penghormatan, lalu mengangkat Tumanurung ini menjadi pemimpin dan diberi gelar Karaeng Loe ri Pakere. Sejak itu tanaman pun tumbuh dengan subur dan membuahkan hasil melimpah. Dalam pemimpin, Karaeng Loe ri Pakere senantiasa membangkitkan eksistensi kerajaan dalam mengemban amanah rakyat. Terutama dalam memposisikan Kerajaan Marusu' sebagai daerah berpemerintahan kuat dan disegani. Keadaan rakyat pun hidup aman, makmur, damai, dan sejahtera lahir-batin, karenanya daerah ini disebut Butta Salewangang.

Logo Klub[sunting | sunting sumber]

Logo Persim Maros berbentuk lingkaran dengan kombinasi dua warna, yaitu biru dan putih. Dalam lingkaran tersebut terdapat lingkaran luar yang bertuliskan dengan huruf kapital secara melingkar PERSATUAN SEPAKBOLA INDONESIA MAROS, ini menegaskan secara jelas bahwa tulisan tersebut adalah nama lengkap dari klub Persim Maros dengan makna mengikat dan menjunjung tinggi nama sepakbola yang ada di Kabupaten Maros secara dinamis. Sedangkan pada lingkaran dalam bertuliskan PERSIM di sela simbol dua sayap kupu-kupu, ini menegaskan bahwa PERSIM merupakan singkatan apa yang ada pada lingkaran luar dan dengan tulisan PERSIM, bisa mewakili persepakbolaan di Kabupaten Maros. Sementara itu, simbol kupu-kupu tersebut merupakan icon dari Kabupaten Maros karena di kabupaten ini memiliki banyak spesies kupu-kupu endemik yang tidak terdapat di dunia. Dengan icon tersebut, klub Persim Maros di juluki The Kingdom of Butterfly


Stadion[sunting | sunting sumber]

Pemandangan lapangan hijau di Stadion Merdeka Kassi Kebo
Tampak dari dekat Lapangan hijau di Stadion Merdeka Kassi Kebo, Kabupaten Maros

Nama[sunting | sunting sumber]

Stadion Merdeka Kassi Kebo atau biasa disebut stadion Kassi Kebo oleh masyarakat Maros. Nama Kassi Kebo sendiri diadopsi dari Bahasa Makassar, Kassi artinya Pasir dan Kebo artinya Putih, jadi Kassi Kebo bermakna Pasir Putih. Stadion ini terletak di Kelurahan Baju Bodoa, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Dengan kata lain, stadion ini letaknya strategis berada di tengah-tengah kota Turikale yang merupakan ibukota Kabupaten Maros, jaraknya tidak jauh dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dan selain itu stadion ini tidak jauh dari jalan trans Sulawesi yang menghubungkan antara Kota Makassar-Kota Palu. Stadion ini merupakan markas dari klub kebanggaan Persim Maros. Stadion ini memiliki lisensi stadion berkategori D oleh PSSI dengan tipe stadion sepakbola lama dan daya tampung stadion ini adalah sekitar 15.000 penonton.

Kondisi Sekarang[sunting | sunting sumber]

Pada saat ini, stadion Merdeka Kassi Kebo sangat tidak terawat dan belum ada pembenahan dari pihak pemerintah daerah untuk memperbaikinya. Berikut ini adalah data-data mengenai kondisi stadion:

  • Tribun : C
  • Tempat duduk : C
  • Fasilitas : C
  • Rumput : C
  • Drainase : C
  • Penerangan : -
  • Papan Skor : C
  • Kondisi : C

Partisipasi Klub[sunting | sunting sumber]

Prestasi Klub[sunting | sunting sumber]

Habibie Cup[sunting | sunting sumber]

  • Tahun 2012, Juara Habibie Cup XX

Sulawesi Super Cup[sunting | sunting sumber]

  • Tahun 2005, Runner up Sulawesi Super Cup I (Kendari, Sulawesi Tenggara)

Perserikatan[sunting | sunting sumber]

Liga Indonesia[sunting | sunting sumber]

Piala Indonesia[sunting | sunting sumber]

  • Tahun 2005, Babak 92 Besar (masuk di Wilayah VI/Sulawesi)
  • Tahun 2006, Babak 64 Besar (masuk di Wilayah IV)


Hasil-Hasil Pertandingan[sunting | sunting sumber]

Dua pemain Persim Maros berusaha merebut bola dari kaki seorang pemain Mitra Kukar Kutai Kartanegara, hasil pertandingan ini berakhir 1-1 di Stadion Rondong Demang, kandang Mitra Kukar Kutai Kartanegara.

