Yanisari

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Janissari
Tentara Baru
Battle of Vienna.SultanMurads with janissaries.jpg
Aktif1363–1826 (1830 untuk Algier)
Aliansi Kekaisaran Ottoman
Tipe unitInfantri
Jumlah personel1,000 (1400)
Ibu pejabat[butuh rujukan]Adrianople (Edirne), Constantinople (Istanbul)
PelindungHajji Bektash Wali
Warna seragamBiru, Merah dan Hijau
PertempuranPertempuran Kosovo, Pertempuran Nicopolis, Pertempuran Ankara, Pertempuran Varna, Pertempuran Chaldiran, Pertempuran Mohács, Pengepungan Vienna, dan lain-lain
Komandan tempur
PertamaMurad I
TerakhirMahmud II


Yanisari (berasal dari Turki Utsmaniyah: يڭيچرى (yeniçeri) yang berarti "pasukan baru") Nama ini di berikan oleh seorang Ulama Mukmin pada masa kesultanan Orkhan Yang bernama Haji Baktasy. Pasukan ini adalah infanteri atau pasukan Reguler yang dibentuk dari pasukan Pada Mujahid serta para Pemimpin dan Komandan Romawi Yang masuk Islam untuk siap siaga dalam Medan pertempuran juga kedamaian serta sebagai pengawal pribadi sultan Utsmaniyah. Yaitu pada masa kesultanan yang kedua yaitu kesultanan Orkhan Bin Utsman/Osman anak dari Sultan Edulgurk Pasukan ini muncul pada abad ke-14

Asal Muasal[sunting | sunting sumber]

Yanisari dapat dilacak hingga kepada era rezim Orkhan penguasa Ottoman Kedua .[1] Dari tahun 1327-an hingga ke tahun 1360 sistem perekrutan dilakukan melalui sistem devşirme.

Kisah Yanisari dimulai sebagai sekelompok elit budak yang terdiri dari anak-anak lelaki Kristen yang yatim piatu akibat kalah peperangan dengan muslim. kemudian di tawarkan masuk muslim dan tidak di paksa agar di beri kehidupan mulia dan kemudian masuk Islam, yang dikenal dengan sistem devsirme yang salah di artikan oleh sejarahwan no muslim [2] dan menjadi terkenal karena jiwa korsa yang terbentuk dengan disiplin dan ketertiban ilmu agama dan akhlak yang kuat.dan bukan seorang budak seperti yang di ceritakan oleh sejarahwan, mereka dibayar secara teratur.Yanisari boleh menikah dan terlibat dalam perdagangan, namun mereka diharapk mempunyai loyalitas penuh kepada Allah SWT dan Rasul untuk mencintai Islam. [3] . Pada abad ketujuh belas, karena peningkatan kebutuhan akan pasukan Utsmaniyah secara drastis maka kebijakan rekrutmen korps yang awalnya ketat menjadi longgar. Warga sipil membeli jalan untuk menjadi yanisari demi mendapatkan manfaat peningkatan status sosial ekonomi kepada yanisari. Akibatnya, korps secara bertahap kehilangan karakter militernya, menjalani proses yang digambarkan sebagai 'sipilisasi'.[4]. Korps dihapuskan oleh Sultan Mahmud II pada tahun 1826 setelah 135.000 yanisari memberontak terhadap sultan. Setelah pemberontakan berhasil dipadamkan ada 6.000 yanisari lebih yang dieksekusi. [5]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Kafadar, Cemal (2019). Muhammad Al Fatih. Ali Muhammad Ash Salabi Press. hlm. 71. ISBN 978-602-6563-82-4 Periksa nilai: checksum |isbn= (bantuan). 
  2. ^ muhamamd Al Fatih ', ed. Ali Muhammad Ash Shalaby, 2008, p.129
  3. ^ {{Cite book|title= Muhammad Al Fatih/ Ali Muhammad Ash Salabi,2019,page 71
  4. ^ Ágoston, Gábor (2014). "Firearms and Military Adaptation: The Ottomans and the European Military Revolution, 1450–1800". Journal of World History. 25: 119–20. 
  5. ^ Balfour & Kinross 1977, hlm. 456-457.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]