Zaman Batu

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Zaman Batu adalah masa zaman prasejarah yang luas, ketika manusia menciptakan alat dari batu (karena tak memiliki teknologi yang lebih baik). Zaman batu juga bisa disebut zaman sebelum manusia mengenal logam sehingga menggunakan batu sebagai bahan utama untuk membuat peralatan.[1] Kayu, tulang, dan bahan lain juga digunakan, tetapi batu (terutama flint) dibentuk untuk dimanfaatkan sebagai alat memotong dan senjata.[2] Istilah ini berasal sistem tiga zaman. Zaman Batu sekarang dipilah lagi menjadi masa Paleolitikum, Mesolitikum, Megalitikum dan Neolitikum, yang masing-masing dipilah-pilah lagi lebih jauh.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Zaman batu dimulai sekitar 3.4 juta tahun yang lalu, yaitu pada periode di mana sebuah fosil tulang yang ditemukan di Lembah Awash Hilir, Ethiopia terdapat bukti guratan alat batu.[3] Manusia purba pada masa ini belum mengenal teknologi dan tulisan. Selain memanfaatkan batu, manusia pada masa ini juga memanfaatkan tulang atau kayu sebagai peralatan mereka. Namun, peninggalan berupa kayu atau tulang tidak dapat ditemukan karena benda tersebut rapuh dan tidak bertahan lama.[4]

Peralatan zaman batu adalah ragam perkakas yang diciptakan oleh manusia purba dengan berbahan dasar bebatuan. Umumnya, peralatan ini digunakan untuk kepentingan penopang kehidupan dasar seperti berburu dan pertahanan diri.[5]

Pembagian zaman batu[sunting | sunting sumber]

Zaman Batu dapat diperiodisasi menjadi empat zaman, yaitu:

  • Zaman Batu Tua (Palaeolitikum), Zaman Paleolitikum berlangsung pada 50.000-10.000 SM. Disebut sebagai zaman batu tua, karena pada saat itu manusia menggunakan alat-alat batu yang masih dibuat secara kasar dan sederhana.[6]
  • Zaman Batu Tengah (Mesolitikum), dimana pada dimana pada zaman ini manusia mulai hidup semi menetap di sebuah gua.[butuh rujukan]
  • Zaman Batu Muda (Neolitikum), Kehidupan pada zaman ini sudah mulai menetap, tidak berpindah-pindah. Jenis manusia yang hidup pada pada zaman ini yaitu homo Sapiens ras Mongoloide dan Austromelanosoide.[7]
  • Zaman Batu Besar (Megalitikum), dimana pada zaman ini manusia sudah dapat membuat dan meningkatkan kebudayaan, menghasilkan bangunan-bangunan dari batu besar.[8]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Farndon, John. (2007). Sejarah Dunia untuk anak pintar (edisi ke-Cet. 1). Jogjakarta: Platinum. ISBN 979-24-0583-6. OCLC 225644188. 
  2. ^ Putri, Arum Sutrisni (2020-04-15). Putri, Arum Sutrisni, ed. "Zaman Batu: Pembagian Zaman dan Hasil Kebudayaan". Kompas.com. Diakses tanggal 2022-04-01. 
  3. ^ "Oldest tool use and meat-eating revealed | Natural History Museum". 18 August 2010. Diarsipkan dari versi asli tanggal 18 August 2010. 
  4. ^ "Zaman Batu: Pembagian Zaman, Ciri-ciri dan Peninggalannya". Museum Nusantara - Info Wisata Sejarah Indonesia. 2021-03-10. Diakses tanggal 2022-04-02. 
  5. ^ "Zaman & Perlatan Indonesia Zaman Batu | Zenius Education". zenius.net. Diakses tanggal 2022-04-02. 
  6. ^ PT, Koropak Media Parahyangan. "Menelusuri Sejarah Zaman Batu Tua di Nusantara - Koropak.co.id". koropak.co.id. Diakses tanggal 2022-04-01. 
  7. ^ Latifah, Lanny. Widyastuti, Pravitri Retno, ed. "Zaman Batu: Periodisasi Zaman Batu, Lengkap Beserta Hasil Kebudayaannya". Tribunnews.com. Diakses tanggal 02 April 2022. 
  8. ^ "Pembagian Periode di Zaman Batu dan Hasil Kebudayaannya yang Terjadi 3,3 Juta Tahun Lalu". kids.grid.id. Diakses tanggal 2022-04-01. 





Didahului oleh:
tidak ada
Sejarah menurut periode
selama 3,4 juta tahun
hingga
4000 SM atau 2000 SM
Diteruskan oleh:
Zaman Perunggu