Rekor Kemenangan dan Kekalahan Terbesar[sunting | sunting sumber]

Menang[sunting | sunting sumber]

Kalah[sunting | sunting sumber]

Peringkat Klub[sunting | sunting sumber]

No. Klub Main Menang Seri Kalah Memasukan Kemasukan Poin
1. Persisam Samarinda (sekarang bernama Putra Samarinda) 4 3 0 1 10 1 6
2. Persipro Probolinggo 4 3 0 1 9 1 6
3. Persim Maros 4 0 0 4 0 17 0

Keterangan:

- Menang: 2 poin

- Seri: 1 poin

- Kalah: 0 poin

No. Klub Main Menang Seri Kalah Memasukan Kemasukan Poin
1. Persika Karawang 4 1 2 1 6 3 4
2. PSDS Deli Serdang 4 1 2 1 3 1 4
3. Persim Maros 4 2 0 2 4 9 4

Keterangan:

- Menang: 2 poin

- Seri: 1 poin

- Kalah: 0 poin

No. Klub Main Menang Seri Kalah Memasukan Kemasukan Poin
1. Persik Kediri 5 5 0 0 12 2 15
2. PSJS Jaksel Jakarta Selatan 5 4 0 1 9 3 12
3. Persim Maros 5 2 1 2 11 4 7
4. Persekaba Badung 5 1 1 3 6 8 4
5. Mataram Indocement Yogyakarta 5 1 1 3 4 13 4
6. Krakatau Steel Cilegon 5 0 1 4 2 14 1
No. Klub Main Menang Seri Kalah Memasukan Kemasukan Poin
1. Persim Maros 12 9 3 0 25 7 30
2. Persiter Ternate 12 9 2 1 21 7 29
3. Perseman Manokwari 12 5 5 2 15 11 20
4. Persiba Balikpapan 12 4 4 4 15 17 16
5. Persmin Minahasa 12 3 3 6 11 18 12
6. Putra Samarinda 12 1 2 9 4 15 5
7. Persma Manado 12 1 1 10 7 23 1 (-3)
No. Klub Main Menang Seri Kalah Memasukan Kemasukan Poin
1. Persebaya Surabaya 14 8 3 27 15 27
2. PSMS Medan 14 9 0 5 23 14 27
3. Persela Lamongan 14 7 3 4 25 10 24
4. PSIM Yogyakarta 14 7 1 6 21 26 22
5. Persiraja Banda Aceh 14 5 2 7 18 22 17
6. Persiter Ternate 14 5 2 7 12 22 17
7. Persim Maros 14 4 3 7 20 25 12 (-3)
8. Persijap Jepara 14 3 2 9 11 23 11
No. Klub Main Menang Seri Kalah Memasukan Kemasukan Poin
1. Arema Malang 22 16 3 3 37 8 51
2. Persegi Gianyar 22 11 5 6 35 21 38
3. Persibom Bolaang Mongondow 22 10 5 7 32 27 35
4. Persiba Balikpapan 22 10 3 9 28 33 33
5. Persmin Minahasa 22 10 2 10 32 29 32
6. Persim Maros 22 9 4 9 20 26 31
7. Persigo Gorontalo 22 9 3 10 25 30 30
8. Perseden Denpasar 22 8 4 10 28 34 28
9. Persiter Ternate 22 8 3 11 24 26 27
10. Mitra Kukar Kutai Kartanegara 22 7 4 11 25 28 25
11. Barito Putra 22 6 4 12 21 33 22
12. Perseman Manokwari 22 5 6 11 18 30 18
No. Klub Main Menang Seri Kalah Memasukan Kemasukan Poin
1. Perseman Manokwari 16 11 1 4 29 16 34
2. Persma Manado 16 10 3 3 33 11 33
3. Persim Maros 16 10 2 4 37 15 32
4. Persekaba Badung 16 10 1 5 20 12 31
5. Mitra Kukar Kutai Kartanegara 16 5 5 6 18 20 20
6. Persigo Gorontalo 16 5 3 8 19 26 18
7. Persidafon Dafonsoro 16 4 3 9 15 24 15
8. Persisam Putra Samarinda 16 4 3 9 19 33 15
9. Persipare Parepare 16 2 1 13 13 46 7


Skuat Klub[sunting | sunting sumber]

Skuat Persim Maros musim 2013

Daftar Transfer Pemain[sunting | sunting sumber]

Masuk[sunting | sunting sumber]

Keluar[sunting | sunting sumber]

Eks Pemain[sunting | sunting sumber]

Penjaga gawang Syamsidar, eks pemain Persim Maros
Gelandang Asri Akbar, eks pemain Persim Maros
Penyerang Cristian Eduardo Carrasco Gonzalez, eks pemain Persim Maros
Bek Zulkifli Syukur, eks pemain Persim Maros
Penyerang Cristiano Lopes, eks pemain Persim Maros
Gelandang Andi Oddang, eks pemain Persim Maros
  1. Bendera Indonesia Aan (2007)
  2. Bendera Indonesia Abdurrahman (2005)
  3. Bendera Indonesia Aco Fitra (2005)
  4. Bendera Indonesia Adi (2005)
  5. Bendera Indonesia Agus Salim Taqwin (2004-2006) sebagai penjaga gawang
  6. Bendera Indonesia Alfian Habibi (2005)
  7. Bendera Indonesia Andi Oddang sebagai gelandang
  8. Bendera Indonesia Andi Topan (2005)
  9. Bendera Indonesia Anshar Abdullah (2003-2004) sebagai penjaga gawang
  10. Bendera Indonesia Anton Samba (2005-2006)
  11. Bendera Kamerun Antonio Dommiseck (2004-2005)
  12. Bendera Indonesia Arfan Baba (2005)
  13. Bendera Indonesia Arif (2005)
  14. Bendera Indonesia Asep Dayat (2006)
  15. Bendera Indonesia Asri Akbar (2003-2006) sebagai gelandang
  16. Bendera Indonesia Bachtiar (2003)
  17. Baniel (2003)
  18. Calemen (2004)
  19. Bendera Kamerun Charles Lionga (2004-2005)
  20. Bendera Indonesia Christian Gonzales (2006) sebagai penyerang
  21. Bendera Chili Claudio Martinez (2004) sebagai penyerang
  22. Bendera Chili Cristian Eduardo Carrasco Gonzalez(2003) sebagai penyerang
  23. Bendera Brasil Cristiano Lopes (2004-2005) sebagai penyerang
  24. Bendera Indonesia Danial (2005-2006)
  25. Bendera Indonesia Darma (2007)
  26. Bendera Indonesia Delsan Lestaluhu (2006)
  27. Bendera Indonesia Deny Marcel sebagai penjaga gawang
  28. Bendera Indonesia Deny Tarkas (2005-2007) sebagai bek
  29. Bendera Indonesia Dilal Tarkas sebagai penjaga gawang
  30. Bendera Liberia Domertho Thesia (2006)
  31. Bendera Indonesia Edi (2003)
  32. Bendera Argentina Esteban Butso (2005)
  33. Bendera Indonesia Fami Amiruddin (2005)
  34. Bendera Chili Fernando Rene (2006) sebagai gelandang
  35. Bendera Liberia Francis Wollo (2003-2003)
  36. Francisco Flores (2004)
  37. Bendera Argentina Fransco Hita (2005)
  38. Bendera Uruguay Hector Velazquez (2006) sebagai penyerang
  39. Bendera Indonesia Hendra Ridwan (2005-2006) sebagai gelandang bertahan
  40. Bendera Indonesia Heri (2007)
  41. Bendera Kamerun Herve Villard (2004)
  42. Bendera Indonesia Imran (2007)
  43. Bendera Indonesia Irawan Moses (2003-2007)
  44. Bendera Indonesia Irsyad Aras (2003)
  45. Bendera Indonesia Isdar (2003)
  46. Bendera Kamerun Jean Paul Boumsong (2004)
  47. Bendera Indonesia Kurniawan sebagai bek
  48. Laudu Ferara (2005)
  49. Bendera Indonesia Lubis Sukur
  50. Bendera Brasil Luis Eduardo da Silva (2005) sebagai penyerang
  51. Bendera Indonesia M. Rahmat (2007) sebagai penyerang
  52. Bendera Uruguay Marcelo Cappuro (2006) sebagai penyerang
  53. Bendera Uruguay Marcelo Monero (2005)
  54. Bendera Indonesia Marwan Lestaluhu (2006)
  55. Bendera Liberia Mbom Mbom Julien (2004)
  56. Bendera Indonesia Munirul Islam sebagai penyerang
  57. Bendera Indonesia Mustaqim (2005)
  58. Bendera Indonesia Nadjamuddin (2004)
  59. Bendera Indonesia Nasrullah Hamka (2003)
  60. Bendera Kamerun Oum Luc Junior (2003)
  61. Bendera Indonesia Paulus Krey (2006)
  62. Pavon (2007)
  63. Bendera Indonesia Purwanto (2004)
  64. Bendera Indonesia Rezky Alafi Mathar (2005-2006)
  65. Bendera Indonesia Rialis Irfan (2005-2006)
  66. Bendera Indonesia Ridwan Salam (2004)
  67. Bendera Indonesia Rifai Arsyad (2005-2006)
  68. Bendera Indonesia Ruslan (2005)
  69. Samuel (2007)
  70. Bendera Liberia Sunday M. Seah (2004)
  71. Bendera Indonesia Supratman (2003)
  72. Bendera Indonesia Supriadi (2005)
  73. Bendera Indonesia Syahrul (2007)
  74. Bendera Indonesia Syamsidar (2001) sebagai penjaga gawang
  75. Bendera Indonesia Syamsuddin (2007)
  76. Bendera Indonesia Syaris (2005)
  77. Bendera Indonesia Yunus Muchtar (1983)
  78. Bendera Indonesia Yus Arfandi Jafar (2006)
  79. Bendera Indonesia Yusrifar Jafar (2004-2005)
  80. Bendera Indonesia Zain Batolla (2007) sebagai penyerang
  81. Bendera Indonesia Zulkarnain (2005)
  82. Bendera Indonesia Zulkifli Syukur (2005-2006) sebagai bek


Pemain Terkenal[sunting | sunting sumber]

Lokal[sunting | sunting sumber]

Asing[sunting | sunting sumber]


Eks Pelatih[sunting | sunting sumber]

Pelatih M. Basri eks pelatih Persim Maros
Pelatih M. Zein Al Hadad, eks pelatih Persim Maros
  1. Bendera Indonesia Abdul Hadi Ilyas (2012)
  2. Bendera Indonesia H. Andi Wasir Ali
  3. Bendera Indonesia H. Sumirlan
  4. Bendera Indonesia H.M. Hasanuddin Hasma (2006)
  5. Bendera Indonesia Hendrik Montolalu (2005)
  6. Bendera Indonesia Hermanto (2005)
  7. Bendera Indonesia M. Basri (2003)
  8. Bendera Indonesia M. Zein Al Hadad (2005-2006)
  9. Bendera Indonesia Syamsuddin Batolla (2007)


Eks Manajer[sunting | sunting sumber]

  1. Bendera Indonesia H. Faisal (2003)
  2. Bendera Indonesia Irwansyah Kasim (2001)

Eks Asisten Pelatih[sunting | sunting sumber]

  1. Bendera Indonesia H. Sumirlan (2005-2006)
  2. Bendera Indonesia Syamsuddin Batolla (2006)
  3. Bendera Indonesia Yunus Muchtar


Eks Ketua Umum[sunting | sunting sumber]

  1. Bendera Indonesia Andi Najamuddin


Top Skor[sunting | sunting sumber]


Suporter Klub[sunting | sunting sumber]

Persim Mania adalah kelompok suporter resmi dari kesebelasan sepakbola Persim Maros yang lahir sejak awal tahun 2000 atau ketika setahun sebelum Persim Maros promosi ke kasta kedua, Divisi Satu Liga Indonesia tahun 2001. Suporter ini mudah dikenali karena selalu menggunakan kostum kebesaran mereka yang bertuliskan Persimania dengan ciri khas warna biru dengan lengan berwarna merah. Markas dan sekretariat Persim Mania berada di Stadion Kassi Kebo, Kabupaten Maros. Selain suporter yang menamakan dirinya Persim Mania, klub Persim Maros juga didukung oleh suporter yang menamakan dirinya The Butterfly. Suporter The Butterfly ini dominan berada di daerah-daerah pedesaan di Kabupaten Maros dan sekitarnya. Loyalitas kedua kelompok suporter ini sangat tinggi ketika Persim Maros memainkan laga kandang.


[sunting | sunting sumber]

Penyedia Seragam Klub[sunting | sunting sumber]

Kemunduran Klub[sunting | sunting sumber]

Persim Maros adalah klub yang memiliki reputasi sepak bola yang baik di provinsi Sulawesi Selatan pada periode 2000-2006. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, klub ini mulai ditinggalkan oleh para pemain bintangnya. Hal tersebut dilatarbelakangi dengan tidak lolosnya Persim Maros dari Divisi Satu Liga Indonesia ke Divisi Utama Liga Indonesia pada tahun 2006. Sebelumnya, Persim Maros sempat digembar-gemborkan akan lolos dan diprediksikan akan menjadi Derby Sulawesi Selatan untuk mendampingi PSM Makassar yang sudah lama malang melintang di Divisi Utama Liga Indonesia. Kekecewaan publik Maros menjadi nyata ketika Persim Maros hanya menempati urutan ketiga di klasemen akhir dan kalah bersaing dengan Perseman Manokwari dan Persma Manado yang berturut-turut menempati peringkat pertama dan kedua. Perseman Manokwari dan Persma Manado berhak melaju ke babak 18 besar Divisi Satu Liga Indonesia sekaligus mendapatkan tiket promosi ke Divisi Utama Liga Indonesia. Sebelumnya, Persim Maros bersaing ketat hingga kompetisi selesai dengan Perseman Manokwari, Persma Manado, dan Persekaba Badung untuk merebut dua tiket promosi di Divisi Utama Liga Indonesia tahun 2007.

Dalam pertandingan terakhir kompetisi Divisi Satu Liga Indonesia, Persim Maros memiliki peluang untuk lolos dengan catatan harus mengalahkan Mitra Kukar Kutai Kartanegara di Stadion Kassi Kebo dan Persma Manado harus kalah dari Persidafon Dafonsoro di Papua atau apapun hasil pertandingan Persidafon Dafonsoro vs Persma Manado, Persim Maros masih berpeluang lolos jika pertandingan Perseman Manokwari vs Persekaba Badung berakhir seri dan Persim Maros bisa mengalahkan Mitra Kukar Kutai Kartanegara. Namun hal tersebut tidak terjadi dan tidak sesuai harapan Persim Maros untuk melaju ke babak berikutnya sekaligus promosi ke Divisi Utama liga Indonesia tahun 2007. Pasalnya, meskipun Persim Maros menang telak 4-1 melawan Mitra Kukar Kutai Kartanegara, akan tetapi pada pertandingan lain Perseman Manokwari sukses mengalahkan Persekaba Badung dengan skor tipis 1-0 dan Persma Manado sukses memetik satu poin di kandang Persidafon Dafonsoro setelah bermain imbang 0-0. Dengan hasil-hasil pertandingan tersebut, Persim Maros gagal promosi ke Divisi Utama Liga Indonesia tahun [[2007].

Ironis memang harus menunggu hasil dari pertandingan tim lain yang sarat dengan permainan politik atur skor pada saat itu. Sejak saat itulah akibat kefrustasian para pemain, satu demi satu pemain pun hengkang, disusul pelatih yang menambah derita kemunduran tim yang merupakan tim kebanggaan masyarakat Kabupaten Maros. Sejak saat itulah klub Persim Maros mundur dari keanggotaan PSSI dari Divisi Satu Liga Indonesia dalam rentang tahun 2007-2012. Tahun 2013, Persim Maros kembali bergabung di PSSI dan berhak berkompetisi dengan mulai bermain di liga tingkat paling bawah, yaitu Divisi Tiga Liga Indonesia.


Lihat Pula[sunting | sunting sumber]


Referensi[sunting | sunting sumber]


Pranala Luar[sunting | sunting sumber]

(Inggris)